Banten, 7 Agustus 2017 – Ajang Indonesia X-treme Sprint Offroad Racing Championship 2017 putaran ketiga telah berakhir, H.M Rihan Variza memang tidak berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemegang waktu tercepat. Namun H.M Rihan Variza yang dinavigatori Boy M Dinata berhasil menjadi runner up di Kejuaraan Umum dan peringkat ketiga untuk kelas G5.4.
Memang di hari pertama yang telah melangsungkan 2 Special Stage (SS), H.M Rihan Variza berhasil menjadi yang tercepat secara keseluruhan. Hal ini didukung oleh kondisi mobil yang prima dan tidak ada tekanan ketika menjalani balapan, namun berbeda dengan hari kedua yang ‘pressure’ besar dirasakan oleh H.M Rihan ini.
“Alhamdulilah mobil tidak ada masalah sehingga di dua SS awal saya bisa lebih enjoy dan tidak ada beban sehingga makin percaya diri. Tapi pas di hari kedua, beban besar setelah jadi yang tercepat membuat racing line jadi sedikit kacau. Selain itu mobil – mobil lainnya lebih kencang di hari kedua ini. Untuk di SS 5 & 6 saya lebih fokus memperbaiki kesalahan sebelumnya sehingga dapat kembali enjoy nya.” ungkap H.M Rihan Variza.
Namun keberhasilan H.M Rihan Variza tidak diikuti oleh rekan satu timnya di BMB Motorsport HRVRT. Dengan formasi Tb Adhi/Adi Indiarto, H. Prayudha/Andi Rendy dan H.A.R Prayoga/M. Lutfi, tim ini seperti sedang bermusuhan dengan ‘Dewi Fortuna’. BMB Motorsport HRVRT harus rela terlempar ke urutan 13 dalam Kejuaraan Team. “Persaingan makin berat membuat saya ingin meningkatkan kemampuan mobil terus tetapi malah berdampak. ECU yang tidak sesuai sehingga ‘safe mode’ membuat power turun setengah jadi malah mobil terbalik karena kehilangan tenaga. Semoga bisa ada latihan yang banyak sebelum putaran selanjutnya agar bisa menyiapkan mobil lebih baik lagi,” ungkap Tb Adhi.
Nasib yang sama pun dirasakan oleh BMB Motorsport, keberhasilan H. Adim bersama navigator M. Zaki yang berhasil meraih podium kedua di kelas G4.2 juga tidak mampu mengangkat peringkat tim ini. Fawas Salim/Kiki Gunawan (G3.1), Dadan Pohan/R.I Firmana (G4.3) dan Tb Deyang/Fadli Dolding (G4.2) yang juga tergabung dalam BMB Motorsport hanya berhasil menempati urutan ke 15 di Kejuaraan Team. “Pada balapan kali ini seperti kurang beruntung, saat pompa bahan bakar mati di SS ketiga membuat sulit untuk mengejar catatan waktu dari pesaing lainnya.” ungkpa Dadan Pohang.
Hal serupa pun diungkapkan Boy M Dinata,”Tim BMB Motorsport yang di dua putaran sebelumnya selalu merebut poin, harus rela kehilangan kesempatan menjadi juara. Persaingan juga semakin sengit dengan banyak yang melakukan upgrade pada mobilnya, ini membuat beberapa kendaraan seharusnya juga melakukan upgrade seperti mobil milik Tb Deyang dan Dadan Pohang tetapi semua terbentur pengiriman dari luar negeri sehingga membutuhkan waktu cukup lama.”
Dengan hasil ini, persaingan di Kejuaraan Team akan semakin memanas pada putaran selanjutnya dan tentu saja tim BMB Motorsport HRVRT maupun tim BMB Motorsport akan menyiapkan diri sebaik mungkin agar kembali meramaikan persaingan di Indonesia X-treme Sprint Offroad Racing Championship 2017.


