SSC telah berhasil melaksanakan seri terakhir dari 3 seri yang dijadwalkan khusus untuk lintasan PRPP Tawangmas Semarang ini. Keberhasilan itu dilihat dari 230 starter yang mendaftar untuk event balap Jum’at lalu itu.
Termasuk didalamnya adalah Bannu Subekti (Bannu) asal Jakarta. Bannu yang turun dengan 1 mobil yang di join dengan M. Wasrik dan Rudy Ayopa dan Yudha Prasetyo.
Bannu yang sudah sering turun dalam ajang drag race sejak tahun 2006an ini, untuk kali ini di support oleh perusahaan yang dia naungi saat ini (PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta).
Bannu yang kali itu turun dikelas 3.5 Stok Sedan 1500 dan Backet 10 Detik dengan menggunakan Jazz GE cukup percaya diri dengan hasil racikan mesin dari ENGINE+ asal Sunter, Jakarta Utara.
ENGINE+ pun tidak ingin membiarkan client nya terkendala dalam masalah teknis yang akhirnya Lucky yang merupakan salah satu tunner handal yang sudah bergabung sejak tahun 2013 lalu.
Lalu apa saja yang disiapkan oleh Bannu sebelum mengikuti drag race seri penutup ini? Yup, Jazz GE yang dia bawa sudah diracik sedemikian rupa untuk mengejar catatan waktu 10detik pada lintasan 201m.
Lucky yang mengerjakan mesin ini mengatakan bahwa ini adalah mesin baru, dimana seluruh internalnya benar-benar baru, namun semua dalam kondisi standart termasuk oversize pistonnya ada di titik 0. Bahkan karena mesin baru, hitungannya mobil ini masih dalam tahap inreyen, sehingga untuk settingan exhaust system nya masih belum dibuat terlalu sempurna yang gunanya agar powernya dijaga agar tidak terlalu liar terlebih dahulu.
Porting polish, dan costum exhaust system sudah menjadi keharusan dalam meningkatkan tenaga. Alhasil mobil dapat mengeluarkan tenaga sebesar 160dk dengan torsi sebesar 180Nm. “yah kita cuma memaksimalkan apa yang ada dulu mas” ujar Lucky yang sudah lebih dari 15 tahun berkecimpung dalam dunia tuning mesin di Indonesia.
Disaat QTT dengan tenaga sebesar 160dk, Jazz GE ini dapat mencatatkan waktu 10.1 detik. Dan hal itu membuat percaya diri para starternya. Namun, saat race berlangsung, Bannu yang pertama kali turun untuk start di bracket 20 detik, malah justru mengalami penurunan catatan waktu di 10.3 detik.
Sedangkan Yudha Prasetyo yang juga merupakan juri dalam event malam itu malah mencatatkan waktu di 10.4 detik. Dan setelah para pembalap bracket 10 detik berhasil start, dari bagian kamar hitung mengumumkan bahwa catatan waktu yang di catatat Banny dan Yudha menduduki posisi 6 dan 7.
Bannu yang saat itu juga di saksikan oleh direkturnya, Edwin Cahyadi selaku Direktur Oprasional JLJ, mengatakan bahwa ada kesalahan pada saat star yang ternyata rem tangan lupa diturunkan.
Hari semakin larut, di tambah dengan hujan mengguyur, yang tadinya Bannu berharap dapat memperbaiki waktu di kelas 3.5 Stok, dia harus merasa cemas dengan rintangan berupa aspal yang cukup licin.
Di awali oleh Rudy yang start di kelas 3.5 Stok, dan catatan waktunya jauh di bawah target yaitu di angka 11 detik. Namun dari hal itu dia harus melakukan improvisasi dengan mengempeskan ban depan yang cukup lumayan banyak.
Alhasil, Bannu mendapat catatan waktu 10.7 detik di lintasan basah. Yup Bannu kecewa, catatan waktu diluar target.
Saat giliran M. Wasrik. Wasrik pun melakukan hal yang sama, namun tekanan ban benar-benar di buat kempes. Lebih-lebih Wasrik melakukan pemanasan sebelum start yang cukup lama untuk memanaskan ban. Dan alhasil, dia mencatatakan waktu 10.3 detik, dan hal itu mengalahkan catatan waktu Bannu di lintasan kering tadi. Dan dengan catatan waktu itu Wasrik berhak untuk mendapat juara 1 di kelas 3.5 stok.
Dan terkejutnya, Bannu yang merasa catatan waktunya cukup jelek masih bisa merasakan podium walau harus di posisi ke 5.


















