Belum lama ini Jogja dibanjiri mobil ‘ngeblarrrr’ asal Australia, tepatnya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 15-16 September 2018 kemarin. Dalam perhelatannya bertajuk ‘Jogja Holden Day’ (JHD) yang dikemas dengan konsep festival menampilkan car show sebanyak 50 unit Holden berbagai tipe khususnya mulai dari tahun 1958-1976.
Sebut saja Holden Special, Kingswood, Premier, Statesman, Torana, dan Monaro. Alirannya pun variatif mulai dari vintage, kustom, hotrod, lowrider, muscle, killing machine dan lain sebagainya. Sebelum kita bahas lebih jauh, kita patut mengetahui sedikit sejarah tentang ‘Singa Australia’.
Sekilas tentang Holden

Holden berdiri pada tahun 1856 yang awalnya sebagai sebuah produsen pelana di Australia Selatan, tahun 1908 Holden beralih menjadi produsen mobil. Tahun 1931 Holden diambil alih oleh General Motors (GM), namanya menjadi GM Holden Ltd yang beroperasi di wilayah Australasia dan berkantor pusat di Port Melbourne. Nama tersebut kemudian berubah lagi menjadi Holden Ltd tahun 1998.
Kontribusi Holden terhadap ekspor mobil cukup fluktuatif sejak tahun 1950an, Holden terdorong melirik pasar internasional demi meraup keuntungan. Pada dekade yang sama merk Holden cukup mendominasi pasar mobil di Ausy, bahkan GM berinvestasi besar untuk meningkatkan kuota produksi Holden untuk diekspor.

Tahun 1956 Holden mulai mengekspor mobil ke Malaysia dan Thailand, bersamaan dengan itu Holden membuka pabrik baru di Dandenong sebuah kota kecil di Melbourne, Victoria, Australia. Setahun kemudian Holden melebarkan sayap dengan ekspor ke 17 negara seperti Indonesia, Hong Kong, Singapura, Fiji, Sudan, serta negara-negara lain di timur maupun selatan Afrika.
Penjualan Holden di Ausy kian melonjak, tercatat Holden menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar tahun 1958 yang ditandai dengan lahirnya Holden FC. Holden FC merupakan jenis mobil pertama yang diuji di Holden Proving Ground, sebuah pusat pengujian dan pengembangan yang sengaja dibangun di Lang Lang.

Nah, pada kesempatan JHD kali ini ada segelintir Holden yang paling menyedot perhatian yakni Holden klasik yang tergolong langka. Meskipun keberadaan sang pemilik entah dimana serta kita nggak bisa seenaknya menelisik lebih jauh jeroan mobil ini, akan tetapi awak FnL sempat mengabadikannya.
1. Holden Special Sedan model FC keluaran 1958

Saat saya mengintip bagian interior, instrumen panel tombol pada dashboard masih tertata rapi dan terawat, hanya saja sedikit mendapat tambahan seperti speaker dan dash camera. Kelir bodinya pun dibuat sama meski agak metalic dan glossy. Embel bertuliskan Special didalam kabin maupun diburitan ekor mobil juga masih terpasang apik, menariknya lagi Holden FC ini menggunakan velg original lengkap dengan wheel dop.

Tipe ini merupakan mide-size sedan diproduksi tahun 1958-1960 sebagai Holden Special Sedan model FC yang dikembangkan dari Holden model FE, juga merupakan generasi kedua tepatnya tahun 1956-1958. Yaps pada gen kedua ini Holden merilis 2 model dalam waktu singkat, jadi wajar jika tipe FC menjadi salah satu varian terlangka.

Holden Special FC menggendong mesin 2.2 L/ 132,5cui bertenaga 54 kW/ 72 hp dengan torsi 149 Nm/ 110 lb-ft yang mampu menempuh kecepatan maksimal 129 km/jam, untuk konsumsi bahan bakar mencapai 7:1. Mesin ini disebut mesin Holden Grey Six yang terlebih dahulu menempel pada model Holden Special 48-215 generasi pertama yang didukung dengan transmisi manual 3-speed bersistem RWD (rear-wheel drive).

Postur tubuhnya tergolong besar dengan panjang 4488 mm, lebar 1699 mm, wheelbase 2667 mm serta ground clearance 190 mm yang mampu menampung 43 liter bensin.
2. Holden Special Station Wagon Model EK 1961

Warna two-tone yang menyegarkan, menyedot mata saya untuk menghampiri sosok berkelir hijau kebiruan ini. Seketika saya teringat film Mad Max: Fury Road yang dirilis 2015 silam menggunakan Holden EK yang dimodifikasi bak mobil perang serta dilengkapi senjata.
Buat saya sosok ini terlihat istimewa dan unik diantara deretannya. Meskipun jadul kromnya terlihat mengkilat dan terawat sebut saja bumper depan, cover lampu, stripping body dan list kaca. Untuk yang satu ini beraliran hotrod, lihat saja terpampang velg Ridler Wheels berdiameter 17 inci.
Holden Special Station Wagon Model EK produksi 1961-1962 merupakan salah satu model generasi ketiga setelah kemunculan model FB. Facelift pada model EK diadopsi dari model FB yang pernah populer di jamannya. Fitur yang menggiurkan adalah berkat adanya transmisi otomatis pertama dari Holden yakni Hydramatic, terlepas dari itu juga tersedia pilihan transmisi manual 3-speed.

