Kota yang beberapa dari kalian mengenal sebagai asalnya warung makan enak, yaitu Tegal, Jawa Tengah. Pada hari Sabtu 21 April 2018 kemarin, baru saja dilangsungkan ajang Kejurnas MLD Spot Auto Gymkhana 2018 putaran ke dua. Dibanjiri 220 starter ikut ambil bagian, sebelumnya putaran 1 diikuti 195 starter. Ini menjadi catatan rekor menarik animo starter terbanyak.

Selain itu ada cerita mengejutkan dari tim balap baru asal Kota Semarang, yaitu Saputra Project Slalom Team. Tim slalom baru yang beranggotakan pembalap – pembalap papan atas alumnus dari tim Intersport ini tampil sangat poll – pollan pada putaran kedua ini.

Hal tersebut bisa dilihat dari performa mereka yang stabil pada saat bertanding di Kejurnas MLD Spot Auto Gymkhana 2018 putara kedua sabtu kemarin. Padahal salah satu mobil yang mereka gunakan, yaitu Honda Brio bener – bener masih standard banget. Mereka mengakui bahwa mobil tersebut sama sekali belum di refresh dari tahun kemarin dan setingannya pun belum maksimal. Akan tetapi itu tidak membuat Ananta OHP, Alvito Hardianto dan Andi Baihaki masih tetap bisa bersaing ketat dengan tim – tim lainnya.

Lain halnya dengan Dika ch, Bayu Saputra dan Oldy Ardana. Mereka menggunakan mobil yang berbeda, Yaitu Honda Jazz yang menggunakan suspensi Aragosta 1 way. Mereka bertiga pun merasa sudah mendapatkan setingan yang terbaik untuk event kali ini dan bisa tampil sebaik mungkin.

Akan tetapi rintangan berat pun mulai terasa pada heat ke 2. Dimana soal pada heat 2 kali ini memiliki rintangan yang agak lebih berat dibandingkan dengan soal heat pertama. Oldy Ardana pada heat pertama dia berhasil menyodok dengan catatan waktu terbaik, pada heat ke dua harus merosot di urutan 11. Akan tetapi hal sebaliknya terjadi kepada teman satu timnya, yaitu Ananta OHP. Dimana dia pada heat ke dua ini berhasil masuk ke urutan 5 besar.

Sedangkan untuk kelas F sendiri Saputra Project Slalom Team sudah bisa memperkirakan akan sangat sulit untuk bisa berada di posisi teratas. Karena mobil yang mereka gunakan adalah mobil spek Kelas A. Dan pada putaran kedua Kejurnas MLD Spot Auto Gymkhana 2018 ini memang bukan hari untuk Dika CH. Karena pada kelas F di heat kedua, Dika CH tidak sengaja mengenai cone. Hal tersebut membuat Dika CH terkena penalti waktu sebanyak 2 detik yang membuat langkahnya menuju final menjadi terhalang. Hal serupa pun terjadi dengan Oldy Ardana pada final kelas F, dimana Oldy Ardana melakukan kesalahan saat masuk garis finis terkena cone yang membuat dia harus duduk di urutan bontot.

Walaupun beberapa pembalap mengalami nasib yang kurang baik, akan tetapi Saputra Project Slalom Team tetap bisa mendapatkan juara 1 Team A. Selain itu juga pembalap baru Alvito Hardianto juga mendapatkan juara 5 untuk kelas pemula. Sebenarnya juga Alvito Hardianto ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan gymkhana PON di tahun 2020 yang memiliki batas maksimal umur 23 tahun.

