Minggu 2 Oktober 2016 adalah hari kedua dari gelaran Indonesia X-Offroad Racing (IXOR) yang diselenggarakan disirkuit Tembong Jaya, Serang – Banten. Hari kedua adalah hari dilaksanakannya Special Stage (SS) 3 dan 4, yang mana pada pertengahan SS4 sempat diguyur hujan sehingga sirkuit menjadi sangat licin karena karakter tanah merahnya.

“Untuk seri 3 kali ini cukup menantang sih, karena bisa ngerasain trek basah soalnya lama banget ini nggak ngerasain trek basah” ujar Jeje saat ditemui seusai balap.

Meski belum dapat bertanding secara maksimal, namun untuk seri kali ini jeje merasa enjoy karena mobil yang dikendarainya yang masih tergolong baru itu mulai menunjukkan potensinya dan mobilpun terasa enak. Diakui oleh Jeje bahwa mobilnya memang masih membutuhkan sedikit perbaikan untuk hal yang sifatnya kecil.

Seperti yang kita ketahui Asal Hati Senang Racing Team (AHSRT) menerapkan strategi untuk memperoleh kejuaraan umum team dengan membuat dua tim dalam AHSRT.
“Tidak sesuai harapan, karena tim 1 yang diharapkan malah meleset.” kurang lebih seperti itu yang di ucapkan oleh Dedi selaku manager tim. Memang jika dilihat dari perolehan tim tim 2 berada diatas tim 1 terpaut tipis 1 poin.

Lalu apa yang terjadi dengan tim 1?. Sebenarnya hasil yang diperoleh dari tim 1 sudah cukup baik dengan perolehan juara 1 oleh M Rahman pada kelas G 2.1 yang kemenangannya sudah terlihat jelas di SS3, kemudian Juar Setiadi juga menyumbang point dengan diperolehnya juara 2 pada kelas G 3.1, meski tidak banyak H Gandi juga turut serta menyumbangkan poin dengan peringkatnya. Yang disayangkan pada seri ini adalah Denny Arief yang bertarung di kelas G3.2 tidak dapat menyumbangkan poin untuk tim 1 karena masih terkendala dengan mesin jebol di seri sebelumnya.

Tim 2 yang terdiri dari Felix Gonadi di kelas G5.3, Erwin di kelas G4.1, Hendra Endo di kelas G4.2, Julian Johan pada kelas G5.4 dan perolehan tertinggi tim 2 pada seri ini diraih oleh Felix Gonadi dengan Jeep Cherokee yang mampu menempati juara 2 di kelas G5.3. Selain merasa puas dengan perolehannya Felix juga merasa puas dengan Indonesia X-Offroad Racing seri ini, pasalnya Felix yang mengharapkan hujan turun terkabul di SS ke 4. Kemudian Erwin yang bertarung di kelas G4.1 menggunakan CJ7 dengan mudahnya melenggang di podium 1. Karena mobil yang kali ini digunakannya tidak mengalami kerusakan yang berarti. Perolehan poin tim 2 ditambah oleh Hendra Endo yang bertarung di kelas G4.2 dengan peringkat ke 6. Sayangnya Jeje yang juga tergabung dalam tim 2 AHSRT tidak dapat menyumbangkan poin dikarenakan untuk seri kali ini Jeje mungkin sedang dirundung ‘badluck’ pada SS1 Jeje mengalami kerusakan pada pipa powersteeringnya yang mengakibatkan Jeje tidak bisa bertarung secara maksimal di SS berikutnya.

Terlepas dari point tim, pencapaian AHSRT sudah cukup memuaskan. Karena jika dilihat dari usia tim yang masih tergolong muda dan tidaklah mudah untuk melawan tim-tim besar yang kebanyakan langsung mengadopsi mobil dengan grade A, sedangkan AHSRT sendiri membangunnya dari 0 supaya dapat merasakan proses yang tentunya akan berdampak bertambahnya pengalaman.
Untuk seri berikutnya pembagian tim tetap seperti seri 3, sesuai dengan rencana awal karena dirasa setingan seperti inilah yang paling produktif.

