Hercules Slalom Team yang terdiri dari Oldy Ardhana, Addyek RG dan Auddy RG akhirnyapun merger dengan Troupe Brut Industry didalamnya terdapat Dika CH, Anggana OHP dan Ananta OHP. Dan tanpa disangka dengan bergabungnya kedua pihak ini mendatangkan penyandang dana dari Intersport yang akhirnya nama Hercules Slalom Team manjadi Hercules Intersport Troupe Slalom (HITS).
Dapat diakui, pada GT Radial INCS (Indonesia Night City Slalom) Hercules Internasional Slalom Team (HIST) masih sangat minim waktu untuk berlatih. Hal ini lantaran proses perjanjian dengan pihak sponsor baru terjadi pada 2 – 3 minggu lalu. Keadaan ini tentu berdampak pada minimnya persiapan pembalap hingga kendaraan, terlebih setingan suspensi dan mesin yang belum dapat dimaksimalkan.

Namun dengan daya juang seluruh pembalap HIST yang berkobar untuk masuk dalam pertempuran tim papan atas membuat mereka tampil maksimal dan tanpa beban terlihat jelas pada dua heat yang dipertandingkan.

Pada Heat 1, seluruh pembalap HITS tampil cukup mengesankan. Bahkan pada Kelas A, Anggana OHP menduduki peringkat kelima tercepat. Oldy memang hanya diurutan ke 15, sedangkan Auddy hanya diposisi ke 17. Tetapi nasib sial terjadi pada Dika CH setelah menjatuhkan cone sehingga hanya berharap pada keajaiban untuk dapat melaju ke babak final.

Selain Dika CH, 2 punggawa HITS lainnya pun ikutan melakukan kesalahan pada heat 2 kelas A. Anggana OHP dan Oldy Ardhana salah melalui jalur yang disesuaikan dari soal slalom. Keduanya melakukan kesalahan dititik yang sama, dimana mereka menerobos 2 cone terakhir tanpa melaluinya.
Hal yang memprihatinkan juga terjadi pada Ananta OHP, dimana dia harus mengundurkan diri dari perlombaan. Kondisi badan yang terlalu lelah membuat saudara kembar dari Anggana OHP ini kemungkinan terkena sakit demam yang cukup Parah.”Faktor kelelahan yang membuat Ananta harus mundur dari balapan ini,” ungkap Anggana OHP.

Kesalahan yang cukup fatal tersebut disebabkan karena mereka lebih berkonsentrasi dalam pengaturan suspensi untuk menghadapi heat 2 ketimbang membahas soal heat 2. Seperti diketahui soal yang ada sekarang memang membutuhkan ketelitian, kecepatan mobil dan konsentrasi tinggi.
Mobil memang berhasil mengalami perkembangan pesat pada heat kedua, namun apa daya, ternyata bukan hanya mobil yang harus di perhitungkan, konsentrasipun harus di jaga. Namun tidak semuanya mengecewakan, masih ada 2 pembala HITS yang paling konsisten pada kelas A adalah 2 kakak adik – Auddy RG dan Addyek RG yang masih duduk di kelas pemula dan dapat masuk 30 besar di babak final.

Setelah semuanya pasrah dan merasa tidak ada kemenangan pada seri ini, ternyata keajaiban terjadi, walaupun Anggana melakukan kesalahan soal yang mengakibatkan mendapat penalti 5 detik, Anggana OHP masih tetap dapat bertarung di babak final kelas A. Dengan catatan waktunya yang sangat mepet Anggana dengan total waktu 1 menit 35, 510 detik berhasil berada diurutan 29 yang berarti dapat masuk kedalam babak final. Tapi Oldy Ardhana dan Dika CH harus puas duduk di pinggir lintasan menyaksikan final kelas A Umum.
Berbeda dengan kelas A, seluruh pembalap HITS yang mendaftar pada kelas F dapat merasakan perjalanan mulus hingga babak final.

Walau melaju ke babak final di kelas F, Oldy Ardhana terlihat sangat kesal karena perolehan poin untuk seeded B harus turun jauh karena gagal bertarung maksimal di kelas A.

Pada Final kelas A, Anggana OHP seperti tidak dapat terbendung lagi. Start pada urutan kedua langsung memecahkan rekor waktu tercepat pada 42,518 dan catatan waktu itu bertahan sangat lama. Hingga akhirnya Demas Agil ‘pecah telor’ dengan catatan waktu 42,322 dan bertahan hingga akhir. Tanpa banyak drama Anggana yang menduduki posisi 2 kelas A umum ini berhasil membuktikan ke khalayak bahwa Hercules Intersport Troupe Slalom baru ini memang pantas di waspadai.

Sejak awal HITS ingin memang ingin masuk disela-sela pertempuran tim besar. Dan terget itu bukan isapan jembol belaka, walau pun pada kelas F mereka tidak terlalu dapat bermain maksimal karena Brio kelas F yang mereka bawa masih belum dalam kondisi terbaik ditambah setir yang berat, yang kurang cocok dengan soal seperti ini. Sedangkan Anggana OHP hanya bermodalkan mobil kelas A yang powernya tidak sehebat mobil-mobil yang dirancang khusus bermain di kelas F.

Untuk kedepannya mobil akan mengalami banyak perubahan pada sektor mesin dan suspensi. Hal tersebut tentu dapat dilakukan oleh HITS karena seri 4 masih cukup lama sehingga besar harapan seluruh persiapan lebih matang.
Di penghujung event Anggana OHP cukup bangga dengan hasil yang diraih Hercules Intersport Troupe Slalom. “Ini merupakan tim pemula yang baik dan siap diajak tempur untuk mendobrak dominasi tim papan atas”.


