Banyak merk winch kenamaan yang dijual di pasaran seperti Superwinch, Warn, X-Bull, Smittybilt, dan Off-road Boar meskipun beberapa merk terdengar asing di telinga anda. Buat kalian yang berencana membeli winch atau baru pertama kali, mungkin terlihat rumit dalam memilh winch yang cocok buat recovery tunggangan 4×4 anda. Kuncinya hanya satu, tergantung pada kebutuhan anda. Kalau soal budget pastinya kalian sudah menyiapkan anggaran.

Beberapa merk yang saya sebutkan diatas biasanya memiliki segmen pasar tersendiri. Misalnya Superwinch LT2000 adalah winch dengan anggaran yang lumayan terjangkau, Smittybilt 97495 XRC adalah winch untuk penggiat offroad kelas medium, dan Warn biasanya menjadi winch andalan berlevel heavy-duty. Oleh karena itu, sebelum anda membeli winch ada 5 hal yang layak anda ketahui seputar winch, sekaligus bisa jadi pertimbangan utama dalam memilih winch yang tepat sesuai kebutuhan anda:
1. Rated Line Pull/ Kapasitas Winch

Rated Line Pull (RLP) pada dasarnya mengukur kekuatan/kapasitas tarik winch yang direpresentasikan dalam satuan pon atau kilogram. Kekuatan tarik tali/sling dan kapasitas mekanik winch diuji untuk menentukan tingkat kinerja winch. Sejumlah merk winch menawarkan RLP lebih dari 13.000 pon, sementara batas bawah rata-rata berkekuatan 2.000 pon. Berapa daya tarik yang dirasa pas untuk tunggangan anda? Nah, caranya adalah berat kotor kendaraan dikalikan 1,5 untuk menentukan daya tarik yang ideal untuk kendaraan anda.
2. Winch Elektrik VS Hidrolik

Perbedaan utama antara winch elektrik dan hidrolik adalah pada sistem kerja. Dengan winch hidrolik, anda dapat menggunakannya tanpa henti selama mesin menyala, sedangkan winch elektrik memiliki power yang lebih besar bahkan dalam kondisi mesin mati, meskipun hanya lima menit.

Memang winch hidrolik tidak populer di kalangan penggiat offroad khususnya di Indonesia lantaran winch jenis ini ideal untuk kegiatan komersial berskala besar seperti pertanian, peternakan dan aplikasi tugas berat lainnya. Adapun demikian ada juga winch bermerk Mile Marker yang memproduksi winch hidrolik khusus 4×4. Pada dasarnya winch elektrik terbagi menjadi dua yakni winch Tidur dan winch Berdiri, akan tetapi winch Tidur biasanya dipakai oleh para pemula karena speed relatif lebih lambat dibanding winch Berdiri. Untuk penggunaan SUV 4×4, winch elektrik lebih ideal.
3. Sling Baja VS Tali Plasma

Anda patut mengetahui jenis tali/ sling yang akan anda gunakan, daripada salah membeli. Sling baja terdiri dari untaian kawat karbon baja, meskipun ongkos produksinya terbilang murah namun tahan terhadap panas dan abrasi. Ukuran 7X19 adalah sling baja yang paling umum digunakan, terdiri dari 19 helai kawat karbon baja yang terikat dalam tujuh bundel. Sling baja memiliki kelemahan yakni sangat berat dan relatif berbahaya. Misalnya terjadi insiden diluar dugaan, jika tetiba sling lepas dari winching point akan terlempar ke orang-orang sekelilingnya yang menyebabkan cedera parah. Yaps, kasus serupa pernah terjadi.

Tali plasma atau juga disebut tali sintetis memang lebih populer di dunia offroad lantaran dirasa lebih fleksibel dari segi keamanan, bahan solid dan ringan — misalnya tali plasma dengan panjang 120 kaki hanya berbobot 5 pon atau sekitar 2,3 kg sementara sling baja dengan panjang yang sama beratnya mencapai 28 pon/ 12,7 kg. Tali jenis ini diklaim lebih kuat ketimbang sling baja. Jika anda sudah terlanjur menggunakan sling baja, nggak perlu khawatir, produsen menjual tali plasma secara terpisah jika anda merasa perlu menggantinya.

Setelah memilih tali/ plasma untuk winch anda, panjang tali merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan. Tentunya makin panjang tali memberi jangkauan lebih jauh ketimbang tali pendek. Tetapi jika tali dirasa terlalu panjang, bisa jadi malah kalian repot sendiri akibat ikatan talinya ‘semrawut’ atau tertekuk. Untuk alasan ini pada umumnya penggiat offroad lebih memilih tali dengan panjang 50 kaki/ sekitar 15 meteran, biasanya dilengkapi dengan strap winch untuk menambah jangkauan.
4. Motor

Kerja winch mengandalkan motor penggerak untuk memutar drum yang berada di dalam gulungan. Prinsipnya, winch elektrik menggunakan dua jenis motor yakni Permanent Magnet (PM) dan Series Wound (SW). Motor PM masuk dalam kategori light-duty dan lebih murah jika dibandingkan dengan motor SW. Motor SW diklaim lebih awet, praktis dan lebih kuat menghasilkan 10-15 persen daripada motor SW, jenis ini lebih toleran terhadap panas dan tidak kehilangan daya dalam kondisi dingin.
5. Gear Train

Motor penggerak mengirimkan dayanya ke gear train, dimana fungsinya menerima kekuatan yang menghasilkan putaran drum untuk menarik atau melepas beban. Pada motor winch biasanya memanfaatkan tiga jenis gear train, diantaranya:

- Spur Gear: Didalam motor winch yang mengandalkan gir ini biasanya tersemat sepasang spur gear. Gigi yang lebih besar terpasang pada poros motor sementara yang lebih kecil dipasang pada poros winch. Spur gear memiliki efisiensi 75 persen beroperasi dengan gesekan rendah namun menghasilkan gerakan cepat. Teknologi ini tertuang pada Warn 8274-50 versi lama.

- Planetary Gear: Sistem ini dianggap sebagai standar gir winch dan yang paling umum dipakai. Saat ini hampir semua winch premium mengandalkan planetary gear karena desainnya yang ringkas, ringan dan harganya terjangkau. Planetary gear memiliki efisiensi 65 persen, menghasilkan kekuatan yang cukup cepat, halus dan mampu menarik beban yang cukup besar. Satu kelemahannya adalah sistem rem internal yang cenderung cepat panas.

- Worm Gear: Sistem gir satu ini dianggap jadul ketimbang spur gear lantaran performanya yang lambat apalagi ketika menarik muatan yang cukup besar. Secara mekanis, sebenarnya sistem worm gear dirasa lebih kuat dan memiliki desain sederhana ketimbang jenis gir lain. Meskipun demikian, sejumlah produsen winch sudah meninggalkan sistem ini, bahkan ada juga yang mengkombinasikan antara worm gear dan spur gear untuk menghasilkan kapasitas beban dan sistem rem internal yang lebih baik. Akan tetapi ada pula produsen winch yang masih mempertahankan sistem worm gear ini, seperti Ramsey, Pierce, dan Superwinch.

