Semua orang juga tahu ntuk memanaskan mobil tidak dijemur dibawah terik matahari, tetapi dengan menyalakan mesinnya. Memang semua orang tahu bagaimana cara memanaskan mobil, tapi apakah sudah benar? karena kalau cara memanasinya tidak benar, justru bisa jadi pemborosan dan kurang efektif dalam menaikan suhu mesin. Ada beberapa point penting antara lain:
1. Sebelum menyalakan mesin, pastikan indikator dashboard aman

Ini mungkin terkesan sepele, tapi kita tidak tahu apakah didalam mesin ada masalah terkait elektrikalnya atau tidak. Biasanya kalau ada masalah seputar kelistrikan mesin, maka ada indikator pada dashboard yang menyala. Tapi indikator tersebut tidak langsung menyala, saat kita putar kunci kontak ke ON maka semua indikator akan menyala sekitar beberapa detik baru semuanya mati. Saat akan memanaskan mesin, jangan langsung start seusai memposisikan kunci ke ON. Tapi tunggu hingga semua indikator mati, kalau semua indikaor tidak ada yang menyala maka kelistrikan mesin aman anda bisa langsung hidupkan mesin.
2. Durasi saat memanaskan mesin

Yang kedua terkait lamanya proses pemaasan mesin ini, kalau ditanya berapa lama mesin mobil dipanaskan? jawabannya pasti relatif karena proses termodinamika setiap mesin mobil juga berbeda-beda, ada yang cepat ada pula yang lambat. Untuk memposisikan mesin dalam suhu kerjanya, sebenarnya anda bisa menggunakan kipas radiator sebagai acuannya. Kalau kipas radiator belum berputar, maka tandanya mesin masih dalam proses warm up. Tapi kalau kipas radiator sudah berputar itu tandanya mesin sudah mencapai suhu kerja.
3. Pakai AC atau tidak ?

Usahakan kalau anda sedang memanaskan mesin, AC tidak dihidupkan. Alasannya, saat AC dinyalakan maka kipas radiator pun akan berputar, kalau kipas radiator berputar proses pendinginan mesin juga berjalan padahal mesin baru saja mau dipanaskan. Sehingga untuk mempercepat proses pemanasan mesin, jangan dulu hidupkan kipas radiator. Tapi kalau anda akan mengecek apakah kipas radiator hidup atau tidak, anda bisa hidupkan AC. Kalau kipas radiator hidup, berarti sistem pendingin mesin harusnya berjalan dengan normal pula.
4. Tidak perlu digas, biarkan idle

Mengapa tidak boleh digas ? alasannya saat mesin baru hidup, sirkulasi oli didalam mesin belum 100% melumasi semua bagiannya. Sehingga kalau digeber dalam kondisi seperti ini, komponen dalaman mesin bisa cepat aus. Sehingga saat memanaskan mesin, cukup biarkan pada idle RPM saja. Standar RPM mobil injeksi sekitar 8.000 RPM tidak dengan AC. Tapi kalau AC nyala, RPMnya bisa tembus 9.000
5. Memperhitungkan tekanan bahan bakar

Khusus untuk mobil injeksi yang tidak dinyalakan dalam waktu lebih dari sebulan biasanya tekanan bahan bakarnya drop. Padahal tekanan bahan bakar inilah yang membuat bensin bisa tersemprot keluar dari injektor, kalau tekanannya drop maka bensin tidak keluar dari injektor sehingga mesin susah hidup saat start pertama.

Solusinya, sebelum anda menyalakan starter mobil anda harus memutar kunci kontak ke posisi ON dan OFF bolak balik minimal 3 kali. Ini dilakukan untuk memicu agar fuel pump bekerja lebih untuk menaikan tekanan bahan bakar.

Saat kita memutar kunci ke ON, maka fuel pump otomatis bekerja selama sekitar 3 detik. Ini akan menaikan tekanan bahan bakar, tapi kalau dilakukan sekali mungkin tekanannya kurang sehingga anda perlu memutar kunci ke ON/Off selama 3 kali agar fuel pump bekerja lebih lama.

