Untuk kali kedua Jogja kembali menjadi tuan rumah dari sebuah festival otomotif bermana AMF. Dengan konsep merangkul semua kalangan, AMF kali ini menggunakan lapangan parkir Stadion Maguoharjo yang memiliki aspal yang sangat baik.

Acara utama dari festival ini adalah kejuaraan drift. Mungkin bukan drift yang memilki taraf kejuaraan nasional, namun kejuaraan ini memang salah satu yang paling ditunggu-tunggu dari para drifter nasional seluruh Indonesia.
Dan benar, dengan jumlah peserta mencapai 35 orang (walaupun yang start ada 32) dari kelas Pro, Rookie maupun driftstar ini merupakan jumlah yang besar untuk sebuah event di daerah. 80 persen peserta berasal dari Jakarta namun hebatnya mereka benar rela jauh-jauh ke Jogja demi event ini. “jelas pada ikut mas, soalnya kita udah nyiapin mobil yang katanya akan banyak event di tahun ini termasuk kejurnas, jadi rugi kalo gak kita ikutin” dari salah satu peserta.
Sejak hari Jumat 18 November 2016 dimana agendanya adalah latihan bersama dan sebagai pengenalan lintasan, sangat dimanfaatkan oleh para drifter untuk menguji kemampuan mereka yang rata-rata sudah sangat lama tidak berlatih drift.
Namun sayang, latihan yang baru saja di buka sekitar pukul 13, harus tertunda karena hujan melanda Jogja sekitar pukul 15 dan berlangsung sekitar 2 jam. Orange racing commitee terpaksa harus memberhentikan sementara demi keselamatan dan kenyamanan.
Malamnya, lintasan kembali dibuka hingga pukul 9 malam. Dan RC pun memberikan ijin untuk latih tandem. Mulailah aura drift itu muncul.
Pada ke esokan harinya, Sabtu 19 November 2016 acara sudah dimulai sejak pukul 7.30 dengan latihan bersama selam 1 jam. Dilanjutkan dengan babak Qualifikasi (QTT) yang dimana tandinya dijadwalkan pada hari Jumat, namun karena hujan terpaksa harus di pindah di hari Sabtunya.
32 besar
Sekitar pukul 13, babak 32 besar di mulai. Dengan top Qualifier adalah Danny Ferdito dari Intersport Troupe Drift Team yang disusul M. Farhan dari KUJA Motorsport kemudian Amandio yang satu tim dengan Danny.
Diawali oleh Danny dengan bye (tidak ada lawan), kemudian Akbar Rais (ucok) dari HGMP dengan the one and only BRZ 2JZ di Indonesia ini melawan Bimo Andotama dari BSI Drift Team yang langsung dimenangkan oleh Bimo yang dapat bermain dengan baik. Sedangkan Ucok memang terkendala dengan pengendalian BRZ nya yang memang benar-benar belum sempat di uji (keluar bengkel langsung dibawa ke Jogja dan ngedrift).
Kemudian Evan “cuan” Pratama melawan rekan 1 tim nya Fadil. Evan yang menggunakan mobil hariannya (AC dan Audio masih aktif) langsung melawan Fadil. Dan tandem ini dimenangi oleh Fadil dengan mudah.

Selanjutnya M. Irdam peslalom dan drifter asal bandung ini harus melawan adik dari H. Chandra, Yuqi yang dimana ini merupakan event perdananya turun drift. Yuki yang turun langsung di kelas Rookie (karena spek mobil cukup tinggi) ini dengan mudah dikalah kan dengan Irdam, karena pada run pertama Yuqi langsung terplintir.
Abdul Aziz yang pada sesi latihan kemarin sempat mengalami lepas suspensi kiri, kali ini di untung kan dengan bye.
Dilanjutkan dengan Wahyu Mimo melawan drifter asal Bali, Made Theoresta yang merupakan kedua kalianya dia turun pada ajang AMF ini. Dengan tekad ingin mencari jam terbang dia rela jauh-jauh mendatangkan mobil drift ini langusung dari Bali. Namun sayang, emosi dari Theoresta tidak terkontrol sehingga sesaat setelah initiate mobil langsung tergelincir/terpelintir yang otomatis menguntungkan Mimo yang lagi-lagi dia menggunakan mobil touring nya di ajang ISSOM.