Desain eksterior Wagon EK yang menggabungkan cover kaca depan bak topi dan sirip belakang merupakan style yang sedang beken pada masa itu, sebagai pendahulunya tren tersebut lahir pada mobil Amerika. Sayangnya sosok bongsor yang saya temui ini tidak dilengkapi dengan cover kaca depan.
Salah satu Holden collector item ini didukung dengan mesin segaris 6 silinder berkapasitas 2.3L/138.1 cui yang menghasilkan tenaga 56 kW/ 75 hp dan torsi 163 Nm/ 120 lb-ft, tenaga ini dikirim melalui gardan belakang. Tercatat Holden EK diproduksi sebanyak 150.214 unit sebelum model tersebut digantikan oleh seri EJ setahun kemudian. Sementara dimensinya sedikit lebih besar dari Special pendahulunya dengan panjang 4618 mm, lebar 1703 mm dan wheelbase 2667 mm.
3. Holden HQ Monaro LS Coupe & GTS

Ketika melihat perawakan Holden Monaro apa yang anda pikirkan? Yaps, Monaro lagi-lagi pernah dipakai dalam film action Mad Max pada tahun 1979, tepatnya Monaro model HQ keluaran 1972. Film ini dibintangi oleh sang aktor ganteng Mel Gibson, tapi kita nggak membahas soal film tersebut ya guys.
Monaro atau dalam pengucapannya mo-nair-oh diambil dari nama sebuah wilayah di New South Wales, Australia. Holden HQ Monaro LS Coupe maupun GTS termasuk spesies langka di Indonesia, apalagi yang tipe dua pintu. Menurut kabar, populasi Monaro tidak lebih dari jari yang kita punya hanya berjumlah 17 unit, sementara 10 unit dipegang oleh kolektor maniak Holden yang namanya dirahasiakan.

Rumornya, keberadaan mobil Holden di tanah air kita dibawa oleh seorang penyelundup ulung berinisial RT pada era 60an sampai 70an. Tak hanya Holden ia pun turut memboyong ratusan mobil mewah lainnya seperti Roll Royce, Alfa Romeo, Mustang, dan merk ternama lainnya.
Dua sosok Holden Monaro yang hadir dalam ajang JHD ini benar-benar menebar pesona, warnanya pun mencolok dengan unsur feminim. Desainnya yang sporty dan kekar begitu kental melekat dengan aura muscle car. Jadi nggak heran Monaro menjadi kasta tertinggi yang diproduksi dalam dua generasi yakni tahun 1968-1971 dan 1971-1977.

Kenapa Monaro disebut muscle car pertama Holden? Tak lain lantaran dapur pacunya yang begitu menggoda. Pada era yang sama hadirnya Monaro dibarengi dengan lahirnya Holden Kingswood, tak ditampik jika Monaro mengambil basis dari Kingswood.
Masa produksi Monaro yang cukup lama, mendorong Holden mengembangkan teknologi mesin hampir disetiap model barunya diantaranya HK, HT, HG, HQ, HJ, HX, dan HZ. Untuk sektor transmisi tersedia 4-speed manual dan 3-speed matic.

Kali ini Holden membenamkan mesin Red Engine yang memiliki konfigurasi inline 6 silinder OHV pada tipe base model dan LS Coupe. Bedanya terletak pada kapasitas mesin, base model menghadirkan mesin 2.8 L dan tipe LS berkapasitas 3.3L.
Sementara karakter ‘bringas’ menempel pada Monaro tipe GTS yang awalnya hadir dengan mesin L6 186 3.0L kemudian disusul mesin V8 350 5.7 L. Mesin Small Block V8 milik Monaro GTS ini juga disematkan pada musle car milik Chevrolet seperti Chavelle, Camaro, Impala dan lain sebagainya. Wajar sih mengingat Holden bernaung dibawah perusahaan induk General Motors.

Mesin varian L48 ini memiliki tenaga sebesar 300hp dan torsi maksimal 576 Nm.Tentu saja Holden Monaro pada eranya bersaing dengan merk tersohor lainnya sebut saja Buick GSX, Pontiac GTO, Mustang 302, dan Plymouth Road Runner.

