Drift War 4 2016 sudah berlalu dengan kenangan yang indah bagi sebagian orang. Namun tidak untuk HTJRT. H. Chandra sebagai owner dari tim ini sudah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk kejuaraan perdana drift ini. Mulai dari membangun mobil hingga latihan sudah mereka jalani dengan harapan semua berjalan dengan lancar.

Chandra yang ternyata sudah mengakuisisi mobil Reihan yang bermesin RB25 sejak ADGP akhir tahun lalu jauh-jauh hari sudah berniat akan pol-polan di ajang Drift War ini. Dan benar adanya, dengan menggunakan mobil bertenaga sekitar 330Hp dia selalu melakukan latihan saat ada kesempatan diberikan oleh panitia.

Disaat latihan dia memang benar-benar belajar karakter dari mobil ini, namun di saat latihan awal dia masih kurang puas karena masih belum berhasil nge-drift sesuai dengan line yang sesuai kerena tenaga mesin yang kurang merata di setiap putaran mesin.

Ternyata hal itu dikarenakan NOS tidak bekerja dengan baik. NOS yang sudah disiapkan tidak menyembur dengan sempurna, dan ternyata hal itu dikarenakan NOS Solenoid mengalami kerusakan. Dan setelah itu diganti, NOS dan mesin dapat bekerja dengan baik sesuai harapan Chandra.

Siang hari hingga sore di hari pertama Chandra fokus dengan latihannya, dan malamnya babak Qualifikasi. Hasilnya Chandra harus puas duduk di posisi 11 secara umum dan posisi 4 untuk kelas Rookie dengan total perolehan pon 66 dengan kecepatan rata-rata 80km/jam.

Dan ternyata saat tandem nanti Chandra harus bertarung melawan Zharfan yang tidak lain adalah rekan satu timnya yang dia rekrut untuk memperkuat tim HTJRT Drift ini. Zharfan yang menggunakan (bisa dibilang) mobil yang paling keren diantara seluruh peserta drifting ini hanya memperoleh poin 33 yang duduk diposisi 22.

Sabtu, 16 April 2016 adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Pertarungan antara owner melawan pembalapnya. Chandra sudah memiliki strategi tersendiri untuk melawan Zharfan, nantinya saat Zharfan nge-Lead Chandra akan bermain aman sesuai dengan line dan clipping poin yang sudah di tentukan sedangkan saat dia di depan, dia akan meninggalkan Zharfan sejauh mungkin. “Aku takut nyenggol mobil Rocket Bunny-nya, ngeri” ujar Chandra sambil bercanda.

Dan benar, strategi itu dijalankan oleh Chandra berjalan dengan baik. Selain permainan Chandra yang menurut kami mengalami improve yang cukup baik
mesin SR20DET milik Zharfan sulit menyaingi power RB25 milik ‘pak bos’ ini.

Chandra yang turun dikelas rookie harus melawan Allen Yong yang tergabung dalam Kuja Motorsport. Masih dengan strategi yang sama, Di run pertama Chandra bermain dengan baik dan dapat menempel ketat dengan Allen Yong, namun di run kedua, Chandra yang nge-lead justru sedikit melakukan straight dan tetap meninggalkan lawannya jauh.

Namun, Allen Yong bermain sangat aman. Saat di tinggalkan Chandra dia jurstru santai dibelakang dan fokus dengan line clipping poinnya. Dan hasilnya Chandra kalah dalam perolehan poin. Dan selesai sudah permainnya untuk event kali ini. Namun secara overall permainan Chandra sangat memukau dan agresif.

Akhirnya Chandra harus puas duduk di posisi 4 kelas Rookie.
Kemudian bagaimana dengan rekan HTJRT lainnya?

Akbar Rais yang baru saja membangun mobil BMW E36 dengan mesin 1JZ nya ternyata mengalami masalah pada kaki-kaki depan kanannya. Sejak dar sesi latihan sudah mulai terasa. Begitu pula saat Qualifikasi ditengah jalan dia terpaksa harus keluar dari track karena mobil sulit sekali di kendalikan, walaupun dia masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki kerusakan tersebut dan melanjutkan babak qualifikasi.

Dan puncaknya saat sesi latihan sebelum race dimulai, kaki-kaki kanan E36 Akbar sudah tidak sanggup menahan beban lagi. Alhasil ban masuk ke dalam vender dan coilover pun patah. Untung masih sesi latihan sehingga mobil masih ada waktu untuk di perbaiki.

Karena system suspensi depan baru terpasang tanpa settingan yang tepat, Akbar Rais alias Ucok tetap belum dapat memaksimalkan gaya drifting nya. Hasilnya saat di babak 32 besar melawan Ricko, Ucok kalah telak.

Kemudian Reindy Riupassa yang pernah mengalahkan Amandio dalam sebuah ajang Drift di Malaysia ini harus menelan pil pahit. Mobil Cefiro bermesin 2JZ yang disewa dari Demas Agil mengalami over heat pada saat babak qualifikasi. Dan ternyata mengakibatkan piston mengalami jamming, dan selanjutnya mobil terpaksa harus turun mesin sejak malam itu hingga ke esokan harinya.

Namun tampaknya dewi fortuna sedang tidak mencolek Reindy sehingga hingga waktu dia harus start, mobil masih belum dapat menyala.

Along yang langsung di Import dari Malaysia ini diberi kesempatan oleh Chandra menjadi salah satu ujung tanduk dari HTJRT. Namun ternyata kondisi berkata lain. Along yang turun menggunakan mobil kesayangan Demas Agil “Libas” ini ternyata tidak dapat menyesuaikan diri dengan cepat terhadap mobil ini walaupun mobil sudah di setting mendekati keinginannya.

Tapi memang karakter orang dan mobil berbeda-beda. Sehingga pada event kali ini Along tidak mendapatkan hasil terbaiknya.

Berbeda dengan Wahyu Kumoro atau sering dipanggil Mimo ini justru bermain sangat cantik walau saat latihan di hari sebelumnya dia harus sibuk dengan pekerjaannya. Dengan kendaraan yang di gunakan juga dalam Super Touring ISSOM Mimo mampu memberi perlawanan yang cukup luar biasa.

Terlebih saat bertanding melawan Lucky Reza yang harus mengalami “one more time” sebanyak lima kali di 16 besar. Namun dengan kondisi ban yang sudah menurun jauh Mimo sangat sulit mendapatkan grip yang tepat, jadi terpaksa dengan perolehan poin yang beda tipis dengan Mimo, Lucky berhasil menang dari Mimo.

Sedangkan Zharfan yang tidak mengalami banyak masalah memang harus tunduk dengan kemampuan sang ‘Big Bos’ di 32 besar.
Lajut terus HTJRT Selalu Bahagia Dunia Akhirat.

