Siapa sih yang tidak tau dengan mobil AE86 Levin berwarna merah dengan menggunakan bodykit full vertex dan velg work equip 03 ukuran 15 berwarna gold ini. Siapa lagi kalau punya salah satu pembalap drifter yang vakum cukup lama yaitu Dean Zean. Nah mobil ini sempat banyak banget yang kometari oleh beberapa orang di sosial media milik Dean.
Seperti AE86 kan Trueno atau Levin itu kan serinya AE85 kali, dan beberapa komentar lainnya. Sedikit info aja nih pada seri AE86, itu tidak cuma Trueno akan tetapi Levin juga ada. Apabila kalian masih tidak percaya silahkan cek saja di google disitu banyak penjelasannya. Oke balik lagi dengan AE86 milik Dean.

Awal mula Dean mengenal mobil Toyota Corolla AE86 semenjak tahun 2000-an. Dimana pada saat itu drifting sudah banyak dikenal luas tidak di jepang saja, dan yang menjadi mobil idola para drifter pada saat itu adalah Toyota Corolla AE86 tetapi yang Trueno bukan Levin seperti milik Dean. Pada awalnya dean tidak memiliki ketertarikan pada AE86, ternyata setelah dia melihat secara langsung mobilnya dijakarta dari situ lah muncul ketertarikan ingin memiliki mobil AE86.
Nah pada tahun 2007 Dean sempat ditawari AE86 versi Levin ini oleh temannya. Tanpa pikir panjang dia pun membeli mobil tersebut dengan harga yang terbilang murah dan selain itu juga mobil ini memiliki surat – surat yang lengkap.

Mungkin banyak beberapa orang yang bertanya – tanya, mengapa mobil miliknya tidak di rubah ke bentuk Trueno? Sebenarnya Dean pun pada awal kali membeli AE86 ini, sempat terpikir ingin merubah ke bentuk Trueno. Akan tetapi di Indonesia sendiri ternyata sudah banyak populasi AE86 bentuk Trueno, asli maupun yang sudah di convert menjadi Trueno. Malahan Populasi AE86 yang masih berbentuk Levin malah sedikit. Inilah alasan Dean tetap ingin mempertahankan AE86 miliknya tetap berbentuk Levin, biar tampil beda kalau kata pria berbadan besar ini.

Singkat cerita Dean tidak puas dengan performa mobilnya, dia ingin AE86 miliknya bisa lebih kencang lagi. Setelah mencari – cari informasi, ternyata membangun mesin 4AGE ternyata sangat mahal. Dan menurutnya sangat tidak worth it karena mau di upgrade bagaimana pun larinya tetep segitu – segitu aja.

Sempat di kompori oleh beberapa temannya untuk swap menggunakan mesin dari merek mobil lain, seperti SR20DET. Akan tetapi Dean secara tegas menolaknya, karena masih ingin mempertahankan mesin toyota. Kalau pun swap inginnya dia tetap ingin menggunakan mesin toyota yang 4 silinder. Bingung mencari solusi, pada akhirnya dia dapet masukan AE86 miliknya di swap pakai mesin 3SGE milik Toyota Altezza.
Akhirnya dia setuju untuk swap menggunakan mesin 3SGE ini. Karena secara dari cc saja sudah beda dari mesin bawaan, yaitu 4AGE yang memiliki 1600cc sedangkan 3SGE ini mempunyai kapasitas mesin 2000cc. Nah yang menjadi PR adalah untuk memasukkan mesin 3SGE ini diakui Dean tidak mudah. Karena dudukan mesin dan sebagainya sangat berbeda dari mesin bawaan AE86 yaitu 4AGE, selain itu Dean tidak mau merusak firewall hanya demi memasang mesin 3SGE ini.

Setelah di adjust sana sini akhirnya mesin ini bisa masuk dan hasilnya sangat rapi karena kabel – kabel yang melintang di engine bay di sembunyikan (wire tuck). Saat ditanya mobil AE86 miliknya ini mau diapakan lagi, Dean merasa masih belum puas dengan setting mesinnya. Menurutnya masih jauh dari kata perfect, seperti pas acara Fastin Fast Out 2018 kemarin oli power steeringnya muncrat kemana – mana.

Walaupun begitu mobil kesayangan milik Dean ini sempat ditawar 800jt, tetapi dia menolak dan tidak ingin melepas mobil tersebut. “Ga tau ini iseng apa gimana, tapi sempet ada yang bilang gua. Kalau 1M dilepas suruh telefon dia” ungkap Dean. Tapi kerennya Dean tetep tidak mau melepas mobil AE86 kesayangannya begitu saja. Gokil!

