Memang prediksi juara dalam kejuaraan GT Radial Indonesia Night City Slalom seri ketiga yang akan diadakan pada 21 Mei 2016 masih sulit ditebak. Terlebih gelaran GT Radial INCS yang diadakan oleh Genta Auto n Sport akan menggunakan sirkuit Manahan kota Solo karena terkenal dengan kesulitannya.
Memang tingkat kesulitan di Manahan, Solo cukup berbeda dengan lintasan yang digunakan dalam INCS. Dilintasan sirkuit Manahan, Solo para slalom seperti terkena sihir sehingga ada bagian yang blind spot, apalagi jika melihat soal lintasan yang telah diterbitkan oleh Genta Auto n Sport.
Dalam GT Radial INCS seri 3, dapat dipastikan persaingan antara jawara slalom nasional di seluruh kelas, termasuk kelas A & F yang dihuni Demas Agil, Herdiko, Valentino Ratulangi, Herdiko, James Sanger, Mico Mahaputra dan Anjasara Wahyu akan memanas.

Terlebih bagi Demas Agil dari tim Nos Fajar Trans yang saat ini menjadi penguasa dalam pengumpulan poin di kelas A & F. “Terus terang dari track record saya selama mengikuti balapan, lintasan di Manahan salah satu tempat yang sulit karena saya belum pernah juara 1 di sini. Tapi untuk tahun ini saya sudah siap secara mental dalam menghadapi seri-seri mendatang, saya menikmati tekanan.”

Selain mempelajari soal lintasan yang telah diberikan oleh Genta Auto n Sport, para peslalom ini mulai untuk menyiapkan kendaraan mereka agar mendapatkan hasil terbaik dalam GT Radial INCS seri 3. Begitu pula dengan tim NFT dan Demas Agil yang akan mendatangkan seorang tuner suspensi Cisco langsung dari Jepang pada akhir Minggu ini.
Berbeda Haji Tjandara Racing Team (HTJRT) dengan manager Arce yang sekaligus sebagai kepala mekanik akan berkonsentrasi pada penyegaran klep dan ring piston agar kompresi menjadi lebih baik.

Sedangkan H. Chandra sebagai pemilik HTJRT yang disambangi dikantornya mengatakan sudah mempersiapkan kejutan untuk menghadapi seri 3 ini. Tapi sayangnya kejutan tersebut masih dirahasiakan agar tetap menjadi ‘kejutan’.
Mayoritas dari seluruh team yang akan berlaga belum melakukan latihan rutin, rata – rata para pembalap lebih memilih untuk berolah raga agar menjaga stamina tubuh mereka. Seperti yang dilakukan oleh Koh Petrus, “Secara pribadi saya mempersiapkan fisik dengan rajin lari pagi karena kendaraan sudah siap tempur,” ujar pembalap yang akan bertarung di kelas B ini.

Jika Koh Petrus hanya memilih rajin lari pagi, Demas Agil memilih menjaga kebugaran tubuhnya dengan gym. “Minimal 2 – 3 kali dalam seminggu saya melakukannya tapi tetap tergantung dengan rutinitas setiap harinya,”ungkap Demas yang dihubungi setelah melakukan gym.
Dalam urusan latihan, HTJRT maupun NFT pun seperti sepakat untuk memilih satu minggu menjelang kejuaraan GT Radial Indonesia Night City Slalom seri 3. Mungkin hal ini dilakukan agar mereka dapat langsung menguji kemampuan mereka yang disesuaikan dengan soal lintasan sehingga akan mudah diingat juga.

