Untuk kesekian kalinya fastnlow kembali mengunjungi kota Bandung setelah tahun lalu bersilaturahmi ke bengkel ahlinya Wire tuck, Ever dan mencoba Honda Estilo bermesin B16B miliknya.
Untuk kali ini giliran Honda City Type Z milik salah satu anggota ITZC (Indonesia Type Z Community) Regional Bandung yang bakal kita kupas habis. Pasalnya mobil milik Caesario ini sudah dipermak interior, exterior maupun jeroan mesinnya.
Pemiliki type Z dengan panggilan akrab Rio ini beranggapan kalau, mobil kencang juga harus tetap enak dilihat. Untuk itu dia cukup banyak melakukan ubahan maupun tambahan dari sisi eksterior. Mulai dari penambahan Spliter, Canard, fog lamp pada bumper depan sampai Duck tail pada bagasi belakang, dan itu semua terbuat dari bahan carbon yang dipasrahkan pada Carl Private Garage Bandung. Whoho cakep.
Sedangkan bagian mesin pun ikutan dipermak oleh Rio. “saya pengen kalau ada event otomotif bisa ikut serta terus. Event drag race ayo.. kontes modifikasi ayo..” celetuknya sambil tertawa. Dengan berbekal mesin F15 (standart type Z) ini, Rio telah memperbesar diameter lubang intake, exhaust dengan porting polish dan sedikit oversize 50 pada piston. Semua ini dipasrahkan kepada Ais Reserve Before Engineering yang sudah berpengalaman menangani Honda City type Z. Tampilan engine bay juga tidak luput dari perhatian Rio alhasil Wire tuck menjadi solusi menghilangkan kabel biasanya bersliweran.
Khawatir tenaga tidak dapat tersalurkan dengan baik ke roda depan, Ais pun menyarankan untuk mengganti satu set kampas kopling standart F15 ini dengan menggunakan kampas kopling milik Honda Stream. Selain cukup mencengkram putaran mesin yang besar, kampas ini tidak terlalu keras diinjak. “kalau macet gak pegel nginjeknya mas” sahut Rio.
Hasilnya, 402m bisa dilibas dengan waktu 16 detik. Memang tergolong sedikit lambat dibanding type Z karya Reserve Before lainnya. Tapi memang ini kemauan dari Rio sendiri yang tetap memikirkan efisiensi bahan bakar saat digunakan harian.
Saat tim Fastnlow mencoba mobil ini. Tenaga sudah terasa sejak putaran rendah, dan terima kasih atas teknologi mesin “true” VTEC, tenaga mesin tetap terisi dengan baik sampai putaran atas tanpa ada sedikitpun jeda kehilangan tenaga.
Pada dasarnya mantan mahasiswa fakultas hukum salah satu universitas di Medan ini memang sudah menggemari olahraga otomotif drag race ini sejak dia masih kuliah. Sekitar tahun 2008 Medan ia kerap mengikuti ajang balap track lurus ini. Sampai di Bandung, hobby nya ini semakin merajalela dengan sering diadakannya event drag race di sirkuit Sentul.
Bahkan untuk target selanjutnya Rio masih bercita-cita untuk melakukan swap engine menggunakan mesin B series turbo.
Hoho go on boy!!!!.
Engine Specs:
Porting Polish
Mugen engine cover
Intake P2J
Therottle Body B16
Open Filter Simota Twister
Final Gear Ratio 42.5
Camshaft Street BC 298
Cam Gear AEM
Per Klep Supertech
Packing head Cometic
Kopling Set Custom D17A
MSD Spark plug wire
NGK iriway 7
Crans Cam PS92
Capdelco MSD
Duelpump Wallbro 255Lph
Injector Cielo
Fuel Pressure regulator SARD
Header 4.1 By Budi Knalpot
Remap ECU by RB AutoTuning
Ultra Racing Swaybar
Relocate Battery to rear
Wire Tuck









