Jogjakarta Land Rover Community (JLRC) baru saja merayakan HUT ke-16 pada 11-12 Agustus lalu di Embung Batara Sriten, Desa Pilangrejo, Nglipar, Gunung Kidul yang bertema ‘Ganeping Welas Kagem Sedulur’. Menurut JLRC tema ini memiliki nilai filosofis yang berarti 16 tahun untuk berbagi kepada sesama, intinya bersosial.
Adapun demikian HUT JLRC semestinya jatuh pada 9 Agustus, akan tetapi dirayakan serentak dengan acara Sriten Festival 2018. Sriten Festival merupakan gelaran budaya yang menjadi salah satu program Dinas Pariwisata Jogjakarta dimana terdiri dari 3 rangkaian besar yakni Kejuaraan Paralayang (Gunung Kidul Cup), wayang kulit dan kirab budaya, serta HUT JLRC.

Dalam hal ini JLRC sebagai komunitas yang berdiri di Jogja merasa memiliki tanggung jawab dan kepedulian mengangkat destinasi wisata alam Jogja yang belum terekspos secara maksimal. Pada kesempatan yang sama, JLRC mengadakan bakti sosial yakni pembangunan mushola di Embung Sriten yang mulai didirikan sejak 3 bulan silam dan membagikan kelengkapan mushola di tiga titik di Padukuhan Sriten. Selain itu juga ada pengadaan pompa air sumur dalam yang merupakan kebutuhan vital bagi warga sekitar.
“Jauh sebelum acara ini dilaksanakan kami melakukan survey dan berbicara dengan pihak Kelurahan Pilangrejo. Rupanya mereka memiliki tiga prioritas kebutuhan dan dari ketiga prioritas ini kami bisa melakukan 2 item yakni mushola dan pengadaan pompa. Saya rasa tempat ibadah itu penting banget untuk mengucap syukur atas keagungan alam yang Tuhan beri,” sambut Samoek, Ketua Acara.

Sabtu pagi, Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah, S.Sos. secara resmi membuka acara Sriten Festival dan menerima penyerahan mushola secara simbolis dari Budi Santoso selaku sesepuh JLRC. Setelah itu pada malam harinya dilanjutkan dengan rangkaian seremonial internal JLRC seperti syukuran potong tumpeng dan hiburan.
“Perjalanan JLRC selama 16 tahun mantap! Dari pertama cuma segelintir orang sekarang ada 250 anggota, kebersamaan nggak pernah pecah dari awal sampai sekarang tetap bersatu. Meski teman-teman punya kesibukan dan pekerjaan tapi JLRC masih tetap jalan, nggak ada kendala,” cetus Anton dengan nomor anggota 001.
Ia pun menambahkan bahwa semua anggota bisa saling membantu dikala susah maupun senang, harapannya generasi ke-2 bisa melanjutkan kekompakan JLRC dan selalu bersosial seperti yang sudah dilakukan JLRC selama ini. “ Sampai sekarang kan nikmat betul kemana-mana selalu guyon, guyub dan ada waktunya serius. Semuanya bisa diatasi jika dilakukan bersama-sama,” imbuhnya.

Kemping selalu menjadi hal wajib JLRC disetiap acara, tentu tak ketinggalan mengajak serta keluarga. Suasana semakin meriah dengan hadirnya sekitar 150 peserta baik dari JLRC dan komunitas Landy dari Bogor dan Jakarta yang berjumlah 30 unit Land Rover. Kabut kian berhamburan mengiringi suasana malam itu hingga mencapai 15 derajat celcius, bahkan embun mulai menyelimuti tenda yang berjejer disekitaran telaga. Menggigil tapi asyik!

Minggu pagi diisi dengan game ala tujuh belasan guna menyambut Kemerdekaan Indonesia yang disemarakkan oleh anak-anak sampai orang tua. Pada momen yang istimewa ini JLRC mendapatkan pemaparan dari panitia ILRU (Indonesia Land Rover United) yang akan diselenggarakan pada Desember nanti di Cibubur.

Diatas ketinggian 859 mdpl peserta dipuaskan dengan keelokkan panorama Pegunungan Batur Agung yang menawan, disini kalian juga bisa melihat sunrise maupun sunset yang begitu cantik. Kemanapun kalian travelling yang paling penting adalah tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Yeee kan sob!

Pula yang menarik dari komunitas ini adalah ketua JLRC yang tidak pernah diganti, ‘naga-naganya’ bakalan berlaku seumur hidup. Sosok ini pun tak ketinggalan memberikan komentarnya perihal Hari Jadi JLRC. “JLRC seperti menjadi bagian dari keluarga besar bukan hanya komunitas Landy semata. Tiap tahun makin progresif dan salah satu pencapaiannya adalah dipercaya membantu program Dispar dengan cara JLRC, mulai dari event kecil hingga event nasional,” tutur Dede Baskoro.
“Mudah-mudahan JLRC semakin eksis, yang muda terus bergerak baik untuk JLRC, dunia otomotif dan sosial,” tutup Dede. JLRC Hokya!!!

