Mungkin kalian sedikit bingung ketika pertama kali melihat sosok mobil 4×4 ini, punya tampang Land Cruiser 40 Series tetapi bak dan pintunya sulit diklasifikasikan kategorinya. Yaps, jangan heran jika jeroannya pun merupakan hasil kawin silang antara Jepang, Inggris dan Amerika. Sang pemilik, Brennan Metcalf, mengambil inspirasi dari pengalamannya sebagai salah satu peserta ajang Ultimate Adventure di Negeri Paman Sam. Untuk itu Ia fokus pada dapur pacu, tangki bahan bakar yang lebih besar dan lebih banyak ruang penyimpanan.

Brennan memulai dengan sasis Lexus LX450 yang juga digunakan sebagai sasis Toyota Land Cruiser Seri 80, termasuk coil spring depan-belakang, gardan dan locking differential. Komponen tersebut cenderung berat dimana akhirnya akan membebani tugas mesin tetapi sang pemilik telah menyiapkan antisipasi yakni mengimbanginya dengan mesin GM 5.3L V-8 dan transmisi otomatis 6-speed. Supaya daya cengkeram lebih menggigit saat melibas jalur offroad, Brennan menggunakan transfercase legendaris LT230 milik Land Rover yang menawarkan rasio low range 3.3:1 termasuk air-actuated diff lock.

Tak ditampik jika Brennan sebenarnya memiliki keinginan Land Cruiser FJ45 sebagai jubahnya, hal itu terlihat dari tampilannya yang sekilas bergaya FJ45. Layaknya di Indonesia, rupanya populasi FJ45 sendiri juga tergolong makhluk langka dan mahal di AS, oleh karena itu Brennan mengambil basis bodi dari FJ40 tahun 1970 yang dipangkas habis menjadi kustom single-cab. Bak dan flat-fender kustom terbuat dari aluminium yang terpasang diposisi atas dengan tujuan untuk mendapatkan ruang gerak ban 40 inci dan ground clearance lebih maksimal.

Mungkin ini yang dinamakan offroader sejati dimana fitur Adaptive Cruise Control dan AC bukanlah prioritas, tetapi perangkat seperti heater Summit Racing Equipment dan Dual Audio dirasa lebih dibutuhkan. Untuk kenyamanan di jalur offroad maupun aspal, sang pemilik memilih stir Grant dan kursi Corbeau Baja RS, sementara instrumen panel menggunakan merk Speedhut dan monitor Aeroforce.

Tenaga berasal dari mesin small-block LS 5.3L V-8 berikut transmisi 6L80E yang juga milik General Motor. Menurut Brennan, biaya modifikasi relatif terjangkau dan yang lebih penting adalah mesin dapat diandalkan serta ketersediaan spare part mudah dicari.

Bagian kolong kental dengan komponen Jepangan, Land Cruiser Seri 80 turut menyumbang gardan solid di depan, gardan full-floating di belakang dengan ring gear 9,5 inch termasuk disc-brake dan selectable electric locker. Sang pemilik juga menambahkan RCV chromoly dan birfield pada gardan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan yang bisa berakibat pada kinerja ban maupun mesin.

Sebelum jadi seperti ini, Brennan sempat membiarkan tunggangannya tak beratap namun karena pernah punya pengalaman buruk lantaran kehujanan saat mengikuti Ultimate Adventure selama seminggu, akhirnya Ia menambahkan jendela belakang, atap dan upper half-door yang mudah dilepas dalam hitungan menit. Selain modelnya yang unik, bagian tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri.


