IIMS 2018 yang berakhir pada April lalu berhasil menyuguhkan konsep yang berbeda dari yang sudah-sudah. Ajang ini tak luput dari sorotan media online maupun cetak. Nuansa kekinian atau jaman now terasa begitu kental di IIMS tahun ini. Tak disangka, jumlah pengunjung dan penjualan melebihi dari target yang diperkirakan. Sebuah pencapaian besar bagi pihak penyelenggara.
Acara ini tentu tak terlepas dari peran serta para peserta ekshibitor. Menurut catatan hasil sementara sebelumnya memperoleh transaksi penjualan sebesar Rp 4,080 Triliun, saat ini baru saja dikeluarkan hasil akhir dengan total transaksi senilai Rp 4,923 Triliun. Perbedaan yang sangat signifikan bila dilihat dari nominalnya.
“Pencapaian ini sungguh diluar dugaan kami. Target yang semula Rp 3,3 Trilyun bisa dilampaui dengan pencapaian sangat spektakuler. Hal ini bukan hanya menandakan bahwa IIMS semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia, tetapi menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian negara kita sangat baik”, cetus Hendra Noor Saleh, Direktur Dyandra Promosindo.

Tak hanya itu pihak Dyandra Promosindo juga cermat dalam menentukan tanggal dan lokasi pelaksanaan. Tanggal penyelenggaraan sebelum Bulan Suci Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi penyelenggara. Ini merupakan momen yang tepat dimana masyarakat membutuhkan kendaraan baru untuk mudik.
“Terima kasih kami ucapkan kepada PT JIExpo sebagai partner kami. Kemayoran terbukti menjadi lokasi ideal dalam menyelenggarakan IIMS karena sangat mudah dijangkau oleh masyarakat”, imbuhnya.
Hasil transaksi dilihat dari Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), terbukti 14.840 unit mobil dan 1.223 unit motor laku keras hingga hari terakhir IIMS 2018 berlangsung. “Sebuah hasil yang sangat pantas dari kerja keras Dyandra Promosindo dan seluruh pihak yang terlibat di IIMS 2018. Kami pastikan bahwa IIMS akan terus berkembang dan selalu ada untuk masyarakat dan industri otomotif Indonesia. Sampai jumpa di IIMS 2019 yang lebih seru, lebih canggih dan lebih spektakuler,” tutup Hendra. Bravo!

