Ajang balap APRC yang akan digelar pada 27-28 Juli 2019 dipastikan telah siap digelar dengan mobil – mobil balap peserta telah rampung melalui scrut. Khusus untuk mobil yang akan berlaga di APRC memang cukup ketat pemeriksaanya.

Bahkan membutuhkan waktu lebih dari 1 jam agar seluruh bagian telah memenuhi syarat sesuai dengan regulasi FiA.

Unsur keselamatan yang meliputi rollbar, bucket seat, safety belt dan lainnya sangat dilihat secara teliti. Jika memang tidak lolos scrut, tentunya akan membahayakan bagi pembalap hingga Co-Drive. Namun, ada kelonggaran waktu dengan memberikan kesempatan agar pembalap kembali menyiapkan agar dapat melalui scrut.

Dalam scrut yang dilakukan oleh Julian Leach (tecnical delegate APRC) dan juga hadir Vicky Chandhok (ketua APRC Working Grup) dengan didampingi Irawan sebagai Competitor Relation Officer (CRO) dari IMI.

Selain menyangkut tentang segala hal yang menyangkut tentang mobil, appareal para pembalap pun wajib sesuai regulai FiA. Racing suit, glove, sepatu, helm, hans dan lainnya wajib dilaporkan. Jika tidak sesuai ketentuan, maka apppareal tersebut tidak dapat digunakan. Bahkan jika memang memiliki cadangan, lebih baik dilaporkan agar saat mengganti karena basah dan lainnya tidak perlu melaporkan.

“Memang pemeriksaan mobil yang mengikuti Asia Pasifik Rally Championship sangat detail. Hal ini menyangkut dengan keselamatan hingga tidak mungkin main – main. Ukuran baut hingga diameter turbo pun dipastikan memenuhi regulasi. Sebenarnya bukan masalah besar, tentu saja jika mengacu pada regulasi yang ditetapkan.” Ungkap Rizal Sungkar yang hadir dalam scrut (25 Juli 2019).

Tercatat memang hanya terdapat lima pembalap yang akan berlaga dalam APRC 2019 – Medan, namun selain pembalap Tanah Air juga terdapat nama dari Italia. Minimnya peserta dari Indonesia hingga luar negeri, mungkin tingginya biaya dalam mengirimkan kendaraan. Sehingga berpengaruh pada animo peserta.


