Bali, 12 Agustus 2018 – Perbedaan waktu tipis menjadi bukti semakin ketatnya perebutan gelar juara dalam Asia Auto Gymkhana Competition 2018 yang berlangsung di GWK Cultural Park pada 11 Agustus 2018. Cukup berbeda dengan ajang serupa sebelumnya, hal ini sangat diakui oleh para pembalap yang turun mewakili Indonesia, seperti yang dirasakan oleh Demas Agil dan Anjasara Wahyu.

Duet pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) sebagai wakil tim Indonesia 2 memang berhasil merebut gelar juara untuk kategori Team di AAGC 2018. Namun berkat perjuangan dan strategi, trophy tertinggi dalam ajang Gymkhana pun berhasil dipersembahkan Demas Agil dan Anjasara Wahyu. “Kini para pembalap yang berlaga telah menunjukan kemampuan mereka, berbeda dengan seri sebelumnya. Ini baru kompetisi tingkat Asia yang seru untuk diikuti maupun ditonton,” tutur Anjasara Wahyu.

Untuk dapat melaju ke final dalam babak knock out 16 besar, tim Indonesia 2 harus menghadapi persaingan dari negara Nepal, China Taipei, Jepang dan berhadapan dengan New Zealand untuk memperebutkan juara pertama. Dalam babak final menghadapi Jordan Grant dan Cameron Morison sebagai pembalap andalan dari tim New Zealand, Tim Indonesia 2 mendapatkan keuntungan dari kesalahan ‘duo New Zealand. Jordan Grant menjatuhkan Cone.
Mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh Jordan Grant, duet pembalap tim Indonesia 2 langsung menerapkan strategi. “Mendengar informasi bahwa pembalap New Zealand menjatuhkan ‘cone’, saya langsung bermain aman agar menjaga peluang meraih gelar juara. Kami tidak ingin bermain ‘konyol’ karena sudah mendapatkan keuntungan,” ungkap Anjasara Wahyu.

Hal senada pun diungkapkan oleh Demas Agil setelah menjalani babak final Team Knock Out.” Dari informasi pembalap New Zealand yang menjatuhkan ‘cone’, saya dan Anjas memutuskan untuk menurunkan ritme. Kami tidak mengincar ‘fastest’, tapi mengincar juara dengan catatan waktu secara overall unggul.” Ujar Demas Agil.
“Alhamdulillah kami bisa mempersembahkan gelar juara bagi Indonesia, beban berat bagi kami membawa nama bendera Indonesia untuk berlaga dalam ajang Asia – Pacific ini. Dengan strategi yang menyingkirkan ego sehingga dapat meraih gelar juara,”

Untuk hasil akhir, Demas Agil dan Anjasara Wahyu (Indonesia 2) berhasil mencatatkan waktu total 1 menit 44, 002 detik. Sedangkan tim New Zealand meraih waktu total 1 menit 46, 351 yang telah diakumulasi 2 detik sebagai pinalti karena menjatuhkan cone. Jika dilihat, catatan waktu tim Indonesia 2 tetap unggul, walau New Zealand tanpa tambahan pinalti.


