Kepastian akan balapan malam hari di Sirkuit Sentul telah dipastikan dengan uji coba lintasan yang dilakukan beberapa pembalap mewakili kelas di Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) pada 15 Juli 2018. Uji coba ini digelar untuk mengetahui masukan dari para pembalap tentang berbagai hal dalam Night Race yang akan di gelar pada 17 – 18 Agustus 2018.

Ajang balap touring di malam hari ini merupakan langkah menyambut HUT ke 25 dari Sirkuit Sentul yang jatuh pada 22 Agustus 2018. Dan hasil kolaborasi antara pengelola Sentul bersama ABM Enterprise yang telah bekerjasama selama empat tahun dalam menggelar balapan Touring car – ISSOM.

Bagi Denny Pribadi yang ikut serta dalam uji coba merasakan adrenalin berbeda, terlebih dengan feeling yang tidak akan sama ketika balapan di siang hari. “Pastinya akan seru balapan pada malam hari, jarak pandang sangat terbatas meskipun telah menggunakan penerangan jarak jauh dari mobil. Hal ini membuat titik pengereman agak jauh, tidak bisa late braking.”

Rencananya pihak Sentul akan menggelar dua kali latihan sebelum ajang balap malam hari digelar. Hal ini agar para pembalap dapat berlatih dan mendapatkan hasil maksimal. Namun secara regulasi masih terus digodok agar meminimalkan resiko yang terjadi saat balapan. Begitu pula dengan urusan penerangan, termasuk yang akan disediakan lintasan karena memang tidak sepanjang lintasan.

Untuk penerangan mobil, Denny Pribadi berharap diizinkan menggunakan lampu tambahan karena lampu standar pabrikan mobil dinilai kurang terang. “Semoga boleh menggunakan lampu tambahan, terlebih bagi mobil – mobil keluaran tahun 90 an atau Retro.”

Memang penerangan menjadi konsentrasi yang terpenting, terlalu terang dapat membahayakan pembalap yang di depannya. Namun lintasan Sentul yang berada di perbukitan, memungkinkan adanya kabut pada malam hari. Dan tentunya bias sinar lampu mobil makin menjadi tantangan bagi pembalap yang berlaga.


