Setelah menyelesaikan musim balap Formula 3 di Eropa, pebalap muda berbakat Indonesia, Sean Gelael, langsung mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan besar, Macau Grand Prix. Di setiap tahunnya, para pebalap top Formula 3 dari berbagai penjuru dunia, berkumpul bersama di Macau, dan bersiap untuk melakukan pertarungan di Guia Circuit, salah satu sirkuit jalan raya terbaik di dunia. Sirkuit ini sendiri tidak banyak berubah sejak pertama kali dipergunakan pada tahun 1954, tetapi lingkungan di sekitar sirkuitlah yang telah banyak berubah, karena perkembangan kota yang terus menerus.
Sejak menyelesaikan balapannya di Eropa, Sean berkesempatan untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 17 di Indonesia, bersama dengan keluarga, teman-teman sesama pebalap, dan jaga teman teman yang lain. Tetapi diantara berbagai kegiatan yang dilakukannya, Sean tetap fokus menghadapi balapan paling menantang di kalender kejuaraan Formula 3 yang telah menanti.
Sean akan merupakan salah satu dari 10 pebalap rookie di antara 28 pebalap yang akan bertanding nanti. Tugas terbesar Sean adalah untuk tetap menjaga mobil Double R Racing Dallara-Mercedesnya tetap utuh selama melakukan latihan dan sesi kualifikasi pada hari Kamis, 14 November. Dengan cara itu, Sean akan dapat menambah pengetahuan dan pengalamannya di lintasan untuk dapat berusaha maksimal pada saat melakukan latihan akhir dan kualifikasi di hari Jumat, 15 November.
Hasil dari kualifikasi Jumat, akan menentukan posisi start kualifikasi di hari Sabtu, 16 November. Hasil dari kualifikasi Sabtu akan menentukan posisi start di pertandingan utama Formula 3, Macau Grand Prix, Minggu 17 November. Oleh karena itu, apabila Sean mengalami masalah pada sesi kualifikasi di hari Sabtu, Sean mungkin saja akan start dari posisi belakang.
Anthony ‘Boyo’ Hieatt, team principal sekaligus race engineer Sean di Double R Racing team, telah memenangi tiga balapan di Macau Grand Prix. Tahun 1989, Anthony adalah mekanik bagi David Brabham, di tahun 2001, dia menjadi race engineer bagi pebalap Jepang yang juga pernah berlaga di Formula 1, Takuma Sato, dan terakhir di tahun 2006, Anthony adalah pemimpin tim dan mekanik bagi Mike Conway.
“Beruntung kami memiliki rekaman on-board lintasan di Macau, dan juga model simulasi yang sudah dipergunakan Sean secara ekstensif” kata Anthony. “Tetapi tidak ada yang akan lebih mengagetkan bagi seorang pebalap pada saat nanti melihat dari sudut matanya , tembok dan pembatas yang dilewatinya pada saat berada di lintasan sebenarnya. Balapan di Macau itu seperti sedang balapan di dalam terowongan”
Akan sangat sulit bagi para pebalap di tahun pertamanya, juga bagi Sean. Di hari Kamis, catatan waktu di setiap lap tidaklah terlalu penting. Sean harus lebih fokus pada latihan pengereman dan penentuan titik-titik untuk membelok. Apabila Sean menabrak, maka kepercayaan dirinya pasti akan turun. Oleh karena itu, kami akan menasihati Sean untuk mengemudikan mobilnya dengan sebaik-baiknya dan melakukan putaran di lintasan sebanyak-banyaknya”
Dengan kata lain, Macau adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan lintasan-lintasan lebar yang biasa dilalui para pebalap muda ini. “Pebalap tidak boleh melakukan kesalahan sama sekali” tambah Anthony. “Para pebalap dituntut untuk berkonsentrasi penuh dan teliti, ini dua hal yang sangat penting, juga untuk karir mereka di masa depan. Ini adalah salah satu sirkuit terbaik di dunia, dan termasuk beberapa sirkuit yang memberikan sensasi berbahaya bagi para pebalap”
Sebagai persiapan, Anthony sudah memastikan bahwa Sean, bersama rekan-rekan satu timnya, Antonio Giovinazzi, Kevin Korjus dan Sun Zheng, terus menerus berlatih dengan menggunakan peralatan simulasi milik Double R Racing. “Mobil dan sirkuit model di simulasi ini, sangat mendekati apa yang sebenarnya” kata Anthony. “Kami merasa bahwa peralatan ini sangat berguna bagi para pebalap dan juga tim mekanik, misalnya mereka dapat berdiskusi mengenai titik perubahan gigi. Sebagai contoh, biasanya para pebalap akan menambah gigi di titik RPM 6300, tetapi di beberapa bagian menanjak di Macau, para pebalap tetap harus bertahan di gigi yang sama pada titik 7000 RPM. Para pebalap telah melakukan latihan ini selama dua hari berturut-turut. Jadi mereka sudah cukup belajar menenai tikungan-tikungan dan juga di titik mana mereka harus berbelok. Sean sendiri sudah melakukan latihan ini sebanyak kira-kira 120 sampai 140 putaran”.
Hal terberat dalam latihan yang telah dilakukan itu adalah, mekanik Double R memberikan latihan simulasi pengenalan sirkuit selama 45 menit. Apabila seorang pebalap menabrak dalam latihan tersebut, walaupun sudah berada di menit ke 43, maka pebalap tersebut harus mengulang dari menit pertama kembali. “Ini latihan yang sangat berat. Saya harus berkonsentrasi penuh selama 45 menit” kata Sean. “Tetapi, kalau saya tidak bisa berkonsentrasi dalam latihan ini, maka saya tidak akan mampu bertahan terlalu lama di pertandingan nanti”
Tentu saja pada saat pertandingan nanti, bila terjadi hal yang tidak diinginkan, maka Sean tidak mungkin mengulangnya seperti dalam latihan. “Target untuk Sean adalah berhasil finish dengan baik. Apabila Sean berhasil finish di 10 besar, yang menurut saya sebenarnya mungkin terjadi, maka saya bersama seluruh tim akan sangat bergembira” tutup Anthony.



