JAKARTA – Sarana Muda Nusantara (SMN) sebagai promotor nasional yang dikenal sebagai penyelenggara Kejurnas Slalom U23, berhasil menyelenggarakan Kejurnas Adventure Offroad selama tiga putaran yang dilangsungkan di Sentul (Jawa Barat), Jogjakarta, dan Semarang (Jawa Tengah).
Keberhasilan tersebut menjadi momentum yang positif dalam mewujudkan komitmen untuk menghidupkan kembali industri motorsport di Tanah Air.
Sepanjang tiga gelaran yang telah diselenggarakan, catatan peserta yang mengikuti ajang ini terus bertambah dari seri ke seri.

Kejurnas Adventure Offroad masih menarik banyak animo peserta
Dalam bincangnya bersama FastnLow, Anjasara Wahyu sebagai Advisor SMN sebagai penyelenggara, mengungkapkan peningkatan tersebut menjadi barometer bahwa sejatinya event ini masih menjadi magnet dari para pecinta adventure offroad di Tanah Air.
Ia menjabarkan, pada putaran pertama di Sentul (Jawa Barat), jumlah peserta yang terdaftar sekitar 40 starter. Kemudian berlanjut di putaran kedua di Jogjakarta, jumlahnya juga bertambah menjadi 46 peserta. Serta pada seri penutup di Semarang (Jawa Tengah), jumlahnya menjadi lebih banyak yakni 56 peserta.
“Artinya melihat animo tersebut cukup bagus untuk kembali menyelenggarakan event ini. Untuk komposisi pesertanya, masih didominasi orang-orang lama, dan ada sekitar 20 persen yang benar-benar baru,” ungkap Anjasara Wahyu.

Track menantang menjadi santapan setiap offroader
Sementara itu, mengenai adanya peningkatan peserta tersebut Anjas menambahkan bahwa salah satu yang membuat peserta bertambah banyak adalah adanya Special Stage yang digelar malam hari.
Hal ini dianggap sebagai daya tarik yang berbeda dari penyelenggaraan lainnya sehingga menambah nilai kompetisi yang membuatnya lebih kompetitif. Di samping itu, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada peserta, penyelenggara juga menyiapkan hadiah menarik dengan suguhan hiburan menarik.
“Jadi memang Kejurnas Adventure Offroad ini dikemas dengan sistem berbeda, dan ada SS malam. Nah SS malam ini yang menurut beberapa peserta itu kayak challenge yang lebih oke jadi mereka antusias. Kemudian juga bisa kita lihat sebagai bentuk apresiasi kepada peserta sebagai bentuk motivasi, kita memberikan hadiah motor kepada juara pertama di setiap serinya,” tambahnya.

Tahun ini disisipkan SS malam untuk menambah ketat pertarungan
Meskipun secara penyelenggaraan terbilang sukses, namun Anjasara Wahyu, mengungkapkan bahwa hal tersebut dirasa belum tepat.
Mengingat ini merupakan event perdana Kejurnas Adventure Offroad yang dikerjakan oleh SMN, dirinya menganggap bahwa masih ada beberapa kekurangan. Namun, ia bersyukur bahwa selama penyelenggaraan sejak seri pertama hingga terakhir tidak ada insiden negatif.
“Kita masih banyak kekurangan akan tetapi dengan penyelenggaraan yang zero accident, Puji Tuhannya itu kita bisa melakukan 3 seri tanpa kendala. Artinya tidak ada SS yang dibatalkan kemudian juga peserta semuanya bisa start artinya tidak ada kendala waktu gak ada force major itu aja sih target kita sebagai penyelenggara”.

Penyelenggara Kejurnas Adventure Offroad 2025
“Terus juga penontonnya juga banyak, ini menandakan kita memberikan hiburan kepada para penonton terus juga offroader juga bisa punya wadah lagi buat bersilaturahmi terutama di Kejurnas IMI,” pungkas Anjas.
Sebagai informasi tambahan, di balik kesuksesan penyelenggaraan tersebut, Felicia Ivana Hariono selaku Direktur Sarana Muda Nusantara sukses melakukan kolaborasi dengan beberapa peslalom nasional untuk turut andil dalam penyelenggaraan, sebut saja Anandyo Dwiky, M Naufal Shafwan, Rivaldi Febriadi, serta Jisr Bustami, menjadi bagian dari keberhasilan penyelenggaraan tersebut. (*)

