Saat ini pecinta Jeep Wrangler JK di Tanah Air tampaknya mulai berpaling ke adik ‘bontotnya’, tak lain adalah Wrangler JL yang kita kenal sebagai generasi Wrangler keempat. Yaps, sebentar lagi ‘demam JL’ akan semakin ramai merajai jagad 4×4. Wrangler JL pertama kali dipamerkan di Los Angeles Auto Show pada tahun 2017, sementara di Indonesia dirilis setahun setelahnya meskipun varian lengkap baru hadir tahun lalu.
Kehebatannya sebagai kendaraan offroad selalu menjadi highlight pada sebuah topik bahasan, tetapi apakah Wrangler JL memang bisa diandalkan? Cuma kalian para pemilik JL yang bisa menjawabnya.
Well, menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) ada sejumlah ‘penyakit’ yang menjangkiti Wrangler JL model 2018 dimana tercatat sebanyak 1031 komplain yang telah dilaporkan. Komplain yang paling banyak mendapat sorotan adalah masalah steering, struktural kendaraan, dan sistem kelistrikan. Seperti apa detailnya? Cekidot.

Steering
Kecakapan soal handling memang cukup penting bagi sebuah kendaraan, tetapi Jeep mungkin telah mengabaikan aspek mendasar dari kendaraan ini ketika mereka mulai memperkenalkan Wrangler JL model 2018. Seharusnya brand besar sekelas Jeep mampu mengatasi hal semacam ini.
Ketika anda mencoba klik google dengan keyword ‘Wrangler JL problems’, anda akan menemukan forum atau situs web apapun yang menyebutkan bahwa komplain teratas adalah masalah steering atau kemudi yang tidak stabil, terutama di jalan bebas hambatan.
Seorang pemilik berinisial NM melaporkannya ke NHTSA yang berbunyi, ”Stir longgar dan kendaraan seperti melayang saat mengemudi, tak dapat mempertahankan garis lurus tanpa koreksi steering yang konstan. Sangat terasa saat melaju di jalan bebas hambatan, kendaraan tetap melayang ke kanan atau kiri setelah stir diluruskan.”
Berlanjut keluhan dari pemilik lainnya, “Setelah membelinya dan keluar dari dealer, sesampai di jalan bebas hambatan rasanya seperti mengemudi di atas es. Sangat berbahaya untuk dikendarai.”

Pemicu dari masalah ini diduga karena pengelesan steering shaft yang kurang baik. Yaps, komponen yang dimaksud adalah untuk menghubungkan steering wheel ke girbok. Jika sepenuhnya gagal, maka steering akan hilang kendali. Itu sebabnya Jeep melakukan recall sebanyak 504 unit Wrangler JL karena masalah ini dan meminta dealer terdekat untuk mengganti batang shaft.
Berikut adalah beberapa komplain aktual yang tercatat di laman NHTSA seputar masalah steering Wrangler JL keluaran 2018:
– Steering merupakan spot mematikan dimana input steering menghasilkan nol resistensi atau perubahan steering. Saya hanya dapat memutar stir setidaknya 2 inci dengan reaksi nol dari kendaraan ini, baik saat berakselerasi maupun tidak bergerak. Pada kecepatan tinggi, ini sangat menakutkan bukan kepalang seperti mengemudi truk atau jeep tahun 70-an. Ini benar-benar berbahaya, bayangkan menempuh kecepatan 60 mph di jalan dua arah dan berpapasan dengan kendaraan besar, arah kemudinya sulit untuk diprediksi. Masalah ini sudah terdokumen di jlwranglerforum.com tanpa ada upaya nyata dari Jeep.
– Steering JL Rubicon terlalu goyang, sangat sulit mempertahankan kendaraan tetap lurus terutama di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Seakan tidak ada komponen yang menjaga ban depan supaya tetap lurus, ayunannya sangat menakutkan.
– Saya hanya melakukan sedikit putaran stir di kecepatan 70 mph dan mempertahankan posisi konstan. Saat saya membawanya ke dealer, mereka bilang semuanya berjalan normal, alhasil tidak ada perbaikan sama sekali. Pemilik lain mungkin akan segera berpaling jika Jeep tidak segera melakukan tindakan.

