Dengan predikat Kejuaraan Nasional (kejurnas) semenjak 2016 lalu, European Touring Car Championship terus berbenah demi meningkatkan kualitas kejuaraan. Terlebih dengan dibebaskannya brand kendaraan sehingga regulasi pun harus turut menyesuaikan sehingga persaingan di antara para pembalap makin ketat.
Jika tahun lalu pembatasan bobot kendaraan tidak terlalu diatur, untuk musim balap 2017 sudah ada regulasi khusus sehingga persaingan akan terjadi pada mobil – mobil buatan eropa ini. Khusus kelas ETCC 3000cc akan ada regulasi bobot kendaraan yaitu menjadi 1225kg (non seeded) dan 1325kg (seeded). 
Khusus untuk ETCC 2000cc ada perubahan regulasi yang sangat signifikan. Jika sebelumnya piston dibatasi yang menyesuaikan dari merk asli mobil. Maka di musim balap 2017 akan dibebaskan dan membuat kecermatan sekaligus kejelian tim dapat membuahkan hasil maksimal dalam balapan nantinya.
“Kami ingin balapan menjadi lebih menarik, ‘gap’ antara mobil pada tahun kemaren cukup besar sehingga bobot mobil akan disamakan sehingga akan ada persaingan yang kompetitif.”
Seperti pada lima musim sebelumnya, ETCC akan ada Dewan Komisi Teknik (DKT) sehingga dapat mengawasi perlombaan secara ketat.”Mereka yang masuk dalam DKT adalah orang yang ditunjuk sehingga tidak ada campur tangan dari pihak promotor maupun sponsor. Mereka terdiri dari lima orang mekanik maupun manager dari berbagai tim dan selalu berganti setiap serinya.” ungkap Titus Wahyudi.
Bisa dikatakan ETCC yang didukung oleh Achilles Radial merupakan event satu-satunya yang memiliki Dewan Komisi Teknik sehingga akan ada kontrol dan pengawas agar tidak ada kecurangan.”Jika terjadi kecurangan maka akan ada pinalti mencapai sebesar 100 juta yang tergantung tingkatannya dan akan diserahkan kepada IMI. Bukan untuk pihak penyelenggara maupun promotor.”pungkas Titus.
Hal ini tentu disebabkan beberapa pengurus ETCC adalah pembalap sehingga agar lebih netral maka pengawas diserahkan pada pihak lainnya.