Ben Satrio yang mengalami hal yang cukup naas saat akan berlatih pada hari jumat nya (mematahkan nuckle kaki-kaki kanan belakang) namun saat bertanding dapat bermain dengan sangat baik. Dan di babak 32 melawan Aldy Bosar, Ben Satrio menang telak dan maju ke bebak 16 besar.
Yang satu ini kita semua mengira akan adanya pertarungan yang sangat sengit. RX8 bermesin Nissan milik Regi Fiandisa ini bertarung melawan Lucky Reza dengan mobil barunya 200sx bermesin VH45 DE. Dan benar, terjadi persaingan yang cukup ketat dimana Juri akhirnya memberikan OMT untuk pertama kalinya pada event ini.

Pada race kedua diawali dengan pertarungan Dor-to-dor yang sangat sengit, namun saat Lucky lead Lucky yang belum terbiasa dengan karakter mobil barunya membuat dia terpelitir dan membuat poinnya berkurang jauh dibanding Regi.
Farhan yang sejak latihan sudah bermain cantik, diuntungkan dengan start bye.

Ricko Nugraha pun menang telak melawan Dendri dari tim HGMP.
Alinka Hardianti yang tergabung dalam tim HGMP bermain sangat cantik, walaupun ini adalah event keduanya pada tahun ini turun drift setelah bertahun-tahun tidak menyentuh mobil drift sama sekali (Latihan juga enggak). Alinka dengan BMW 1JZ nya menang melawan Evan Santoso.


Drifter senior dan co-driver speed offroad kawakan, Adi Indiarto yang turun membawa nama Intersport Troupe Drift Team kali ini melawan drifter Junior yang baru saja naik pangkat ke kelas Rookie. Rocca Schwarze dengan BMW E36 UZ nya. Dengan pembawaan yang tenang Rocca bermain rapih, namun sayang entah kenapa Adi Indiarto harus tergelincir saat menjadi chasser, yang mengakibatkan Rocca menang mudah.

Amandio yang menjadi best qualifier urutan ketiga langsung masuk ke babak 18 besar karena dia berhak start Bye.
Dika CH, yang pada saat latihan benar-benar mencari celah dari kekurangan settingan mobilnya, pada babak ini dia dapat menang melawan Ziko Harnadi dari BSI Drift team, karena mobil Ziko tampaknya mengalami masalah saat bertarung.
Ikhsan Utama, drifter yang sering memberikan suguhan unik disetiap aksi driftnya kali ini memang harus pasrah. Dari sejak sesi latihan, baru dikatahui mobil kehilangan tenaga, namun penyebabnya belum diketahui. Untuk menjaga performa mobil dia hanya melihat-lihat saja temannya yang sedang berlatih.

Saat race, dia bertemu dengan Reindy Riupassa dari HTJRT. Saat run pertama Ikhsan bermain rapih dan banyak mengambil line outer, namun pada saat run kedua terlihat mesin tidak dapat diajak bekerjasama dengan baik, ditambah saat akan masuk finis ada cone yang berada di tengah jalan yang membuat dia kaget. Reindy pun yang sebelumnya mengalami masalah pada mesin hingga harus turun mesin mendapat keuntungan atas reflek Ikhsan yang membuatnya kehilangan poin. “padahal pengen ketemuan sama Amandio, gagal deh” ujar Ikhsan menyesal.
Dan peserta terakhir pada babak ini adalah Bos H. Chandra dari HTJRT yang melawan Anggana Prasetyo yang juga berasal dari tim yang sama. Chandra pun menang telak atas Anggana pada 32 besar ini.
16 Besar

Pada babak ini Danny Ferdito berhadapan dengan Bimo Andotama. Permainan cukup agresif, namun sayang Danny yang sudah cukup menjaga jarak pada saat menjadi chasser tanpa sengaja menabrak Bimo yang tiba-tiba mengurangi kecepatan. Dan hal tersebut merupakan pengurangan nilai yang cukup banyak. Hasilnya Danny yang pada tahun depan sudah bertolak ke US untuk sekolah harus gugur di babak 16 besar.

