Connect with us

Did You Know?

10 Tips Dasar Mengemudi Mobil 4X4 Buat Pemula

Kerja keras bagaikan kuda, mungkin itu ungkapan tepat untuk merangkum hari kerja anda dari Senin hingga Sabtu. Beruntung bagi kalian yang hanya lima hari kerja, lumayan dapat libur dua hari. Biasanya apa yang dilakukan untuk menikmati weekend kalian? Buat yang sudah menikah pastinya menghabiskan seharian bersama keluarga, buat yang masih single mungkin sibuk cari pasangan hidup atau mengejar karir.

Offroad bisa jadi pelarian positif bagi kalian yang tertantang menguji adrenalin. Yaps, jaman terus bergulir, offroad yang tadinya hanya sebuah hobi beralih menjadi gaya hidup. Offroad memang erat kaitannya dengan dunia pria, tetapi sah-sah saja lho jika kalian offroad dengan mengajak serta keluarga. Jadi bukan kaum pria saja yang senang-senang, tetapi keluarga anda juga layak mendapatkan petualangan baru dengan yang namanya offroad.

Tetapi apakah anda cukup memiliki skill dalam mengemudi mobil offroad? Kemampuan, keterbatasan diri dan mobil anda adalah hal terpenting ketika anda mulai melakukan perjalanan dengan mobil 4×4 anda. Sayangnya di Indonesia, (setahu saya) belum ada wadah resmi untuk belajar mengemudi mobil offroad. Seharusnya kita bisa mencontoh negara lain yang menyediakan jasa dibidang itu seperti Namibia 4×4 Off-Road Academy, 4×4 Offroad Academy, Australian Offroad Academy dan lain sebagainya. Harapannya semoga saja akan bermunculan kursus mengemudi mobil 4×4 bersertifikat, seperti halnya kursus mengemudi mobil biasa yang berjamuran. Btw, berikut FnL punya tips dasar mengemudi mobil 4×4 untuk pemula.

1. Kenali mobil anda.

Sebelum memulai perjalanan offroad, vital untuk mengetahui karakter kemampuan dan keterbatasan mobil anda. Perlu diperhatikan sudut, departure angle, ground clearance dan ketinggian maksimal kedalaman air mobil anda. Banyak varian mobil 4×4 yang ditawarkan di pasaran, tergantung varian yang anda miliki memungkinkan pengemudi memindahkan mode transfercase antara 2WD, high-range (H) 4WD dan low-range (L) 4WD.

Low-range (L) digunakan dalam kondisi kecepatan rendah dan low-grip yang biasa ditemui saat mengemudi offroad, serta bertindak sebagai gir ganda untuk memberikan ekstra kontrol pengemudi atas kondisi jalan yang tidak pasti. Ada baiknya saat anda mulai menghadapi trek yang dirasa sulit, lebih baik anda menggunakan mode low-range supaya kerja mesin tidak terforsir. Tidak perlu malu bertanya kepada teman anda yang lebih berpengalaman untuk bertanya lebih jauh.

2. Persiapan

Anda dapat membawa segala macam recovery kit untuk membantu anda keluar dari situasi sulit, tetapi mengikuti beberapa tips sederhana dapat mencegah anda masuk jebakan. Cek cuaca sebelum anda berangkat, karena hujan lebat dapat mengubah kondisi trek secara drastis. Tidak ada salahnya membawa sepatu cadangan untuk dipakai berjalan di air/ sungai saat anda mengecek kedalamannya sebelum melewati lebih jauh.

 3. Pelan tapi pasti.

Semakin pelan anda mengemudi, akan semakin mudah. Artinya, jangan melaju terlalu cepat saat anda melewati obstacle yang tidak biasa anda hadapi, bahkan sebelum anda memindah mode penggerak empat roda. Memilih kecepatan tinggi bukan berarti anda terbebas dari obstacle.

 4. Keep calm and think first

Apa yang akan anda lakukan dalam situasi panik? Biasanya lepas kontrol dan parahnya justru kondisi semakin runyam. Solusinya adalah santai, tarik nafas dalam-dalam dan pikirkan trik lolos dari obstacle. Jika anda mengambil waktu beberapa detik untuk berpikir, maka anda akan membuat keputusan yang tepat. Ingat kalian masih dalam tahap belajar, bukan sedang berkompetisi menjadi pemenang, nikmati setiap proses selama perjalanan.

