JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan Rally Dakar 2026 pada 3 Januari, Julian Johan, memaksimalkan penyesuaian terhadap mobil serta karakter lintasan yang nantinya akan ia taklukan.
Sebagai anak baru di ajang tersebut, ia benar-benar memaksimalkan sesi tersebut. Sebagaimana diinformasikan oleh Jeje, bahwa penyelenggara memang memberikan kesempatan untuk melakukan testing secara resmi pada tanggal 1-2 Januari 2026 mulai pukul 09:00 hingga 17:00 waktu setempat.
Namun, karena ia belum tahu persis terkait lokasi testing yang disediakan, alhasil ia sempat terburu-buru mengingat waktu yang diberikan sudah hampir habis.
“Sementara saya baru mau testing itu menjelang sore, dan berangkat dari paddock di waktu sore itu. Ternyata jarak ke tempat testing sangat jauh hampir 100 kilometer. Dan di saat itu kita sempat terburu-buru sampai di pos. Dan sampai di sana kita jam 16:55 hanya sisa 5 menit sebelum pos testing ditutup,” kenang Jeje.

Jeje usai melakoni sesi testing Rally Dakar 2026
Kendati hanya memiliki waktu yang sedikit, tetapi ia berhasil memaksimalkannya dengan mencoba mobil seoptimal mungkin. Menurutnya, dengan SUV Land Cruiser 100 ini ia hanya melakukan beberapa setup tambahan untuk memberikan kenyamanan selama kompetisi.
“Penyesuaiannya cuma lebih ke posisi jok dan pedal gas dan rem. Sementara untuk trek testingnya pasir berbatu di antara lembah-lembah. Sebagian track Dakar nantinya akan seperti ini. Kemudian sebagiannya lagi akan gurun pasir sepanjang mata memandang, itu akan jadi menu utama dan terberat, tapi memang belum ada di sesi testing,” ungkapnya.
Bicara mengenai Toyota Land Cruiser 100 yang ia gunakan untuk Rally Dakar 2026, rupanya berbeda dengan apa yang ia pakai pada saat sesi latihan di Maroko, Afrika Utara, pada September 2025. Hal ini menjadikan sebuah penyesuaian baru untuk mengoptimalkan performanya.
“Peserta dibebaskan untuk mengikuti sesi testing ini atau tidak, sementara untuk saya ini harus ikutan karena saya butuh untuk mengetahui karakkter dan setup dari Toyota Land Cruiser 100. Karena ini bukan mobil yang saya pakai pada saat latihan kemarin,” bebernya.
Beruntungnya, tidak ada hal besar yang harus disetup ulang atau diadjust. Adapun jarak yang ia santap pada sesi tersebut tidaklah banyak, namun hal tersebut dianggap cukup untuk menyinkronkan karakter lintasan dengan SUV yang ia gunakan.

Toyota Land Cruiser 100 yang bakal digunakan Jeje
“Setelah saya menjalani testing kemarin di bawah 50 kilometer untuk jaraknya, Alhamdulillah semuanya aman dan kurang lebih setup sudah cocok dengan saya,” tukas Jeje.
Sementara itu, pada tanggal 3 Januari 2026, Rally Dakar 2026 akan secara resmi dibuka dan seluruh pembalap akan melakoni Special Stage (SS) Prologue atau pembuka. Di Dakar Classic yang diikuti oleh Jeje, sesi tersebut digunakan sebagai penentu kelas bagi peserta.
“Kalau di classic, SS prologue digunakan untuk menentukan kelas. Karena di kelasnya ada pembagian lagi dari H.1 sampai H.4 dan peserta boleh nantinya menyesuaikan kelasnya masing-masing setelah hasil dari SS Pologue keluar. Karena dari H.1, H.2, H.3 dan H.4 itu yang membedakan adalah horsepower di mobil. Jadi kalau misalkan setelah SS Prologue mereka itu mungkin lebih cepat dari yang mereka kira, diperbolehkan untuk naik kelas,” pungkas Jeje.
Sebagai informasi tambahan, dalam mengikuti Rally Dakar 2026 ini, ia akan ditemani oleh Mathieu Monplaisi sebagai co-driver dan bernaung di bawah Tim Compagnie Saharienne yang bermarkas di Prancis. Ajang Rally Dakar 2026 ini juga akan berlangsung mulai 3 – 17 Januari 2026 di Arab Saudi dengan melintasi sejumlah wilayah yang bermedankan gurun pasir. (*)