Fadil melawan Irdam bukan menjadi hal yang sulit bagi Irdam. Fadil yang tampak menghadapi masalah pada mesin membuat banyak kehilangan power mesin dan sering melakukan straighten dan itu adalah poin plus bagi Irdam yang bermain cukup aman.

Abdul Aziz yang menggunakan V8 UZ dapat mudah menang Mimo.

Ben Satrio yang merupakan satu bengkel dengan Regi Fiandisa ternyata harus berhadapan pada babak ini. Terlihat disana Ben dan Regi bermain begitu agresif, permainan begitu rapih dan kejadian dor to dor kerap terjadi, namu semua keputusan ada pada Juri. Dan yang berhak ke top 8 adalah Regi.
Farhan dari Kuja Motorsport melawan Ricko Nugraha. Sejak awal Farhan sudah dapat meninggalkan Ricko dengan angle yang baik sedangkan pada saat Ricko di depan Farhan berhasil menempel ketat Ricko. Juri pun memilih untuk Farhan yang berhak maju ke babak berikutnya.

Sekarang giliran Alinka melawan Rocca. Sama-sama menggunakan BMW E36 mereka bertanding, dengan cantik dan agresif Alinka bermain cukup aman, begitu juga dengan Rocca yang bermain aman namun relatif dengan style nya yang kalem dan lembut.
Kemenangan di tetapkan oleh juri kepada Alinka, namun Rocca merasa ada yang janggal atas keputusan juri, protes pun dilayangkan. Namun Lagi-lagi perbedaan tipis benar atau salah dari race drift agak sulit di putuskan karena itu perhitungannya sangat subjektif seorang juri, namun pada saat juri sudah memberi kemenangan kepada salah satu drifter, sulit hal tersebut di anulir.

Pertandingan seru berhasil dihasilkan dari sepasang rekan dalam satu tim ini, Dika CH dan Amandio. Adegan dor to dor saling blocking dan switching yang cantik membuat Juri kembingunan memberikan kemenangan di dua run pertama. Hasilnya mereka harus OMT (One More Time) alias mengulang race.
Dan terjadi lagi pertandingan yang cukup seru, hingga dimana Amandio berhasil memenangkan perolehan poin dari sang juri walau itupun menang tipis terhadap Dika CH.

Berikutnya adalah pertarungan antara atasan dan bawahan dimana H. Chandra melawan Reindy Riupassa. Chandra yang sudah menemukan setingan terbaik mobilnya dan percaya diri yang besar membuat dia bermain begitu manis pada event kali ini. Begitu juga pada race ini, dengan permainan cantik dia dapat menang mudah terhadap Reindy yang melakukan kesalahan (tergelincir/spin out).
8 Besar
Pada babak ini semua pertarungan memanas, penonton mulai penasaran dengan hasil akhir kelas ini.

Menjelang sore, pertandingan di mulai oleh Bimo Andotama melawan Irdam. Memang jarang melihat Bimo dapat masuk dalam babak 8 besar seperti ini, namun memang dapat diakui Bimo yang menggunakan chasis Nissan 240SX bermesin 2JZ ini bermain sangat baik. Begitu pula saat bertemu dengan Irdam, yang Bimo sangat bermain aman.

Abdul Aziz yang pada babak ini bertemu dengan Regi cukup beruntung, sebab Regi yang sebelumnya menang melawan Ben ternyata mengalami cidera keram kaki kanannya, yang mengakibatkan kaki sulit digerakkan sedangkan posisi kaki sedang dalam menekan pedal gas dengan dalam-dalam. Akibatnya mesin terkena limiter beberapa kali yang membuat mesin jebol. Hasilnya Abdul Aziz menang tanpa perlawanan.

