Setelah hari Jumat area tempat dilaksanakannya ajang speed offroad Mitra Hino SMN Indonesia X-Offroad seri 3 ini dilanda bencana badai, di hari minggu lalu para peserta sudah dapat melaksanakan lomba dengan regulasi normal.
Pada hari sebelumnya (hari perdana pelaksanaan) panitia terpaksa menggunakan konsep regulasi darurat yang di rancang mendadak mengingat kondisi area pelaksanaan kejuaraan masih butuh pembenahan pasca terjangan badai.
Dari 128 peserta, tidak sedikit peserta yang berasal dari sekitar Jawa Tengah. Kemarin sempat terlihat ada Dr. Herry Agung yang kerap turun dalam kejuaran drag race yang kali itu menggunakan Suzuki Jimny. Kemudian ada tim Mizkev 178 berasal dari Jogjarta yang salah satu mobilnya sempat terguling di SS2 sesaat sebelum menyentuh garis finis.
Ada 1 mobil yang cukup menarik perhatian kami, yaitu milik Julian Johan dari GT Radial Prestone Racing yang hari kali dia menggunakan mobil barunya, Grand Cherokee (WJ) bermesin Cherokee (XJ). Memang bisa dibilang itu adalah Grand Cherokee pertama di Indonesia yang pertama di oprek untuk dijadikan mobil speed offroad. Tapi yang lebih heboh lagi adalah design stiker yang menempel pada mobil itu. Sangat meriah sampai menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.
Tapi sayang sekali Jeje dengan mobil meriah nya itu tidak bisa meneruskan perlombaan karena pada saat di SS 2 saat akan memasuki lap 2, ban belakang sebelah kiri terlepas. Padahal saat shakedown hari jumat lalu, gardan depan mengalami masalah. Sehingga mau tidak mau harus menggunakan penggerak roda dua saja.
Kemudian di SS yang sama, Demas Agil juga mengalami kesialan. Mobilnya harus mengalami kerusakan pada steering yang mengakibatkan Demas sulit mengedalikan mobilnya hingga harus tersangkut dan terguling di sebuah tikungan sesaat sesudah memasuki lap 2.
Sementara pendatang baru H.Rihan yang juga baru saja mendatang sang juara nasional 3 kali TB. Adhi dan M.Ivandi masuk kedalam tim HRVRT nya mendapat posisi utama pada kelas C 6.1 dengan total waktu 11:58.974 yang turun di kelas C 6.1. Padahal pada SS 2 itu H.Rihan mengalami masalah pada gearbox gigi 1 nya. Sehingga pada SS berikutnya (SS 3) H. Rihan harus start dengan gigi 2. Tapi tidak lama setelah start, gearbox mengalami masalah tambahan pada gigi 3. “abis start mau masuk gigi 3 kok gak bisa dan ada bunyi-bunyi aneh, jadinya sampai finis saya cuma main di gigi 2 dan 4” tuturnya sambil tersenyum kalem.
Sedangkan TB. Adhi yang seri ini merupakan laga perdanya bersama tim HRVRT berhasil menunjukkan performa yang baik hingga dapat masuk dalam babak champ of the champ dan langsung memperoleh peringkat 2 di bawah H.Syamsudin pada babak itu.
Dan Rifat Sungkar yang baru saja memproklamirkan bahwa sekarang dia tergabung dalam Pertamina Fastron Offroad Team ini, dapat melaju di Setiap SS yang di sediakan dengan cukup lancar. Walaupun di SS terakhir as roda depan sempat patah. Tapi walau pun begitu Rifat tetap berhak masuk dalam babak champ of the champ yang akhirnya dia memperoleh peringkat ke 4. Di kelas FF2 ia memperoleh posisi 2 dan di group FFA Rifat tertahan di posisi 5.
Secara keseluruhan kejuaraan Mitra Hino SMN Indonesia X-Offroad seri 3 di BSB Semarang ini berjalan dengan lancar. Walaupun panas terik di hari ke 2 ini cukup menyengat, tetapi para penonton maupun para peserta merasa puas atas kerja keras SMN dan para penggas yang berhasil membuat acara semeriah ini.
Maju terus otomotif Indonesia!!!










