Persiapan untuk seri ke-6 ini sendiri sebenarnya sudah bagus dan sudah mantap bahkan optimis bisa masuk dalam juara umum. Dari awal pun tidak ada hal yang berantakan, tapi sebenarnya apa sih penyebab kegagalan yang kemarin dialami?
Masalah utamanya adalah terjadinya kesalahan pengisian bahan bakar yang berbeda jenis dari yang sebelumnya. Jadi kalau kompresi mobil tinggi tapi bahan bakar tidak sesuai, bisa menyebabkan kerusakan piston ring.
Kenapa yang kedua? Karena pada putaran pertama lalu (14/03) kebakaran pada bagian bawah mobil yang disebabkan adanya kerusakan di beberapa part kecil di bagian bawah mobil. Beruntung, dengan tanggap Demas Agil dan co-drivernya langsung keluar dari mobil saat ada kepulan asap di cabin.
Kegagalan yang dialami sempat membuat Demas Agil kecewa luar biasa, gimana nggak? Saat start, dirinya yang bersebelahan dengan H. Arif dari Super O2 Racing Team, sempat leading pada SS 1 bahkan menurut perhitungannya mobilnya melaju lebih cepat 1 detik lebih cepat dari Doni Saputra (BJM Racing Team) ditambah lagi menurutnya track kali ini bagus walaupun memang ada sedikit perubahan dari seri ke-3 dan ke-5 kemarin. Karena kesalahan yang terjadi (salah bahan bakar) mengakibatkan terbakarnya mesin tersebut yang benar-benar diluar dugaan baik Demas sendiri dan timnya, akhirnya dia pun tidak finish dan tidak mendapat poin atau 0.
Sebenarnya target yang ditetapkan pun tidak muluk-muluk, karena saat shakedown dia menduduki 5 besar, akhirnya dari saat itulah Demas Agil mematok target.
Namun seperti yang dijelaskan diatas, Demas Agil harus menghilangkan niatnya untuk menjadi juara umum pada putaran kali ini. Padahal menurutnya seri kali ini adalah waktu yang pas untuk menunjukkan kemampuannya pada tim, karena banyak terjadi kegagalan pada seri-seri sebelumnya.
Untuk menghadapi seri ke-7 mendatang, menurutnya akan sulit untuk mengejar ketinggalan. Walaupun poin individu sudah tertinggal ia berharap bisa lebih membantu dan mendongkrak poin tim sebagai juara nasional. “Harapannya sih tetap bisa juara 1”, tambahnya.
Bahkan Demas Agil juga mendoakan supaya tim-tim lain bisa lancar terutama mobil yang digunakan bisa “sehat” dan nggak rusak-rusak, tanpa hambatan supaya bisa bersaing dengan lebih “seru” dan murni. “Jadi bisa bertarung fair-fair-an lah”, jelasnya.
Untuk target atau harapannya pada tahun depan yang merupakan tahun ke-3 nya terjun ke speed offroad, adalah bisa mendapat mobil yang lebih proper (nggak rusak-rusak lagi) dan mendukungnya dalam setiap lintasan. Karena pada tahun pertamanya ada hal yang kurang mendukung, yaitu mobilnya rusak. Bahkan tahun kedua ini walaupun ia mendapat mobil baru dari Banteng Motorsport, namun basisnya bukan untuk speed offroad.





