Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Did You Know?

9 Prinsip Dalam Memodifikasi Kendaraan Overland

Spesifikasi dan modifikasi kendaraan kompetisi maupun adventure offroad tentu berbeda dibanding kendaraan overland, mulai dari suspensi, sasis, ban, dan faktor pendukung lainnya lantaran memiliki kebutuhan yang berbeda. Yaps memang dalam perjalanannya, overland juga seringkali menemui jalanan offroad, tetapi pada umumnya relatif ringan hingga medium. Soal durasi perjalanan, jelas overland memakan waktu panjang, apalagi jika mengeksplorasi kepulauan dalam negeri sampai mancanegara. Nah, apa sajakah hal prinsip yang perlu diperhatikan dalam memodifikasi kendaraan overland yang benar?

  1. Dalam hal ini meliputi mekanikal, sistem dan variabel pada kendaraan, buatlah kendaraan anda sesederhana dan seandal mungkin. Artinya, meminimalisir sistem dan sebagainya agar kendaraan tetap bisa beradaptasi sesuai kapasitasnya dan bekerja dengan baik disemua kondisi jalan yang anda tempuh. Paling tidak anda harus paham mekanikal pabrikan OEM dan semua jalur sistem yang saling terkait. Masalah yang rentan terjadi justru biasanya mengacu pada modifikasi 4WD aftermarket, kelistrikan dan modifikasi sistem mesin.

  1. Jika overland adalah pengalaman pertama, sudah bisa dipastikan anda bakalan bingung apa saja kebutuhan yang perlu dibawa dan biasanya barang yang tergolong nggak penting justru disertakan. Hal ini akan sangat berpengaruh pada GVWR (Gross Vehicle Weight Rating) atau berat maksimal kendaraan yang sudah ditetapkan oleh produsen. Jaga agar kendaraan seringan mungkin, disarankan beban maksimal tetap dibawah 90 persen dari yang ditetapkan. Selain menjaga mesin dan komponen mekanikal tetap bekerja dengan baik, tentu ini untuk keselamatan berkendara anda. Barang yang anda bawa merupakan cerminan dari pengalaman anda. Semakin berpengalaman, terlatih, dan banyak bepergian, maka semakin sedikit barang bawaan anda, dan semakin sedikit modifikasi yang anda butuhkan.

 

  1. Performa Suspensi. Sistem suspensi, geometri dan handling dengan muatan merefleksikan formula yang tepat. Mengingat ini kendaraan overland, kendaraan harus berkinerja sama baiknya di jalan aspal dan non aspal. Suspensi memiliki peran penting, termasuk pengangkutan muatan, teknikal kinerja all-terrain, dan handling darurat (menghindari tabrakan atau hewan yang melintas). Yaps, suspensi harus kuat dengan shock berkualitas dan komponen yang awet. Anda juga bisa menyetel suspensi sesuai muatan, termasuk panjang dan spring rate serta diimbangi dengan kompresi dan rebound valve.

  1. Pertahankan Mesin OEM. Seringkali kita temui kesalahan paling umum, mesin dibekali lusinan modifikasi seperti perubahan pada ECU, header, cold air intake, turbochager aftermarket, dll. Mungkin ini terdengar ide bagus, tetapi bayangkan jika anda mengalami masalah di tengah hutan atau in the middle of nowhere, mau apa coba? Kasus lain yang sering terjadi adalah swap engine yang dikawinkan dengan transmisi bawaan kendaraan, ini biasanya jadi masalah. Anggaplah jika beberapa komponen mesin OEM dinilai memiliki kelemahan, anda bisa meng-upgradenya atau setidaknya membawa suku cadang.

  1. Meminimalkan Modifikasi Listrik. Terjadinya kebakaran kendaraan biasanya dipicu karena adanya kelalaian atau kerusakan dari dapur pacu, baik komponen mesin dan sistem kelistrikan. Tak ditampik jika jaman yang semakin modern ini kita tak bisa menghindar dari kebutuhan listrik, banyak overlander yang menggunakan barang elektronik untuk mendukung perjalanan mereka sebut saja kamera digital, GPS, smartphone, dan sejenisnya. Lantas tak heran jika mereka memodifikasi kelistrikan kendaraan, tetapi yang paling umum terjadi adalah kesalahan memilih ukuran kabel, sekering dan konektor yang rentan memicu konslet. Tidak ada ruginya ada merogoh kocek lebih untuk mendapatkan komponen sistem kelistrikan yang berkualitas dan layak serta menggunakan aki tambahan untuk melindungi tegangan saat start engine.

