Anda mungkin setuju jika brand Red Bull seringkali menghiasi hampir semua ajang kejuaraan olahraga maupun yang bersifat hobi seperti ajang Dakar Rally, Ice Skating, skate boarding, sepeda MTB, dan Formule One. Yaps, selain menjadi sponsor utama pada sejumlah gelaran, Red Bull juga memiliki tim pembalap sendiri, kalian sudah pasti tahu dong.
Sebut saja salah satunya tim Red Bull yang terkenal di trek F1, karena mereka berhasil memecahkan rekor dan standar dalam dunia balap. Patut diakui tim Red Bull memiliki penggemar dari seluruh penjuru negeri, tetapi banyak dari mereka yang tidak mengetahui hal-hal unik maupun kisah dibalik kemenangan tim mereka. Seperti halnya perusahaan lain, Red Bull memiliki rahasia sendiri, tim hebat manapun yang telah menemukan jalan kesuksesan akan mengklaim hal yang sama. Berikut 10 hal yang perlu anda ketahui seputar tim Red Bull F1:
- Dituduh main curang.Tim Red Bull pernah dituduh main curang saat memenangkan balapan tahun 2013. Sebastian Vettel, sang pria dibalik kemudi berhasil unggul sekitar 32 detik dari para pesaingnya. Mereka menuduh pengemudi menggunakan kontrol traksi selama perlombaan, dimana menurut regulasi sejak 2008, fitur ini tidak diperbolehkan. Tim Red Bull Racing jelas membantah tuduhan itu dan tidak mengambil tindakan apapun. Beberapa pihak setuju, bahwa ini hanya masalah perbedaan performa dan teknologi karena bagaimanapun mobil balap tim Red Bull lolos dalam pengujian.

- Tradisi “Shoey”.Tradisi ini pertama kali dilakukan oleh Daniel Ricciardo tahun 2016 yang kala itu naik podium, Ia melepas sepatu kemudian mengisinya dengan sampanye dan meminumnya. Setelah itu Ia menyodorkan sepatu yang berisi sampanye tersebut kepada pembalap lain yang juga naik ke podium. Meskipun aneh dan menjijikkan, mereka semua dengan rela melanjutkan dan minum dari sepatunya. Tradisi “Shoey” ini diklaim milik tim Red Bull.
- Empat kali juara dunia.Red Bull mungkin tergolong tim baru di sirkuit, tetapi bukan berarti mereka belum pernah meraih kemenangan. Tim fenomenal ini telah memenangkan 4 kejuaraan dunia berturut-turut bahkan jika ditotal pembalap Red Bull telah merenggut podium sebanyak 165 kali. Hal serupa mungkin juga berlaku pada tim lain, tetapi pembalap maupun tim Red Bull berhasil mengukir sejarah bagi mereka sendiri.
- Toro Rosso. Red Bull memiliki tim kedua yang disebut Toro Rosso dan terbentuk sejak 2006. Meski dari segi statistik tak sebagus Tim Red Bull F1, pembalap Toro Rosso menggunakan kesempatan ini sebagai ajang latihan sebelum naik kelas. Mereka termasuk tim junior di dunia balap, dimana mereka dilatih dan berpotensi pindah ke tim balap yang lebih menonjol. Sebelum Toro Rosso didirikan, tim junior pernah dibentuk pada tahun 2001 dan menjadi wadah bagi pembalap muda berusia antara 14-20 tahun.
- Tim Red Bull nyaris bermitra dengan Volkswagen.Semua dokumen sudah ditandatangani dan siap dikirim kembali pada tahun 2015 hingga akhirnya skandal VW terungkap. Perusahaan sebesar ini rupanya telah memasang perangkat pada kendaraan diesel mereka untuk mengkamuflase sistem emisi agar lolos pengujian. VW dikenakan denda 18 miliar dolar dan kalah dalam kesepakatan untuk membuat mesin F1 bagi tim Red Bull. Red Bull pun tak ingin mengambil resiko bermain dengan bola panas.

- Pembalap kawakan Red Bull berasal dari tim junior mereka.Seperti disebutkan di atas, Red Bull memiliki tim junior berusia remaja yang sudah didirikan jauh sebelum mereka membeli tim F1. Pembentukan liga junior ditujukan untuk menemukan pengemudi pada usia dini, dan dilatih untuk menjadi pembalap papan atas. Sejumlah pembalap kenamaan yang berasal dari tim junior diantaranya Sebastian Vettel, Daniel Ricciardo, dan Daniel Kyvat.

- Aston Martin Red Bull Racing.Tim ini secara umum memang dikenal dengan sebutan Red Bull Racing, tetapi banyak yang tak menyadari bahwa nama lengkap mereka adalah Aston Martin Red Bull Racing. Nama ini disematkan sejak 2018, dimana Red Bull membuat kesepakatan dengan automaker terkait. Kemitraan antar kedua belah pihak meliputi insinyur dan desainer untuk membuat kendaraan F1, termasuk jajaran kendaraan pribadi Aston Martin. Yaps, hal ini tentu saja membantu kedua belah pihak secara finansial dan bekerja sama untuk mewujudkan impian mereka.
- Tim Red Bull awalnya dikenal sebagai Jaguar Racing.Tim yang kini kita kenal sebagai Red Bull Racing secara resmi dikenal sebagai Jaguar Racing sebelum mereka menjualnya pada tahun 2004. Menurut BBC Sport, tim ini awalnya dimiliki oleh Ford, dan akhirnya tim mereka dijual dengan harga satu juta dolar. Pemilik baru diharuskan menginvestasikan 400 juta dolar ke dalam tim selama tiga musim Grand Prix berikutnya. Red Bull memutuskan untuk mengambil kesempatan, dan itu terbayarkan ketika tim mereka berhasil naik ke podium berkali-kali.
- Limited edition minuman Red Bull.Wajah Daniel Ricciardo terpampang di bagian depan sejumlah kaleng minuman Red Bull pada tahun 2018. Para penggemar dapat memindai kode pada aplikasi Snapchat, dan menggunakan filter “smile like Daniel”. Setelah itu mereka diminta untuk mengirimkan foto atau video kreatif dan para juri akan memilih pemenang. Menurut situs web Red Bull, pemenang menerima dua tiket grandstand premium, dua tiket pesawat, akomodasi untuk dua orang, 500 dolar minuman dan makanan, “meet and greet” dengan Daniel, dan pembalap lainnya.

- Factory tour.Pabrik Red Bull yang bermarkas di Milton Keynes, UK, ini memang tidak terbuka untuk umum tetapi para tamu undangan diberi kesempatan melihat display mobil balap Red Bull. Mereka juga menawarkan paket wisata pabrik dengan biaya 250 pound sterling untuk melihat semua fasilitas yang tersedia di pabrik Red Bull.

