Connect with us

Event

Kejurnas Offroad individual seri 2 temanggung, jawa tengah

Super Special Stage Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Offroad Individual yang digelar di Sirkuit Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung 16-17 November 2013. Kejurnas Offroad individual kali ini menjadi ajang uji nyali bagi para offroader tanah air. Mereka ditantang untuk menjajal kemampuan di medan sulit pada ketingian lereng Gunung Sindoro yang dikenal sangat terjal dan licin. “Kalau tidak hati-hati bisa merusakkan kendaraan soalnya selain berlumpur sirkuit juga banyak batuannya. Belum lagi kemungkinan turunnya hujan deras saat laga berjalan. Tentunya ini harus diwaspadai dan merupakan tantangan tersendiri,” celoteh Gunawan, selaku promotor nasional.

photo 4

Dalam kejuaraan nasional yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-179 Kabupaten Temanggung, sekaligus putaran kedua kejurnas setelah sebelumnya di gelar di Jawa Barat ini diikuti oleh 77 peserta dari berbagai penjuru tanah air. Seperti dari Kalimantan, Sumatera, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta dan beberapa dari kota-kota lainnya. Ada beberapa kelas yang dikompetisikan antara lain kelas 1.000 cc, 2.000 cc, 2.500 cc ke atas baik winch maupun non winch.

photo 5

Hari pertama ajang Super Special Stage Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Offroad Individual di Sirkuit Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, berlangsung cukup menarik. Medan terjal bebatuan seolah menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, trek ini terbilang baru bagi para peserta yang sudah terbiasa dengan jalan berlumpur. Sejak awal start mobil para ofrroader tampak garang dengan diiringi raungan bunyi mesin yang memekakan telinga. Namun, saat melintasi trek tanjakkan dengan kemiringan 45 derajat dan berkontur batu serta pasir, beberapa di antaranya berguguran. Medan di ketinggian lereng Gunung Sindoro sepertinya memang sulit ditaklukan oleh para offroader. Mereka harus bersusah payah untuk bisa mencapai garis finis. Belum lagi saat menyusuri trek sempit dengan tikungan tajam di bawah guyuran hujan. Baru sekali ini di ajang kejurnas offroad menggunakan trek bebatuan.

photo 6

Offroader lokal, asal Kasanan Kranggan, Temanggung, Ashabul Munir, mengakui sulitnya melewati trek Kledung. Jalan yang semuanya bebatuan membuat mesin Toyota 7K-nya kepayahan dan beberapa kali melorot saat melewati tanjakkan. ”Baru sekali mencoba trek batu, asyik tapi sulit dilewati. Kendala kita di jalan batu yang terus bergerak. Padahal, kalau rpm kita rendah jelas tidak bisa naik saat menanjak. Jalan satu-satunya jaga rpm jangan terlalu rendah,” tuturnya. Hal serupa juga dialami para peserta lainnya, sehingga banyak peserta yang kehilangan banyak waktu karena sulitnya medan.

photo 7

Kendati demikian, trek batu tak menyurutkan langkah para peserta. Beberapa offroader wanita di kelas non winch, seperti Riri, Ajeng, dan Mariachi bahkan sempat mencuri perhatian setelah berhasil mencapai garis finis. Offroader kawakan yang ikut ambil bagian pada kelas winch antara lain Josua Pasaribu, Wahyu Lamban Jatmiko, Sumardji, dan Ridha Giwangkara. Event ini juga tidak disiasiakan oleh pecinta otomotif lokal. Offroader Temanggung selain Munir ada Budi, Yoyok, Trimo, Heri yang turun di kelas non winch.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect