Indonesia Extreme Offroad Racing 2016 sudah berlalu dengan cukup sukses. Dengan lintasan yang terletak di atas lahan seluas kurang lebih 3 Hektar ini memang terlihat tidak terlalu extreme. Dengan tikungan-tikungan lebar, handicap ‘jump’ yang tidak telalu tinggi membuat para peserta pada hari pertama banyak yang mencatatkan waktu yang cukup baik.

Sedangkan, pada saat hari kedua dimana SS3 dan 4 berlangsung, Kota Serang, Banten yang merupakan lokasi berlangsungnya event perdana speed offroad ini di guyur hujan sangat deras. Akibatnya lintasan yang tadinya cukup nyaman untuk dilintasi menjadi super licin karena tanah ini mengandung campuran tanah liat.

Namun apapun yang terjadi 142 peserta yang terdaftar tetap bermain dengan maksimal. Gimana enggak maksimal, event ini sudah cukup lama ditunggu oleh para penggemar dan para pembalapnya sendiri karena hingga beberapa bulan sebelumnya penyelenggaraan event ini masih gonjang ganjing.

Pada race kali ini memang terlihat belum terlalu kelihatan panasnya persaingan, walaupun di kelas-kelas neraka seperti di G5 dan G4 sudah terlihat adanya perlawanan-perlawanan antar pembalap.

Tidak bisa dipungkiri, persaingan antara H. Sam, Rifat Sungkar, Tb Adhi, Andi Baihaki, Jhoni, Dony Syahputra dan beberapa pembalap di kelas G5 memang menyajikan tontonan yang spektakuler. Selain dari gelegar mesin yang mereka gunakan, skill mereka dalam mengendalikan mobil memang sedikit berbeda.

Enggak usah bingung kalau Rifat Sungkar dapat dengan mudah dan cepat keluar dari tikungan licin Sirkuit Tembong Jaya ini, karena dia memang hidup dari dunia rally. Tapi yang cukup mengejutkan adalah H. Sam yang mengalami peningkatan skill yang cukup signifikan. Didukung dengan mesin mumpuni racikan para mekanik dari Amerika, H. Sam sudah tidak dapat dibendung lagi untuk menjadi juara 1 umum.

Sedangkan Rifat bersama Mariachi sebagai co-driver nya kali ini menduduki posisi 2. Hal itu juga cukup mengejutkan karena pada SS 2 Rifat mengalami trouble hingga sempat terhenti sesaat di tengah jalan saat berhadapan dengan TB. Adhi.

Sedangkan TB. Adhi dengan mobil dan mesin V8 LS7 barunya yang pada hari pertama berhasil menjadi tercepat di Grup G5 malah harus duduk diposisi 8 di peringkat umum, karena mengalami pecah ban di SS terakhir pada babak champ of the champ dan posisi ke 3 di kelas G5.4.

Begitu pula dengan Andi Baihaki yang menggunakan mesin dan mobil baru ini berhasil menjadi orang tecepat ke 3 secara umum dibawah Rifat Sungkar. Lama tidak bermain offroad ternyata tidak mempengaruhi kekasih dari Alinka Hardianti ini.

Hal yang cukup kurang sesuai harapan terjadi pada Demas Agil yang sulit bersaing di kelas neraka G5.3 dengan Cherokee 2JZ super stock. Tidak bisa dipungkiri kelas dengan reguasi FFA 6 silinder ini memang berisi tentang mesin 6 yang bebas di modifikasi.

Sedangkan Wahyu Lamban yang tahun lalu sempat bermain dengan V8 turbo karya bengkel Idek VS Shift Eng asal Jogja, kali ini turun menggunakan UTV yang turun di kelas terendah G1.2, dan itupun mobil mendapat masalah pada lakher roda di SS akhir. Alhasil WLJ harus puas di posisi 7 di kelas itu.

Seri perdana IXOR 2016 berhasil terselenggara dengan baik dan lancar, semoga untuk seri berikutnya yang kemungkinan akan diselenggarakan setelah lebaran di BSD Jakarta ini akan menjadi ajang pertandingan yang sangat seru seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bonus Images


Mobil Alinka sempat terbakar di SS 1 yang akhirnya merusak setingan ECU mengakibatkan tidak bisa ‘fight’ di 3 SS berikutnya.