  1. Pilihlah ban high-quality dengan tapak atau kembang yang tepat sesuai medan yang akan anda lalui, untuk keperluan overland biasanya menggunakan tipe all-terrain atau A/T. Adapun ada kemungkinan kecil anda akan melalui medan berlumpur namun kebutuhan ban tipe M/T belum sejauh itu. Tapak ban harus sesuai dengan penggunaan dan ukuran yang sewajarnya. Memang nggak ada yang salah menggunakan ban besar jika kondisi menuntutnya, tetapi ingat kendaraan overland harus tetap berkinerja dengan baik di jalur aspal. Bagi sebagian orang, ban A/T mungkin dirasa kurang memuaskan dari segi tampilan yang terlihat agresif, namun ban ini sangat cocok untuk perjalanan panjang dan dinilai sangat baik untuk mixed terrain maupun medan berpasir. Selain itu juga menghemat bahan bakar dan pengemudi pun nggak kelelahan. Disarankan memakai ban dengan load rating diatas GVWR dan pilihlah konstruksi side-wall yang heavy-duty.

  1. Hindari Beban Atap Berlebihan. Kesalahan yang seringkali terjadi adalah menggendong muatan seperti roof tent, ban cadangan, alat dapur, beberapa jerigen air dan BBM di roofrack. Bahkan pemahaman dasar fisika pun akan membuktikan bahwa ide ini sangat berbahaya bagi seisi kendaraan. Jenis beban tersebut memicu sejumlah masalah, diantaranya handling karena adanya peningkatan Center Of Gravity (COG), performa berkendara yang buruk, boros bahan bakar, dan berpotensi merusak atap kendaraan. Disarankan mengemas muatan serendah mungkin dan sedekat mungkin dengan garis tengah kendaraan jika memungkinkan.

  1. Self-recovery. Overland jarak jauh hingga berbulan-bulan pada umumnya dilakukan oleh satu kendaraan saja, dalam hal ini pemahaman soal self-recovery menjadi hal penting. Sebelum nekat melakukan overland, pastikan anda betul-betul menguasai penggunaan 4WD, winch dan peralatan pendukung lainnya. Self-recovery dan skill lebih penting ketimbang modifikasi apapun dimana menjadi bekal saat anda mengalami stuck. Alasannya sederhana, dengan kendaraan sebaik apapun dan pengemudi berpengalaman sekelas Syamsir Alam sekalipun, pasti akan menemui rintangan. Kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan, banyak hal yang tak terduga.

  1. Ini ada kaitannya dengan poin nomor tujuh diatas, luangkan waktu untuk mengikat semua barang di roof rack dengan baik dan pastikan tali terpasang disemua titik. Hal Ini juga berlaku untuk mengamankan semua barang yang tersimpan didalam bagasi, khususnya barang keras atau berat. Bahkan gundukan jalan atau langkan di jalan setapak dapat menyebabkan barang terlempar ke kabin depan dimana rentan mencederai penumpang. Buatlah sekat pemisah antara bagasi dan kabin penumpang dengan tali jaring atau cargo barrier agar barang tidak terlempar ke depan. Alternatif lain untuk menjaga barang tetap ditempatnya, anda bisa menambahkan rak dan laci tetapi hati-hatilah dengan bobotnya.
Comments

Mitsubishi XPANDER AP4 Tampil Perkasa Di Hari Pertama Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Racers

Mitsubishi XPANDER AP4 Kembali Membuktikan Performanya Dengan Menjuarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Rally

KEMBALI PERCAYA DIRI DI PUTARAN KETIGA, GIBRAN BAWA PULANG 4 TROPHY

Karting

SERI 3 KEJURNAS GOKART ESHARK CHAMPIONSHIP

Karting

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect