Hari Senin tanggal 13 Maret 2017 lalu, baru aja buka mata dari tidur yang kemudian melihat message di FB, kawan lama yang tinggal di Malaysia menanya kan kabar yang sekilas terlihat hanya basi basi sih, tapi tiba-tiba dia langsung nawarin untuk berpartisipasi di event Malaysia NATIONAL PRO DRIFT CHAMPIONSHIP putaran 1 di Melaka.

Dengan tegasnya gue menjawab “no money lah brother “ tapi sang kawan lama inipun bilang yang intinya mobil enggak perlu bayar, hanya bayar tiket pesawat, ban, dan bensin. Dan Langsung hati merasa goyang, hahahaha.
Sambil berkaca ngelihat ekonomi lagi enggak stabil dan sebenarnya juga lagi nyiapin duit untuk ikuti SUPER DRIFT di IIMS 2017 nanti. Tapi setelah berfikir sekitar 30 menit gue mencoba menguhubungi Achilles Radial apakah bersedia membantu persediaan ban di event Malaysia ini. Namun pihak Achilles butuh 1 hari untuk bisa memberikan feedback dari management kantor.
Sembari menunggu kabar dari Achilles gue coba menanyakan kapan event itu bakal berlangsung, dan sialnya ternyata event itu ditanggal 18-19 Maret 2017!!!! “Dan itu 5 lagi hari bos!!” dalam hati gue teriak.
Dalam waktu 5 hari itu bisa dibilang “mission impossible” banget, karena tentunya persiapan event Internasional kaya gini enggak mungkin bisa di samain dengan persiapan event lokal di Indonesia apalagi kebiasaan gue yang nyiapin sendiri, main sendiri, stress sendiri, gila sendiri pokoknya apa-apa serba sendiri, dan ditambah liat saldo ATM yang sangat tidak masuk akal untuk ikut event Internasional, tapiiii….. kesempatan kaya gini mungkin cuma sekali, apalagi dapet pinjaman mobil gratis. hehe
Kembali gue mengubungi pihak Achilles Radial untuk memberitahukan bahwa event berlangung hanya 5 hari lagi dan gue saat itu sangat meminta tolong kepada mereka untuk mensupport event ini. Namun hari itu mereka hanya bisa bilang akan mengusahakan sebaik mungkin.
Keesokan harinya, 14 Maret 2017 gue mencoba menghubungi kembali pihak sponsor ban kesayangan gue ini, karena bila tidak ada support dari mereka, gue bakal memastikan diri untuk tidak ikut dalam event ini. Karena jelas, gue sama sekali enggak ada budget untuk membeli ban. Namun Dewi Fortuna kayanya lagi seneng sama gue, pihak Achilles menyanggupi untuk mensupport gue turun balap di Malaysia.

Saat itu juga gue langsung menghubungi kawan-kawan lama semasa masih berjuang di Malaysia karena tentunya dengan waktu yang pendek banget seperti ini dan tidak memungkinkan gue wira-wiri nyiapin part dll. Namun ternyata kendala mulai timbul, ternyata posisi ban yang sudah dipersiapkan berada di Kedah, yaitu sisi Utara Malaysia yang berbatasan dengan Thailand. Kalau di hitung-hitung kurang lebih 12jam perjalanan dari Melaka. Sumprittt..ini kusut banget broo….
Hari Rabu tanggal 15 Maret 2017, masih mencari jasa pengiriman dari Kedah ke Melaka. Kesulitannya adalah menjelaskan apa yang saya mau karena posisi gue di Indonesia. Sembari terus mencari jasa pengiriman saya pun mencari tiket termurah ke Malaysia karena gue harus berada di sana hari Jumat untuk mengurus logistik dan segala persiapan. Syukurnya gue dapet tiket tanggal 16 Maret tengah malam.
Dengan keterbatasan dana yang gue punya, gue harus bener-bener wise dalam menggunakan uang. Di itung-itung tinggal tersisa 150RM untuk makan, bahkan untuk hotel sudah sama sekali tidak ada, tapi gue enggak khawatir karena lintasan balap tentunya masih ada space yang cukup luas untuk gue rebahan hehehe.
Pada hari itu juga gue dapet kabar kalau akhirnya ada jasa expedisi ban yang mau mengantar ban dari Kedah ke Melaka dengan astimasi ban akan sampai Sabtu pagi, yang artinya pas dengan jadwal latihan bersama.

Hari Kamis tanggal 16 Maret, sepulang kerja gue langsung berangkat ke bandara untuk check in awal. Berdoa semoga semua berjalan lancar, namun sepertinya permasalahan lebih cepat datang dari pada doa gue sampai ke TUHAN. Expedisi Malaysia menghubungi bahwa ban tidak bisa keluar dari pabrik karena ada surat yang belum mendapat kejelasan. Kurang 30 menit sebelum boarding gue langsung menghubungi Achilles Jakarta mengenai hal ini. Tidak berapa saat setelah saya duduk di pesawat, gue mendapat kabar ban dalam kondisi aman dan sudah bisa keluar dari pabrik.

Setibanya di malaysia pukul 23.00 setelah mengambil bagasi gue pun mencari kursi yang sepi untuk tidur. Yup, hari pertama gue tidur di airport karena memang tidak ada budget untuk hotel, dan di rasapun tanggung bila menginap di tempat lain karena pagi hari gue udah mulai melakukan aktifitas.

Jumatnya kawan sekaligus team owner yang meminjamkan gue kendaraan bernama BULZAI menjemput di airpot langsung pergi kerumahnya untuk melihat mobil yang akan di pakai. Sesampainya di rumah dia langsung membuka garasi dan menanyakan saya mobil mana yang mau di pakai. (buseett guee suruh milih coyy…). Saat itu ada dua mobil yang antara lain NISSAN SILVIA S15 dengan mesin VH45 turbocharge 650HP dan 1 lagi Toyota Verossa dengan 2jz semi stok 450HP, memang Silvia memberikan tenaga yang besar dan saya pun sempat tergiur, tetapi saya bertanya kembali, mobil mana yang awet dan tidak ada masalah besar, dia menjawab Verossa. Enggak usah mikir gue langsung setuju membawa Toyota Verossa, biar pelan asal PARTY!!! Hahaha..
(tunggu part berikutnya ya…)