Struktural kendaraan
Apakah robot pengelesan di pabrik Jeep dinilai lemah? Ini karena Wrangler tidak hanya bermasalah pada pengelasan steering, namun juga berlaku pada framenya. Tak mengherankan jika banyak pemilik jeep komplain atas hasil produksi yang buruk.
Pemilik Wrangler berinisial IL menuliskannya ke NHTSA, “Saya segera mengecek kolong Wrangler setelah mendengar pemilik lain mengeluh tentang pengelasan yang buruk. Benar saja, lasannya mengerikan. Seorang teknisi servis Jeep mengatakan kepada saya bahwa tidak mungkin kondisi seperti ini bisa keluar dari pabrik. Sampai sekarang, Jeep belum melakukan apa pun untuk saya. Merasa sangat tidak aman di kendaraan ini, saya harap Jeep segera melakukan recall karena saya bukan satu-satunya yang komplain terhadap isu ini.”

Yaps, sebagian besar pemilik mengeluh karena lasan yang buruk di sekitar track bar, dimana termasuk komponen suspensi yang vital. Jeep telah melakukan penarikan terkait frame tetapi tampaknya karena isu yang berbeda. Pihak Jeep menjelaskan kekhawatiran terhadap korosi pada frame bagian kiri belakang, dimana rentan menyebabkan kursi belakang terlepas jika terjadi kecelakaan.
Sementara keluhan lain terkait frame Wrangler di laporan NHTSA sebagai berikut:
– Banyak lasan di frame termasuk bagian track bar yang berpori. Pengelasan track bar yang memprihatinkan akan menyebabkan pengemudi kehilangan kendali, sehingga beresiko tinggi kecelakan dan cedera.
– Pengelasan Wrangler JL di frame sekitar komponen utama benar-benar buruk dan perlahan akan merusak poin koneksi utama pada komponen suspensi. Ini akan menjadi bencana saat mengemudi di bawah kondisi normal. Diperlukan investigasi oleh NHTSA dan recall dari Jeep.

Sistem Kelistrikan
Kendaraan jaman sekarang termasuk tanpa ‘embel-embel’ Jeep — penuh dengan elemen elektronik. Itu bukan masalah besar ketika teknologinya bekerja dengan baik, tetapi jika tidak, itu akan sangat merepotkan konsumen.
Sebagai contoh datang dari pemilik berinisial CO yang menulis keluhannya, “Radio 5-inci pada Wrangler JLU Sport milik saya belakangan ini menjadi sangat panas. Setelah di update, radio malah tidak bisa dimatikan.” Radio, mungkin fitur ini terdengar sepele dan sederhana, meskipun bukan masalah keamanan namun cukup membuat pemilik terganggu.
Namun masalah kelistrikan satu ini tergolong membahayakan keselamatan pengemudi yang berinisial WI, “Cruise Control aktif di sekitar 55 mph, saat saya harus mengerem karena kondisi lalu lintas, fitur ini tetap aktif, kemudian saya harus menginjak rem sangat dalam sampai akhirnya kendaraan berhenti. Saat saya membawanya ke delear, mereka tidak dapat menemukan kesalahan apapun.”
Untungnya, masalah Cruise Control segera ditangani oleh Jeep dengan melakukan recall. Pihak Jeep me-reflash komputer utama kendaraan termasuk modul kontrol powertrain.

Malfungsi sistem kelistrikan Wrangler 2018 lainnya juga terlapor di NHTSA, antara lain:
– Kendaraan tiba-tiba mogok di jalan tol dan berhenti begitu saja tanpa alasan yang jelas, lalu sulit di starter. Beberapa hari kemudian, kamera dan radio mati total dan tiba-tiba menyala sejam kemudian lalu mati lagi. Dealer sempat memperbaiki sistem infotainment. Sebulan kemudian, masalah serupa terulang lagi, kendaraan mendadak mati. Sebulan setelahnya lagi, peringatan battery charge menyala dan dealer mengganti alternator baru. Rasanya masalah tak kunjung usai, kemudian saya mengirimkan komplain ke FCA.
– Kamera cadangan tidak berfungsi, awalnya putus-putus dan sekarang mati total. Tulisan di layar mengatakan “tidak ada koneksi ke kamera cadangan’.
Well, apakah diantara kalian pernah mengalami hal serupa diatas? Tulis di kolom komen ya guys.

