hari ke 2 kejurnas drift seri 2. ada sedikit kejutan dari panitia. akhirnya Mr. Ai memutuskan sedikit merubah bentuk lintasan demi kepuasan para drifter.perubahan terletak pada bagian akhir lintasan, yang tadinya lurus sekarang dibuat sedikit menikung.
Yup tantangan bertambah. Dan pada tikungan terakhir ini memang agak tricky. Tikungan ini membuat drifter harus langsung memutar kendaraannya berlawanan arah dengan tikungan sebelumnya dengan kecepatan rendah.
kembali ke sekitar paddock. disesi latihan sebelum QTT, sesaat setelah melakukan start kembali Ben Satrio yg sebelumnya mengalami masalah pada rem, kembali mendapat masalah pada gigi transmisi yang akhirnya mengharuskan Ben beristirahat lagi sambil menunggu mobilnya diperbaiki kembali.
di paddock BSI racing team, terlihat cefiro milik Bimo sudah kembali menggunakan kaca depan yang di hari sebelumnya kaca tersebut pecah akibat hantaman kap mobilnya yang tiba-tiba terbuka.
dan saat QTT dimulai, diawali oleh para drifter dikelas drift star yang berjalan lancar. kemudian dilanjutkan di kelas Rookie yang didalamnya terdapat drifter dari DEM’S Auto Technic yaitu Aditya Widiutomo dan Ananda Yusuf Perdhana.
Adit dapat melalui lintasan baru itu dengan baik dan mendapat total score dari juri 65,00 dengan kecepatan rata-rata 63km/jam dan berhak melanjutkan ke babak penyisihan.
Kemudian giliran Nanda melakukan QTT, dan seketika dari kejauhan suara mesin mobil Nanda terdengar pincang dan terlihat kehilangan tenaga. Nanda pun akhirnya tidak dapat melanjutkan QTT.
Setelah dikonfirmasi ternyata Nanda melakukan kesalahan yaitu menurunkan gigi saat RPM masih tinggi yang akibatnya mesin mengalami over rev dan klep piston pun bengkok. Mesin kehilangankompresi dan otomatis berpengaruh pada tenaga mobil. Sangat disayangkan.
Sesi QTT ini sangat seru dan mendebarkan, setiap tim yang harap-harap cemas agar saat seperti ini mobil tidak mengalami masalah atau pun drifter melakukan kesalahan. Karena QTT ini sesi penentuan masuk atau tidaknya seorang drifter ke babak Penyisihan.
Berikutnya adalah saat yang lebih ditunggu-tunggu yaitu sesi QTT untuk kelas Pro. Di kelas Pro ada Demas Agil, Ben Satrio, Rio Saputro, dan drifter pengalaman lainnya.
Disaat yang bersamaan dengan QTT kelas Pro, mobil Ben sudah selesai diperbaiki dan diawali dengan berdoa Ben langsung melakukan QTT dan masalah pun muncul lagi. As roda belakang kiri patah. Mobil pun harus di “geret” ke paddock.
Ben mengambil kesempatan “5 minutes rules” yaitu kesempatan yang diberikan oleh panitia untuk peserta selama 5 menit dalam keadaan darurat.
Dengan cekatan mekanik dari DEM’S langsung membongkar AS roda dan diawasi oleh pimpinan lomba om Amru sambil memperhatikan waktu yang tersisa.
Demas dan Adit yang sudah melakukan QTT terlebih dahulu pun ikut cemas dengan teman satu tim nya ini. Karena waktu yang diberikan sangat mepet sekali. Tim mekanik DEM’S pernah mencoba melakukan ini tetapi dalam waktu 10 menit. Sehingga agak sulit apabila waktu yang disediakan hanya 5 menit. Huffttt…
Tapi dengan mengucap syukur, mobil dapat selesai tepat waktu. Ben sudah siap di ruang kemudi walaupun ban belum terpasang. Ben langsung tancap gas menuju garis start.
Sekali lagi Ben melakukan putaran QTT dan…. Masalah pun kembali muncul. AS roda patah lagi untuk kedua kalinya saat akan melakukan drift ditikungan awal.
Ben kembali ke paddock dengan penuh penyesalan karena sudah tidak mungkin lanjut ke babak penyisihan.
Setelah sesi QTT, panitia memberi kesempatan untuk melakukan putaran latihan tandem. Yaitu latihan dengan melepas 2 sekaligus mobil seperti keadaan sebenarnya saat babak penyisihan nanti.
Demas pun turun dan langsung bersanding dengan Rio Saputro yang dua-duanya merupakan drifter yang di sponsori penuh oleh GTRadial.
Memang sedikit berbeda drift yang mereka tampilkan. Sangat ganas. Disetiap tikungan mereka libas dengan cepat dan cantik. Drifting yang mereka sajikan seperti tarian, rapi sekali.
Kemudian saat ingin melakukan putaran untuk kedua kalinya. Sebelum start Demas mengalami masalah. Mobil tidak dapat berjalan bahkan ban belakang tidak dapat berputar.
Terpaksa mobil Demas harus diangkat menggunakan forklift sampai paddock. Setelah dicek, ternyata gear gardan pecah. Dan segera harus diganti.
Tanpa bepikir panjang. Gardan dari mobil Ben yang bersandar di paddock langsung di bongkar dan dipindahkan ke mobil Demas yang memili jenis gardan yang sama.
Dan sore itu pun berakhir dengan harus memperbaiki mobil Demas untuk babak penyisihan esok harinya.
Fotografer:
Adityo Rahadi
Anggara Septianto



























