JAKARTA – Event Rally Dakar 2026 yang berlangsung pada 3 – 17 Januari 2026, turut dihadiri oleh dua pereli dari Indonesia, yakni Julian Johan dan Shammie Zacky Baridwan, yang sama-sama bernaung di bawah tim asal Prancis, Compagnie Saharienne.
Keikutsertaan Shammie pada ajang rally ini memang telah menjadi target pribadi. Bahkan, sebelumnya ia juga pernah mengikuti ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) pada 2023 yang dilangsungkan di Thailand.
Bahkan untuk skala nasionalnya, sosok yang juga kini menjabat sebagai Ketua Umum Land Rover Club Indonesia (LRCI), acapkali mengikuti rangkaian Kejurnas Sprint Rally dan Rally di Tanah Air.
Ketertarikan dirinya dengan kompetisi tersebut bukan semata-mata pengaruh orang sekitar, namun, pria tinggi yang juga sebagai pengusaha ini memang acapkali mengikuti perkembangan ajang kompetisi tersebut.

Shammie Zacky Baridwan (kanan) salah satu perwakilan dari Indonesia di ajang rally Dakar 2026
Dalam keterangan resminya, Shammie Zacky Baridwan, menjelaskan bahwa tahun ini memang menjadi target bagi dirinya untuk bisa berkecimpung di ajang Rally Dakar 2026.
“Kalau ditanya alasannya sampai akhirnya tahun ini bisa terwujud, ya saya bisa bilang sudah waktunya tahun ini. Karena memang saya telah memimpikan ini sejak lama, melihat perkembangan Rally Dakar yang begitu menantang, jadi ada ketertarikan tersendiri bagi saya. Dan ini sudah waktunya menurut saya,” ujar Shammie.
Mengenai kemampuannya berada di balik kemudi, ia juga memiliki keterampilan yang patut diacungi jempol. Kerasnya medan Asia Cross Country Rally (AXCR) di Thailand, menjadi saksi atas tekad dan kepiawaiannya.
Sebelum melakoni hari pertama Rally Dakar 2026, ia telah lebih dulu melangsungkan sesi latihan bersama tim Compagnie Saharienne asal Prancis di Maroko, Afrika Utara.
Hal tersebut ia lakukan untuk lebih mengenal karakter mobil rally yang kini menggunakan Toyota Bundera. SUV tangguh lansiran Jepang ini akan menjadi pacuannya di atas pasir Arab Saudi.
“Insya Allah kita selalu optimis untuk hasil yang terbaik, karena kita sudah beradaptasi dengan mobil, dan navigator saya Ignas Daunoravicius, sehingga hal ini akan memudahkan saya dalam balapan,” tambah Shammie.

Toyota Bundera jadi andalan di medan gurun pasir Arab Saudi
Sejatinya, balapan di atas gurun Arab Saudi memang bukan hal mudah. Kontur pasir, ditambah dengan pemandangan gurun luas yang menakjubkan selama pertarungan, akan menjadi santapannya.
Kendati demikian, dengan membawa semangat Merah Putih, Shammie, optimis untuk bisa menyelesaikan setiap etape dengan sanngat baik.
“Drive to Survive until Finish, berusaha menjaga mobil prima, kemudian menyiapkan kondisi fisik yang prima juga, serta mengendalikan mobil rally ini dengan treatment yang ekstra hati-hati agar bisa menyelesaikan setiap etape yang diberikan,” pungkas Shammie.
Jejak langkah Shammie pada ajang Rally Dakar 2026, sekaligus menjadi pertanda yang sangat positif. Sebab, setelah 14 tahun absen dalam kejuaraan ini, tahun ini Indonesia berhasil mengirimkan salah satu atlet terbaiknya. (*)

