Masih ingat tentang pernyataan pak Gunawan selaku ketua Genta Auto & Sport pada seri terakhir Kejurnas Slalom 2015 Purwokerto? Penyelenggara merencanakan regulasi baru yang rencananya akan berjalan 7 seri selama tahun 2016 dengan sistem One Make Tire (OMT). One Make Tire adalah peraturan dimana para peserta slalom diwajibkan menggunakan ban dengan satu merek saja, yang telah ditentukan oleh promotor. Regulasi ini tidak lain adalah salah satu bentuk ucapan terima kasih promotor terhadap sponsor yang telah ikut serta dalam mensukseskan slalom di tahun 2015. Namun hal itu masih belum dapat dipastikan karena seperti yang diucapkan pak Gunawan pada saat yang sama (dulu) Genta Auto & Sport juga tidak menutup kemungkinan untuk membatalkan regulasi tersebut jika ada penawaran lain yang lebih menggiurkan dari brand lainnya.
Memang terlihat sedikit rancu, tapi yang pasti kita semua masih menunggu keputusan promotor sambil menunggu Komisi Slalom PP IMI yang masih menuntaskan regulasi untuk musim balap slalom 2016 yang rencananya akan ada Juara Nasional GRB.
Sambil menunggu kepastian, beberapa pelaku olahraga slalom pun mulai menyiapkan strategi guna menyiasati regulasi baru tersebut. Respon dari beberapa pelaku olahraga slalom pun bervariasi seperti yang dinyatakan oleh Demas Agil saat di FASTNLOW. One Make Tire akan menjadikan persaingan pada slalom musim 2016 merata, karena terdapat persamaan spesifikasi ban yang digunakan pada mobil peserta. Sedangkan jika menggunakan regulasi Open Tire (ban bebas) seperti tahun lalu, persaingan akan terjadi lebih seru dimana para tim balap akan lebih leluasa mengatur strategi terutama masalah penggunaan ban, namun yang jelas akan selalu ada “kejutan” dari setiap pembalap/tim.
“kayaknya jadi, kelas A pake One Make Tire tapi kelas F Open Tire. Ya setuju ngga setuju sih, kelebihannya semua mobil di kelas A bisa fight karena pake ban yang sama. Minusnya ya team yang sudah menandatangani kontrak dengan produsen ban selain ban yang di pakai One Make Tire ya pusing mikir ulang strategi hehe” kekeh Inung BMS (Berdikari Motor Sport) Engine Tuning.
Tak jauh halnya dengan Anjasara Wahyu, dia berujar One Make Tire akan benar-benar menguji performa mobil, skill pembalap dan mekanik mengingat ban merupakan faktor penting dalam race. Sedangkan jika regulasi One Make Tire dilangsungkan, akan menutup kemungkinan brand lokal lainnya dapat menembus pasar otomotif, terutama cabang olahraga slalom (Kejurnas), ditambah para pelaku balap slalom jadi tidak mengetahui keunggulan dari brand lain karena mereka tidak diberi kesempatan untuk mencoba di ajang slalom musim 2016.
Yah.. kurang lebih itu tanggapan mereka. Jadi atau tidaknya OMT ini tentunya bakal membuat kejurnas slalom 2016 tetap menjadi salah satu cabang olahraga otomotif yang paling diminati di Indonesia.

