Pikes Peak International Hill Climb (PPIHC) adalah sebuah event unik yang dimulai tahun 1916 di Colorado Spring, Amerika. Pada dasarnya balapan ini menempuh rute sepanjang 20 km dengan start dari dasar bukit dan finis di puncak bukit dengan ketinggian 4,3 km dari permukaan laut, menempuh 156 tikungan dengan perbedaan elevasi 1,4 kilometer antara garis start dengan garis finish.

Balapan ini sangat menantang untuk pembalap maupun racing engineer yang men-setting mobil. Bayangin aja sob, pembalap harus melahap 156 tikungan sepanjang 20 kilometer dengan dibayangi jurang sedalam ratusan meter di kiri kanan lintasan.
Tidak sedikit pembalap yang menjadi korban keganasan lintasan PPIHC ini. Salah satu kejadian yang luar biasa terjadi di tahun 2012, saat Jeremy Foley dan Mitsu Evo VIII nya salah perhitungan memasuki tikungan devil’s playgound dan terjun bebas bergulung-gulung membentur batuan tajam dilereng jurang. Untungnya, Jeremy dan navigatornya selamat hanya dengan luka ringan.
Secara teknis tidak mudah juga untuk membangun mobil Hill Climb. Para teknisi harus mampu men-setting mesin untuk mendapatkan power yang seimbang dari garis start sampai finish. Dan itu bukan perkara mudah, karena adanya perbedaan elevasi garis start dan finish setinggi 1,4 kilometer otomatis tekanan atmosfir dan ketersediaan oksigen di garis start jauh lebih padat dibandingkan di garis finish. Hal ini menjadi problem besar, terutama untuk mesin turbo. Saat mencapai garis finish tenaga mesin bisa berkurang sampai 30%.
Para pembalap pun merasakan efek perbedaan ketinggian ini, banyak pembalap yang menggunakan oksigen tambahan untuk mengkompensasi kurangnya oksigen dipuncak bukit. Bayangin aja rasanya melahap 156 tikungan dan 20 kilometer dalam kondisi oksigen yang tipis. Heddehh..
Mobil yang berkompetisi di PPIHC biasanya juga dilengkapi dengan perangkat Aerodinamika yang cukup ekstrim, terutama untuk mobil-mobil yang berkompetisi di kelas Unlimited. Bisa dilihat dari penggunaan Wing berukuran ekstra besar di hampir semua mobil peserta.
Tahun ini, PPIHC 2013 dilaksanakan pada 30 Juni lalu. Balapan kali ini menjadi istimewa karena adanya peserta “baru” yang turun dengan tim Peugeot. Tapi peserta baru ini bukanlah orang baru didunia balap mobil. Dia adalah Juara Dunia Rally kelas WRC sebanyak 9 kali, sang legenda.. Sebastien Loeb.
Loeb berkompetisi dengan mobil Peugeot 208 T16 Pikes Peak edition. Mobil ini dipersiapkan khusus dengan dapur pacu 3500 cc V6 Twin Turbo 875 tenaga kuda dengan bobot total mobil tidak lebih dari si kecil Nissan March. Bisa dibayangkan akselerasinya… 0-100 kpj ditempuh dalam 1,8 detik, setara dengan mobil Formula 1.
Dan seperti prediksi banyak orang, di event perdananya Loeb langsung menyabet juara umum. Bisa dikatakan mr. Loeb ini mengikuti balap apa saja pasti juara. Semua event yang dia ikuti mulai dari junior WRC, WRC, Rallycross dan sekarang PPIHC menghasilkan tambahan koleksi piala. ..Legend..
Dan tidak cukup dengan menyabet juara umum, Loeb dengan monster Peugeot 208 T16 nya juga mencetak rekor baru dengan catatan waktu luar biasa… 8 menit 13,878 detik. Jauh lebih cepat dibandingkan rekor sebelumnya yang dicetak Rhys Millen dengan 9 menit 46,164 detik.
source – tumblr.com | speedhunters.com | peogeot.com | autoweel.com







