Menjelang akhir tahun kemarin, industri otomotif diguncangkan sehubungan dengan penangkapan bos besar aliansi tiga perusahaan yakni Renault, Nissan dan Mitsubishi. Yaps, Carlos Ghosn telah ditahan selama lebih dari 50 hari oleh otoritas Jepang karena tuduhan pendapatan yang tidak dilaporkan. Sejak mendekam dibalik jeruji, Carlos akhirnya muncul dalam sidang Pengadilan Tokyo dimana Ia menuturkan pernyataan untuk pertama kalinya ke publik setelah diizinkan berbicara di pengadilan.
Carlos dituduh melakukan transaksi kotor di perusahaan Nissan, dimana Ia tidak melaporkan pendapatannya secara utuh. Di hadapan hakim Tokyo, Ia mengaku dijebak dalam kasus tersebut, “Saya telah dituduh secara salah dan ditahan secara tidak adil berdasarkan tuduhan yang tidak berdasar,” tuturnya dilansir dari Wall Street Journal.

“Saya tidak pernah menerima kompensasi yang tidak diungkapkan. Saya juga tidak pernah menandatangani kontrak mengikat dengan Nissan untuk dibayar,” imbuhnya. Bahkan menurut sang anak, Anthony Ghosn, ayahnya kehilangan berat 10 kg sejak ditahan. Di bawah hukum Jepang, tersangka dapat ditahan selama 23 hari tanpa tuntutan biaya dan memungkinkan ditangkap kembali untuk tuduhan lainnya dengan dikenai biaya tanpa dilepaskan.
Ini yang terjadi pada Carlos Ghosn beberapa kali, awalnya Carlos ditangkap pada 19 November lalu tetapi pada 31 Desember Ia kembali ditangkap dan ditahan 10 hari sampai 11 Januari. Penangkapan pria pebisnis keturunan Brazil-Lebanon ini juga mendapat tudingan pelanggaran kepercayaan dalam mengalihkan kerugian investasi pribadi senilai 1,85 miliar yen atau setara US$ 17 juta kepada Nissan.
Saat ini Carlos masih tercatat sebagai CEO Renault sementara Nissan dan Mitsubishi dengan cepat lepas tangan menyingkirkan Carlos dari jabatan pimpinan sejak penangkapannya. Apakah kasus ini benar atau tidak belum ditentukan.