Farhan yang kali ini bertemu dengan “the queen” Alinka benar-benar bermain rapi, dan disisi lain Farhan diuntungkan dengan kondisi mobil Alinka yang mengalami lepas Fan Belt yang membuat Alinka sulit mengendalikan setir (power steering otomatis tidak berjalan), dan satu hal lagi, NOS milik Alinka belum di nyalakan.
Di run kedua Alinka baru dapat memberi perlawanan yang imbang, namun hal itu percuma karena pada run pertama Poin Alinka sudah cukup tertinggal dibanding Farhan.
Kali ini giliran Amandio yang harus melawan H. Chandra yang juga beberapa kali mensupport dirinya bertanding di luar negeri. Namun bukan berarti tanpa ampun. Amandio yang bermain sangat bersih pada run pertama membuat Chandra kewalahan, ditambah ternyata mesin pemilik tim HTJRT ini mengalami masalah pada RPM rendah.
Pada Run kedua dimana Chandra di posisi lead, dapat di tempel dengan manis oleh Amandio, dan hasilnya adalah Amandio menjadi pemenang.
4 Besar

Bimo melawan Aziz, dimana mereka berhasil menyajikan perlawanan yang sangat ketat, dor to dor sudah pasti terjadi. Namun terlihat memang bermain aman dimana saat lead dia berhasil menginggalkan Bimo dengan angle clipping poin yang baik, sedangkan Bimo sempat mengalami ragu-ragu yang seperti terlihat mengalami straighten. Dan hasilnya Aziz yang memiliki slogan “pelan tapi party” ini minimal sudah menduduki posisi runner up di pro.

Amandio, melawan Farhan. Ini merupakan kedua kalinya Farhan melawan Amandio yang sebelumnya sempat bertemu di Drift War3 tahun 2015. Bukan musuh bebuyutan, namun sebuah pencapaian terserndiri dapat melawan jawara drifter Indonesia yang sudah berkali-kali mengibarkan bendera Indonesia di Luar Negri lewat aksi driftnya.

Di mulai dengan Farhan menjadi lead, sejak initiate Amandio berhasil menempel ketat Farhan, dua-duanya sudah mengambil angle yang benar, pertarungan Dor-to-dor terjadi hingga clipping poin terakhir sebelum finis di senggol oleh Amandio.
Namun tidak begitu saat Amandio lead, Farhan tidak berhasil menempel seperti yang di lakukan Amandio, sehingga Dio seakan melesat meninggalkan Farhan.
Keputusan juri kali ini adalah OMT karena Amandio melakukan kesalahan (menabrak clipping Poin) kemudian Farhan pun tidak lebih unggul dalam memberi penekanan pada Amandio.
Pada race kedua Farhan kembali di tempel lebih ketat oleh Dio, dan Dio tidak melakukan kesalahan kali ini. Tapi pada run kedua, Dio memberikan gap yang cukup jauh, Farhan terlihat kewalahan untuk mengejar Amandio. Dan hasilnya Dio berhak atas pertarungan melawan Abdul Aziz.
Final

Farhan yang masih harus berjuang memperbutkan posisi 3 harus bertarung melawan Bimo. Kali ini posisinya hampir sama dengan pertarungan Farhan vs Amandio. Bimo lead, Farhan berhasil memberikan penekanan dan sebaliknya pada saat Farhan lead Bimo sulit untuk mengejar ketertinggalan dari mobil Farhan yang hasilnya Farhan menjadi Juara 3.
Tidak disangka, Abdul Aziz berhasil memberi perlawanan yang cukup menarik, namun sayang menuju garis Finis saat dia menjadi chasser terlihat kehilangan momentum dimana akhirnya dia melakukan straighten.
Amandio lagi, lagi dan lagi berhasil menjadi juara dalam ajang drift Indonesia.
Sedangkan pada kelas Driftstar dengan jumlah peserta hanya 5 (namun yang berhasil start hanya 4). menjadi tontonan tersediri, sebab dengan karakter lintasan yang high speed, memang membutuhkan power yang besar.

Rocca yang turun di dua kelas dengan mobil yang berbeda berhasil menang mudah terhadap 3 lawan lainnya.

Yang cukup menjadi perhatian adalah Adrian Septianto yang menggunakan Daihatsu Charmant standar namun telihat sangat agresif walau tenaga pas-pasan namun sedikit-sedikit mobilnya bisa ngedrift juga.

Selamat bagi para pemenang Driftstar.

Selamat bagi para pemenang kelas Rookie.
Fastnlow sebagai tuan rumah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya sudah hadir dan meramaikan dunia balap Yogyakarta. Ojo kapok lho dhab!!

