Toyota Highlander merupakan salah satu kendaraan yang sangat penting bagi merk raksasa asal Jepang terutama untuk pasar Kanada secara keseluruhan. Sudah bukan rahasia umum lagi SUV ini sangat populer dan salah satu best-seller diantara best-seller dikelasnya.
Hadirnya generasi baru berarti adanya peningkatan di setiap sektor dimana kendaraan yang lebih baik adalah berita baik bagi pembelinya. Toyota Highlander 2020 menyuguhkan ruang yang lega dengan kursi 3-baris, jika anda termasuk keluarga yang beranggotakan 6-7 orang, maka dapat dipastikan bahwa Highlander masuk dalam daftar anda. Berikut 5 hal menarik dari Toyota Highlander 2020 layak anda pertimbangkan sebagai kendaraan keluarga berikutnya:

1. 405 freeway atau sebut saja jalan tol yang dikenal oleh penduduk Los Angeles sebagai ‘tempat parkir terpanjang di dunia’ adalah sebuah potret lalu lintas yang buruk lantaran traffic jam yang tergolong parah. Lalu apa hubungannya dengan Toyota? Yoshikazu Saeki selaku chief engineer Highlander punya jawabannya.
“Bukit, tikungan, sudut, hambatan,” ujar Saeki. Yaps, menurut Saeki jalur 405 dirasa memiliki semuanya. “Anda harus merasa aman dan percaya diri saat mengemudi, terlebih dengan kecepatan tinggi saat berjarak beberapa inci melintasi dinding beton”.

Highlander dirancang untuk perjalanan khas 405, menawarkan kemampuan berakselerasi, mengarahkan responsif tanpa menjadi gugup, meningkatkan kepercayaan diri pengemudi saat melintasi tikungan dan menyodorkan keamanan dalam berkendara. Sebelumnya prototipe Highlander diuji di jalur 405, seperti kata Saeki, “Sangat sulit menyelesaikan produk di fasilitas R&D”.
2. Pada Toyota Highlander 2020 anda akan menemukan pedal akselerator bottom-hinged yang biasa digunakan pada mobil Eropa dan menjadi semakin populer di mobil buatan Asia dan Amerika. Tim Highlander menghabiskan banyak waktu pada kurva akselerator untuk memastikan bahwa respon tenaga di setiap perubahan posisi pedal sesuai dengan apa yang diinginkan pengemudi. Dalam kondisi tertentu, pengemudi cenderung menginjak pedal lebih keras dan membuang lebih banyak gas. Tim Highlander mengklaim bahwa pedal bottom-hinged memberikan respon yang lebih sesuai dengan apa yang diharapkan pengemudi, seperti halnya berlaku pada mobil berplatform TNGA lainnya.

3. Banyak produsen mobil mencoba mendadani mobil keluarga mereka dengan nuansa offroad tetapi yang jelas bukan Toyota. “Kita tidak bisa mendandani mobil menjadi sesuatu yang bukan miliknya,” cetus Jack Hollis, grup VP dan general manager divisi Toyota. Hollis menegaskan bahwa tidak berarti Highlander adalah kendaraan yang membosankan. “Mendandani kendaraan jadi lebih menarik beda halnya dengan menjadikannya sesuatu yang bukan semestinya,” cetusnya.
“Para pelanggan menginginkan ruang untuk kursi mobil dan papan selancar. Mereka mencari kendaraan serba guna. Saya ingin memberi keserbagunaan yang mereka butuhkan di jalan,” kata Hollis. Tentu saja, Toyota berada di peringkat yang lebih baik diantara kebanyakan produsen mobil untuk melakukan hal tersebut. Sebut saja 4Runner dan Sequoia SUV body-on-frame yang memang handal di jalur offroad dan itu terbukti.

4. Highlander terbaru menggunakan platform TNGA yang sama dengan RAV4 dan Camry diantara model Toyota lainnya, tetapi yang terpenting produknya tidak menggunakan drive yang sama. Highlander memiliki kelincahan RAV4 sekaligus memberikan nuansa yang lebih premium. Lantas pertimbangan apa yang menjadikan Highlander masuk dalam platform TNGA?
Saeki menjelaskan, “Pada platform apapun terdapat rentang. Dalam cakupan rentang ini, anda dapat mencapai pengalaman berkendara yang berbeda tanpa trade-off. Jika suatu produk dikembangkan pada batas jangkauannya, berarti ada trade-off. Pengembangan kendaraan dulunya memberlakukan hal ini. Kali ini kami memastikan ada lebih banyak kelonggaran yang lebih luas, sekarang hanya soal membumbui varian yang berbeda”.

5. Adapun SUV compact adalah segmen terkuat di industri otomotif saat ini, Highlander membuktikan bahwa Toyota tidak membenamkan sumber daya dalam jumlah yang tidak sebanding ke dalam RAV4. Jack Hollis mengakui bahwa RAV4 memiliki penjualan yang lebih bagus dengan margin yang signifikan, “Tetapi anda akan melihat pertumbuhan yang sama antara dua kendaraan tersebut. Mungkin lebih untuk segmen Highlander”. Karena alasan itulah Toyota terus berinvestasi di segmen kendaraan lain seperti Avalon, Camry, Corolla, dan Yaris.

Rencananya Highlander 2020 akan dibangun di Indiana dan akan diekspor 18 negara. Well, kita tunggu saja kabar baiknya di Tanah Air.