 5. Kenali teknologi mobil anda.

Jaman yang semakin modern menawarkan banyak pilihan mobil 4×4 dengan segala kecanggihannya, ditambah faktor kenyamanan yang juga menjadi prioritas. Mobil 4×4 terbaru menyodorkan teknologi keamanan dan sistem 4WD yang memudahkan anda melewati medan offroad yang lebih praktis, seperti sistem ABS dan Hill Descent Control (DSC). Pastinya sensasi offroad antara pemula yang ‘kekinian’ dan para ‘dedengkot’ offroad akan berbeda lantaran belum mengenal teknologi ini pada era 70an.

Teknologi mobil 4×4 telah berubah dan berevolusi begitu besar. Saya yakin semua orang pasti setuju perkembangan teknologi semakin memudahkan manusia dalam berkegiatan, tetapi menurut pandangan saya bukan berarti anda tidak membutuhkan skill offroad meskipun anda menggunakan mobil 4×4 secanggih apapun.

6. Posisi mengemudi.

Menempatkan kedua ibu jari dan semua bagian jari tangan anda diluar lingkar kemudi adalah wajib dilakukan supaya terhindar dari cidera saat stir tertarik ke salah satu sisi saat offroad. Duduklah dalam posisi tegak lurus dengan memegang stir yang longgar, ini ditujukan agar anda mengemudi dengan nyaman dan relaks. Pastikan anda menggunakan sabuk pengaman yang benar.

 7. Waspada air/sungai.

Sangat penting mengecek kedalaman air dan mengamati seberapa deras aliran air sebelum anda menyeberangi sungai. Poin ini tidak hanya berlaku untuk pemula, bahkan offroader senior pun masih konsisten melakukan hal serupa demi keselamatan. Disarankan anda berjalan menyeberang menyusuri jalur sungai yang akan dilewati, selain tahu kedalamannya anda dapat menemukan obstacle seperti batu dibawah permukaan air.

Setelah dipastikan aman untuk masuk, kemudikan secara perlahan dan mempertahankan kecepatan konstan dalam air. Serta sangat penting untuk menurunkan kaca jendela, jika terjadi hal diluar dugaan anda masih bisa lolos dari jendela. Kedalaman maksimal saat menyeberang sungai adalah sekitar 50cm dari setengah diameter ban mobil. Itulah mengapa anda perlu mengenali spesifikasi mobil yang anda tunggangi.

 8. Jangan pergi sendirian.

Sangat bijaksana untuk membawa support car/ mobil 4×4 cadangan apalagi jika anda tidak terlalu memahami karakter area tersebut, minimal mengajak teman anda yang lebih piawai dalam dunia offroad. Bahkan perjalanan singkat bisa menjadi mahal jika anda membuat kesalahan. Anda tidak dapat memperkirakan segala sesuatu yang mungkin salah, bayangkan jika mobil anda mengalami kerusakan, stuck atau yang paling parah kecelakaan, dengan adanya support car akan sangat membantu.

 9. Tekanan angin ban.

Turunkan tekanan ban mobil sebelum memasuki jalur offroad, ini akan sangat meringankan saat anda melewati tanah berlumpur atau berawa, juga membantu mencegah tusukan ban dari batu tajam. Dianjurkan tekanan keempat ban 100 persen diturunkan menjadi 75 persen, namun perlu diingat dua aspek yakni bobot mobil dan jenis velg yang digunakan. Untuk bobot mobil 3-4 ton dengan velg beadlock biasanya menggunakan tekanan 15-20 PSI, jika velg biasa 20-25 PSI dan jika trek offroad cenderung light gunakan tekanan 25-28 PSI.

 10. Melatih insting.

Theory is everything but practice makes perfect, belajar teori itu penting tetapi praktek akan semakin melatih skill dan feeling anda. Sebagai pemula sebaiknya mengasah skill di jalur offroad yang sudah ada, baru nanti jika sudah naik level anda bisa menjajal trek dengan kelas medium lalu ekstrim di alam liar.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect