Connect with us

Headline

Michael & Margie, Nekat Jual Rumah Demi Keliling Dunia

Saat melihat foto tersebut tentu pembaca setia FastnLow masih ingat atas insiden yang menimpa keluarga asal Australia ini yang terjadi di Ringroad Kentungan, Jogjakarta, beberapa hari lalu. Mereka adalah Michael Rule, Margie (istri), dan Sebastian yang berumur 20 bulan, datang dari arah barat setelah mengunjungi Candi Borobudur. Lampu merah membuat mereka berhenti disebelah persis galian konstruksi proyek underpass, sebuah truk dibelakang mereka terguling ke dalam lubang sedalam 3 meter.

“Tiba-tiba saya mendengar suara aneh dibelakang mobil kami lalu sisi kanan belakang mobil terangkat. Saya langsung berteriak ke Margie, keluar, cepat bawa Baz keluar,” ujar pria yang akrab disapa Mike. Margie sontak keluar dan segera menggendong Sebastian yang duduk di kursi belakang, menyusul Mike keluar dari sisi penumpang. Berselang 10 detik, kendaraan mereka jatuh ke galian lubang.

“Kami tidak pernah terpikir akan jatuh ke lubang seperti itu,” imbuh Mike. Tak berselang lama, Jogjakarta Land Rover Community (JLRC) datang membantu mereka. “Begitu mereka tahu berita ini tersebar di media sosial, mereka langsung kesini dan membantu berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi kendaraan,” imbuhnya.

“Melakukan perjalanan seperti ini, banyak hal tak terduga yang akan terjadi dan yang bisa anda lakukan hanya mengikuti arus,” ujar Mike. Jika insiden ini tidak terjadi, mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Kalimantan tetapi takdir berkata lain. Land Rover yang juga menjadi rumah mereka harus diperbaiki selama kurang lebih 6 minggu.

Tetapi tahukah anda sejak kapan Keluarga Rule ini memulai perjalanan? Berikut kisahnya.

Overland keliling dunia boleh dibilang adalah keputusan besar dan tentunya harus dipersiapkan dengan matang baik biaya yang jelas nggak sedikit, mental, rute, dan kendaraan termasuk kelengkapan pendukung. “Kami sudah merencanakan overland ini sejak 4-5 tahun lalu,” cetus Mike saat kami temui di Epic Coffee.

Bahkan pasangan suami-istri ini nekat resign dari pekerjaan dan rela menjual rumah beserta isinya demi mewujudkan impian. “Menjelang keberangkatan sementara waktu kami tinggal bersama orang tua kami,” saut Margie. Ia pun menambahkan bahwa misi perjalanan ini akan berakhir di kota London, Inggris. “Sebenarnya nggak ada alasan khusus UK menjadi tujuan utama, kebetulan kami punya saudara disana, jadi kenapa nggak. Yang penting adalah kami benar-benar eksplor keliling dunia.”

Perjalanan dimulai dari kota Brisbane, Queensland, menjelang akhir Desember tahun lalu. “Land Rover kami kirim pakai container ke Dili, Timor Leste yang seharusnya hanya memakan waktu 3-4 hari. Saat kami tiba disana, kami sambangi ke pelabuhan untuk mengambil kendaraan dan kami terkejut kendaraan itu belum sampai. Benar saja mereka tidak memuatnya ke kapal,” kata Mike sambil tertawa pecah.

“Saat itu bersamaan dengan Natalan jadi mungkin banyak petugas yang libur,” imbuh Margie. Lantas mereka harus bersabar menunggu datangnya kendaraan di Dili selama satu bulan.

Dari situ, Keluarga Rule beranjak ke Kupang dan lanjut ke Sumba. “Kami habiskan sebulan disana karena ada kerusakan pada alternator jadi kita nggak bisa melanjutkan perjalanan. Orang lokal sudah coba memperbaikinya tetapi aki nggak mau ‘ngangkat’. Sementara kita akalin dulu biar bisa jalan sambil memesan spare part dari Jakarta,” jelas Mike. Pesanan datang melalui pelabuhan Ende, Flores.

Setelah itu mereka eksplor kawasan Kelimutu, Pulau Komodo, dan Sumbawa selama enam minggu. “Kami terpukau dengan alam yang luar biasa indahnya dan juga kopinya,” ujar Margie. Selain itu mereka juga menikmati surga bawah laut, tak heran jika pasangan yang berprofesi sebagai ilmuwan biologi kelautan ini turut memboyong peralatan scuba diving.

Dari situ mereka bergeser ke Bali selama sebulan, kemudian eksplorasi wisata alam Jawa Timur seperti Banyuwangi, Bromo, Pantai Papuma dan akhirnya tibalah di Jogjakarta. “Kami sudah sempat kemping di Ketep Pass dan Candi Prambanan,” cetus Margie.

Saat ditanya kesan tentang Indonesia, Mike menjawab, “Ohh kami cinta Indonesia. Orangnya ramah, hangat, ketika kami kemping mereka suka menghampiri sekedar menyapa atau memberi makanan kecil, buah atau kopi. It’s amazing!”

Rencana selanjutnya, Keluarga Rule tetap berniat melanjutkan perjalanan ke Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera, kemudian ke kawasan negara Asia. “Sementara ini kami masih lihat kondisi, mungkin tinggal dulu di Jogja atau mungkin pulang sebentar ke Aussie karena nenek dan kakeknya Baz rindu berat,” tegas Mike.

Mereka pun sempat menceritakan Sebastian — anak semata wayang selama perjalanan,”Baz nggak ada masalah selama dijalan, dia enjoy, yang penting ada mainan didalam kendaraan biar dia nggak bosan.”

Perjalanan mengendarai Land Rover Defender 300 tdi 1996 menuju London ditargetkan akan menempuh sekitar 2-3 tahun. Waow, its gonna long trip guys! Buat kalian yang penasaran, bisa cek langsung ke medsos mereka dengan akun rules_ofthe_road.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect