Sirkuit Tembong Jaya menjadi saksi serunya perlawanan pereli nasional menghadapi putaran terakhir dari tiga seri ‘Pertamax Sprint Rally’ ini pada 9 Oktober 2016. Dengan 7 Spesial Stage (SS) yang dilangsungkan dari pagi hingga malam hari mengalami perubahan dikarenakan hujan melanda di dua malam sebelum acara berlangsung sehingga mengakibatkan setidaknya 80 lampu penerangan pecah. Panitia memutuskan untuk meniadakan 2 SS malam yang kemudian diadakan pada pagi hingga sore hari. Rencananya 7 SS dapat berlangsung pada waktu tersebut.
SS 1 dan 2 yang berjalan menegangkan dimana panitia memberikan soal yang menggunakan secara penuh sirkuit Tembong Jaya dengan jarak tempuh 5km ditambah terdapat dua mobil yang akan bersaing mencetak waktu terbaik berlangsung hingga kurang lebih pukul 10:30 wib.
“Paling seru sih di SS 2, karena ada lawannya di dalem lintasan. Jadi kita ngerasa terpacu.” Ungkap Febrizky yang pada kesempatan kali ini dipercaya untuk menjadi Navigator dari Advannov Agung P dari Best Parking Rally Team.
Sedangkan SS 4 hingga 7 untuk putaran terakhir Pertamax Sprint Rally hanya menggunakan setengah dari sirkuit Tembong Jaya yang berjarak sekitar 2,5km berlangsung dari siang hari sampai dengan menjelang maghrib.
Seperti yang dikatakan oleh Rifat Sungkar selaku penyelenggara event “Sebenarnya juara sudah terlihat” saat ditemui usai SS 7 berlangsung, namun dalam dunia motorsport apapun bisa terjadi.
Sembari menunggu hasil resmi dari kamar hitung, untuk seri ini baik penonton ataupun pereli merasa cukup terhibur dengan penampilan female dj yang membawakan music hits jaman sekarang dan beberapa foodtruck dengan makanan khasnya.
Pengumuman juara dimulai setelah adzan Maghrib dikumandangkan dengan pengumuman awal untuk kategori Super-J10 yang diraih oleh Tb. Aria Mandalika dari Banten Offroad yang menggunakan Suzuki Tubular sebagai juara 1, kemudian H. Dedy Mulyana dari Delta 2 yang menggunakan Suzuki Jimmy, dan diperingkat ketiga ada Jeremy Andrew dari Dasico dengan Katana andalannya.
Banten Offroad mendominasi di kelas J20 salah satunya Dedy Agong dari Banten Offroad yang berhasil menjadi juara 1 dan juga menepati posisi ke 9 di kejuaraan umum Pertamax Sprint Rally 2016. Brandon Eman dan Torani Kaunang yang berada di posisi ketiga dan keempat dengan Suzuki Vitara, sedangkan di posisi kedua diperoleh Fachrul Saman dari Banteng Motorsport.
Jeep Cherokee yang pada seri ini merajai kelas J50 menempati posisi pertama hingga keempat mulai dari Dadan Pohang dari HRVRT Pertamax Racing, Erry Rinjani, Yossy Dasico, Adi Indiarto dari Intersport HRVRT juga menempati posisi ke 3 hingga 6 di kejuaraan umum Pertamax Sprint rally 2016. Posisi kelima ditempati oleh Julian Johan yang menggunakan Grand Cherokee dengan navigator Rafa Djemat.
Kelas Super-F16 dengan kendaraan penggerak roda depan dengan 1600cc dimenangkan oleh Advannov Agung P dengan Toyota FX dari Best Parking Rally Team yang juga memperoleh posisi ke 10 di kejuaraan umum Pertamax Sprint Rally 2016, kedua diperoleh Yoyok Cempe dengan Suzuki Baleno, ketiga Heru Grahito dengan Honda Jazz, keempat Dwi Andika dari Wie Slalom Team, dan kelima ditempati oleh Farchat dengan Etios Valco.
Kelas Super-R16 dengan kapasitas mesin yang sama dengan Super-F16 namun berpenggerak roda belakang dijuarai oleh DX Hery Agung. Di posisi kedua ditempati oleh Alief Kuntoro, Jeffry Wibisono di posisi ketiga, Dudy DJ di posisi keempat dan Aldrian dari Bintang Automotive.
Erwin Mancha dengan Toyota DX dari Best Parking Rally Team berhasil mengalahkan Datsun yang menempati posisi kedua hingga kelima yang diperoleh Hery Agung, Arya Yunial Bintang Automotive, Aldrian Bintang Automotive, dan Dwi Andika Wie Slalom Team. Tak hanya itu Erwin Mancha dan Hery Angung menempati posisi ke 7 dan 8 di kejuaraan umum Pertamax Sprint Rally 2016.
Sedangkan Banteng Motorsport masih Berjaya di kelas Maxi-J dengan Bimo yang menempati posisi 1 selain itu Bimo juga dinobatkan sebagai juara 1 di kejuaraan umum Pertamax Sprint Rally 2016, dan Donny di posisi ke 2.
Kelas Maxi-N yang sudah jelas dimenangkan oleh Rizal Sungkar dengan Evolution X Pertamax Motorsport disusul oleh Zulfikar yang menggunakan Evolution IV dari Prapanca Racing Team yang juga menempati juara 2 pada kejuaraan umum Pertamax Sprint Rally 2016.
Selain pengumuman kategori diatas, sebagai penghargaan atas konsistensi pereli yang mengikuti seluruh rangkain dari Pertamax Sprint Rally 2016, Pertamax Motorsport juga memberikan penghargaan kepada Erwin Mancha sebagai Best Driver R, Advannov Agung P sebagai Best Driver F, dan Bimo sebagai Best Driver J.
Namun ada sedikit catatan untuk pemenang kejuaraan umum yang diperoleh Bimo Pradikto, karena gelar juara umum hanya boleh disandang sekali saja. Karena selain sebagai ajang rally bergengsi di tanah air, ajang ini juga berguna untuk menyaring bibit-bibit baru untuk regenerasi didalam dunia rally di Indonesia. Hal ini jelas disampaikan secara langsung oleh Rifat Sungkar selaku Direktur Pertamax Motorsport.
“Senang dengan pelaksaan ini, tapi saya agak kecewa sedikit dengan komunitas rally yang suka cuap-cuap ketika tidak ada event rally. Namun keseluruhan menyenangkan dilihat dari loyalitas peserta yang oke, yaa penutupan tahun yang baik.” Sekilas begitulah komentar dari Rifat Sungkar ketika ditemui pada area padock Pertamax Motorsport.
Selain masih merahasiakan konsep yang akan disajikan kembali di tahun depan Rifat juga menjanjikan perubahan yang signifikan untuk event yang akan datang. Rifat juga menaruh harapan lebih kepada komunitas rally agar bisa sekompak komunitas offroad ketika menghadapi event yang berlangsung.
Yup kurang lebih seperti itu cuplikan dari putaran terakhir Pertamax Sprint Rally 2016, dan mari kita tunggu kejutan seperti apakah yang akan disajikan oleh Rifat Sungkar melalui Pertamax Motorsport di tahun depan….

