Bukan berarti kota yang 60% penduduknya adalah mahasiswa pendatang ini selalu identik dengan pendidikan. Kalau kita berbicara hal ini 10 tahun yang lalu mungkin masih masuk akal, tapi sekarang Yogyakarta sudah menjelma menjadi sebuah kota metropolitan kecil.
Contoh kecilnya bisa kita lihat di kontes modifikasi tahunan Hot Import Night (HIN) ini. Semakin tahun peserta kontes semakin berani unjuk gigi dengan mobil-mobil kelas dunia, seperti Ferarri, Nissan GTR, Honda CRZ dan lain sebagainya.
Bisa dibilang ini adalah tahun pertama Yogyakarta menampilkan sederetan Super Car seperti itu. Sebelumnya kendaraan yang turut serta kebanyakan lebih pada kendaraan daily use yang sering kita lihat dijalanan. Ini perubahan yang cukup besar menurut kami.
Tidak hanya itu, kali ini pun mobil ber-swap engine terlihat lebih banyak dan terkonsep dengan baik. Seperti Cefiro ber-sticker-kan GT Radial ini sudah berganti mesin dengan mesin Toyota 2JZ yang berkapasitas 3000 cc dan di modif dengan konsep drift yang sebetulnya drift tidak terlalu maju di kota ini.
Dan tentunya tidak ketinggalan tim Fastnlow Ayopa dengan format full team yang menurunkan Honda Estilo dengan mesin ZC full specnya dan Honda Jazz Street Racingnya. Sedangkan Honda Nouva andalan tim ini yang rencananya akan diperkenalkan perdana dalam HIN kali ini ternyata masih dalam pengerjaan mesin untuk mengejar deadline event Drag Race Wonosari sabtu minggu ini.
Kalau lebih diperhatikan lagi, kontes kali ini memang berbeda. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang banyak dari peserta yang tampil all out atau modif habis-habisan. Untuk sekarang tinggal beberapa saja dan salah satunya yang terus konsisten dengan konsep all out ini adalah Option yang saat itu membawa kendaraan yang sudah di modifikasi extreme.
Intinya, semakin kesini terlihat bahwa dunia modifikasi Yogyakarta sedikit demi sedikit sudah mulai bergeser kearah modifikasi mesin atau performa.













