Bersamaan dengan event extreme offroad, ditempat yang berdekatan atau lebih tepatnya di sirkut Sentul juga berlangsung kejuaraan ISSOM yang menyelenggarakan berbagai kejuaraan Touring car yang bertaraf Internasional.
Salah satunya kejuaraan bergengsi yang diadakan adalah Super Touring. Dalam super touring kali ini terdapat 33 starter dengan berbagai jenis kendaraan dan tingkat kemampuan. Dalam Super Touring ini kita bisa melihat mobil-mobil seperti Honda Civic Ferio beradu kecepatan dengan mobil sekelas Nissan GTR. Mulai dari pembalap senior sekelas Deni Pribadi hingga pembalap pemula. Hal itulah yang membuat kejuaraan ini seru.
Semua kendaraan itu akan beradu kecepatan dalam 10 lap sirkuit Sentul. Dengan pole position oleh Hendi Prabowo dengan menggunakan Nissan GTR, kemudian di urutan ke dua Honda Genio yang ditunggangi oleh Muhammad Ichsan, urutan ke tiga Honda Ferio dari Lupromax Racing Team Indonesia Primantoro yang ditunggangi oleh Yogi Primantoro dan masih ada 30 starter lain dibelakangnya.
Setelah start, semua mobil melesat dengan cepat. Sempat terjadi insiden sesaat setelah start. Salah satu BMW E46 dari tim ABM Motorsport menabrak E30 rekan satu timnya yang pada saat itu mengalami trouble putus kabel pedal gas. Pada saat E30 milik Silas Bonar ini akan menepi, tiba-tiba E46 Eric Montolalu yang berada dibelakang tidak bisa mengelak, akhirnya mau tidak mau insiden tabrakan ini terjadi, yang akhirnya menyebabkan kerusakan pada E46 dan sang driver memutuskan untuk tidak meneruskan perlombaan.
Lap pertama. Dari pinggir lintasan terlihat sang GTR yang tadinya start diurutan pertama sudah tertinggal jauh dibelakang dan digantikan dengan Honda Ferio dari Lupromax Racing Team Indonesia, posisi kedua ditempati oleh Honda Integra dengan driver Bambang Seto. Posisi itu terus bertahan hingga finis.
Sedangkan Alinka dengan Toyota Yaris-nya yang baru saja mengganti cam dengan durasi lebih tinggi, mengalami kerusakan pada gear box di lap 4, yang akhirnya dia tidak dapat meneruskan perlombaan.
Tim AHT-Garage milik Regi yang juga seorang drifter pun turut serta meramaikan Super Touring ini dengan menurunkan Ananda (BMW E36), Evan (BMW E36) dan Aziz (Nissan Campiro). Dibeberapa lap awal Aziz sempat terlihat ikut bersaing di urutan 10 besar, tetapi sampai lap ke 4 dia mobil mengalami masalah, sehingga mengharuskan Aziz masuk ke dalam pit. Setelah diperiksa, ternyata gardan mobilnya rontok. Sehingga dia tidak bisa meneruskan perjuangannya di Super Touring seri ini.
Kemudian Ananda Yusuf dengan E36 nya dapat membabat 10lap tanpa ada masalah meskipun harus puas di posisi 16. Sedangkan Evan yang sejak awal sudah merasakan ketidak beresan dari mobilnya harus start di urutan paling belakang, tetapi walaupun mobil dalam kondisi kurang baik, Evan mampu menyodok satu posisi diatas pembalap terakhir, dan kondisi itu mampu bertahan hingga finis.
Walaupun hanya sempat meliput Super Touring, event ISSOM kali ini memang terlihat lebih “Wah!!”. Belum lagi nantinya dalam musim ini, menurut sumber yang dapat dipercaya, beberapa pembalap drift akan turut meramaikan ajang Super Touring.
Hal ini disebabkan ketidak jelasan jadwal event drift nasional. Mungkin para drifter sudah pada gatel meng-gas pol mobilnya.









