Udah cukup lama setelah terakhir kali tim fastnlow berkunjung ke markas besar Ayopa di jalan Parangtritis, Bantul. Yogyakarta, dan sekarang kami pun diajak kembali mengunjungi bengkel yang karakternya Jogja banget, diam-diam tapi tetap berkarya.
Disana Akbar salah satu punggawa dari Ayopa, menceritakan rencananya hengkang dari kelas mobil standart. dan masuk ke kelas yang lebih serius di dunia drag race. Dia mengatakan sudah jenuh berjuang dengan Jazz putih nya. “di Jawa Tengah yang main pakai Honda Jazz (L15) sudah jarang kali” tuturnya dengan logat Sumatra Utara-nya yang kental banget. “Musuh-musuh Jazz rata-rata ada di Surabaya, tapi jauh kali kalo kita pergi kesana, dan tak mau pula mereka datang ke sini”
Dan di akhir kejuaraan drag race tahun 2013 lalu dia memutuskan untuk pensiun menggunakan Jazz nya dan mulai berpikir untuk menggantinya dengan sebuah mobil yang bisa “banzai” untuk turun dikelas 2.1. Akhirnya satu persatu part racing yang ada di Honda Jazz nya dilepas dan dijual oleh Akbar untuk “tambah-tambah” membeli mobil yang ia harapkan.
Pada akhirnya, di awal tahun 2014 Akbar menemukan mobil yang dia harapkan. Dia membeli Honda Nouva keluaran tahun 90, yang mesin standart-nya sudah 1500cc. Kondisinya secara keseluruhan sih lumayan baik. Tapi “penyakit”-nya Honda Nouva dimana-mana sama, yaitu body kropos. Tapi karena memang niatnya untuk dipretelin, kondisi body seperti ini enggak jadi masalah bagi Akbar.
Enggak lama kemudian, Akbar langsung memasukkannya ke bengkel reparasi body. Disana akhirnya baru ketahuan bahwa banyak sekali bagian yang kropos. Akbar pun memutuskan untuk mengganti beberapa bagian yang kropos itu diganti dengan plat besi yang baru, seperti bagian lantai dan pilar kaca depan.
Setelah masalah kropos sudah selesai, akbar-pun mengganti kelir Nouva merah maroon ini menjadi putih mutiara. Kenapa? “Soalnya putih warna netral jadi kalau nanti banyak sponsor yang nempel gampang dilihat orang” celetuknya.
Sembari mobilnya di cat. Akbar pun berburu sparepart untuk jeroan mesinnya yang akan menggunakan mesin Honda tipe ZC.
Sebenarnya Indonesia bukanlah negara yang mudah untuk masalah mencari sparepart balap. Memang harus sabar dan pelan-pelan mencarinya. Telfon sana-sini, mungkin bila perlu beberapa part harus pesan langsung dari luar negeri. Itulah salah satu alasan kenapa olahraga otomotif Indonesia kurang bisa berkembang, karena sparepart racing masih sangat sulit didapat. Tetapi sekali barangnya ada, pasti harganya selangit. Siapa yang salah coba kalo kaya gini? Haha..
Untuk awal ini, Akbar masih ingin trial and error. “kita masih perlu research untuk menemukan settingan yang tepat” kata mas Moza pemilik bengkel Ayopa. “Kemungkinan untuk event drag race awal ini kita tidak akan mengejar podium dulu deh..”. Maka dari itu Akbar belum akan menggunakan part yang terlalu mahal dulu. “masih takut kalo jebol entar belinya lagi susah” ujar mahasiswa jurusan arsitek Universitas Islam Indonesia ini.
Untuk sementara Akbar sudah mengumpulkan beberapa part yang akan dimasukkan kedalam mesin ZC-nya, seperti piston, block guard, fuel pump, per klep, 1 set kampas kopling lengkap dengan dekrup-nya dan tentunya 1 glondong mesin ZC itu sendiri. Sisanya masih dalam tahap pemesanan.
Nantinya piston masih akan menggunakan piston dari Daihatsu Zebra yang sudah di modifikasi, sehingga sedikit menonjol (dome piston) dibagian tengah piston untuk mendapat kompresi yang tinggi. Karena akan menggunakan piston besar, mesin perlu ditambahkan Block Guard untuk menahan getaran dan meningkatkan kompresi dari boring cylinder. Kemudian saya khawatir dengan piston sebesar itu apakah dinding cylinder tidak terlalu tipis? Mas Moza menjawab “enggak kok, ini sama aja dengan oversize 100 pada piston standart-nya”. Piston standart ZC memiliki diameter 75mm sedangkan piston Daihatsu ini 76mm, jadi tidak perlu khawatir dengan dinging boring cylinder.
Ngomong-ngomong masalah target terbesar mereka saat ini adalah bukan juara, tetapi targetnya adalah bisa menempuh 201m dengan waktu 8,6 detik.
Wow!!
So, goodluck untuk pencarian sisanya ya sob, dan bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan mobil ini ditunggu artikel selanjutnya ya.

