Connect with us

Headline

Balap Gokart 2020: Jajal Sirkuit Kemasan Terbaru

(Jurnal – Fastnlow.net) Berbekal undangan dari pihak penyelenggara, Gue plus Adrenal Rio mengawali liputan di musim balap 2020 pada ajang Eshark Rok Cup Indonesia putaran pertama di Sentul International Karting Circuit – Bogor Jawa Barat. Walau ajang telah dimulai pada hari Sabtu, tapi Gue baru hadir pada Minggu (9 Februari 2020).

Alasannya pada hari Minggu, Eshark Rok Cup Indonesia putaran 1 yang dibarengi Rok Cup Asia Zone 2020 round 2 memiliki jadwal cukup padat. Bayangin aja, setiap pembalap harus melalui babak warm up, qualifying time trial, heat 1, pre final trus final. Dengan kata lain, setiap pembalap yangakan balapan harus melakukan start sebanyak lima kali dalam setiap seri atau putaran.

Tapi hal ini, sebenarnya ada keuntungan buat fotografer dalam mendapatkan berbagai momen yang sesuai dengan kebutuhan. Apalagi di Sentul International Karting Circuit memiliki panjang lintasan 1200 meter dengan lebar 7-10 meter dapat membuat sang fotografer seperti bro Rio berpindah tempat atau angle berbeda. Tapi kalo mau menyeberang lintasan harus tunggu balapan setiap kelas selesai, biar ngga ditabrak plus diusir sama marshall.

Nah, Gue yang berangkat dari pagi, akhirnya sampai di Sentul sekitar jam 8 pagi. Hampir satu jam naik motor dari Bekasi. Dan ternyata bro Rio sudah ada duluan di depan gerbang Sirkuit, sambil sarapan biar tenang motretnya. Istilahnya ‘Logika tanpa Logistik itu Anarkis’… Ambyarrr.

Beda sama Gue yang lebih milih ngopi plus ‘sebats duls’ lah.. Dan Gue baru sadar, sekarang di Sentul Kecil (istilah kita untuk sirkuit gokart) sudah dipasang sistem parkir kayak di mall – mall. Bakal kena tarif lumayan nih, untungnya untuk awak media sudah ada ‘akses’ khusus dari pihak penyelenggara. Aman sob, jadi beli somay nih.

Sentul Telah Berdandan

Well, ternyata Sentul International Karting Circuit benar – benar berbenah demi mengejar homoglasi grade B. Standar dari CIK-FIA bagi sebuah sirkuit gokart agar dapat menggelar ajang balap karting bertaraf internasional. Yups, pekan depan Asian Karting Open Championships 2020 putaran pertama akan digelar di Sentul. Butuh 10 tahun untuk bisa menghadirkan balapan tingkat Asia?

Maksud Gue, perubahan yang paling terlihat bagian dinding pengaman yang sebelumnya mengandalkan tumpukan ban. Kini sudah menggunakan pagar pengaman dari pagar berkawat atau sebutannya Pastoral. Dengan tinggi 1,8 meter dengan rubber belt berketinggian minimum 60cm membuat pagar ini dapat meredam benturan yang tentunya lebih baik dari tumpukan ban mobil.

Paling ngga, ada beberapa bagian yang telah disempurnakan oleh PT Sarana Lintasan Indonesia (SLI) sebagai pengelola anyar dengan masa kerja mencapai 5 tahun mendatang. Mulai dari Eksternal Kerb (berada di exit corner) yang lebih lebar mencapai 1 meter, Gravel pun diperlebar hingga Lay out timbangan dan Parc Perme sesuai kebutuhan keamanan dari CIK. Buat Gue, berbenahnya Sentul kecil jadi bikin adem. Apalagi ada Musholla yang berada di bagian depan.

Untuk balapan, Gue plus bro Rio baru mulai ‘kerja’ menjelang Heat 1 dimulai. Tetapi sebelum masuk ke lintasan, harus registrasi di Media room plus tuker KTP atau identitas buat dapat Rompi. Tanpa rompi, pergerakan buat memilih angle foto sangat terbatas. Apalagi kalo mau ke tengah trek, bukan Cuma marshall yang ngusir. Pengawas perlombaan pun bisa langsung bertindak.

Sudah dapat rompi, sekarang tinggal hunting titik motret. Tapi seperti biasa, Gue berdua harus ke paddock buat sowan sambil ‘baca’ situasi plus dapatin foto suasana. Dan Gue kembali ‘terpesona’ dengan paddock yang lebih luas dari sebelumnya. Memang hanya area berbeton dan tenda – tenda tim yang berjajar rapi. Norak, ya mau gimana lagi. Hanya dapat info tentang perubahan tanpa melihat langsung di akhir 2019 lalu.

Persiapan = Biaya kah?

Eshark Rok Cup Indonesia round 1 dimulai dengan kelas Junior ROK, Expert ROK – Rookie, Shifter 150, Senior ROK. Namun dari lima kelas tersebut, sebenarnya akan kembali dibagi dengan memperebutkan 15 gelar juara yang diikuti 86 pembalap dari berbagai tim. Diantara pembalap tersebut, tercatat ada tiga pembalap dari luar negeri.

Cuaca yang sangat bersahabat dibanding satu hari sebelumnya dengan hujan kerap menemani pada latihan resmi. Kini para pegokart ini bisa ngegas karting mereka semaksimal mungkin. Paling tidak kecepatan dan persaingan sangat tergantung pada kemampuan setiap individu, walau faktor sang ‘Dewi Fortuna’ tidak bisa dilupakan.

Tapi yang pasti persiapan kendaraan harus beriringan dengan fisik. Jujur aja, kalau Gue yang harus balapan tanpa persiapan bisa langsung nyerah di tengah jalan. Jumlah lap yang harus diselesaikan terbanyak yakni 50 lap (Senior ROK) sedangkan yang paling sedikit adalah 38 lap. Jumlah itu belum termasuk Warm up dan Qualifying Time Trial yang diadakan selama 10 menit dengan waktu tersebut mungkin bisa sekitar 8 lap. Abang lelah….

Total waktu dibutuhkan untuk seluruh babak dan telah dipotong istirahat selama 44 menit yang dimulai pukul delapan pagi akan berakhir 16.30. Sedangkan pembagian podium untuk 15 kelas baru dimulai pukul 17.00. Butuh totalitas tinggi, terlebih balap karting yang didominasi anak – anak berusia belia. Secara balap karting adalah dasar dari balapan mobil sebelum menaiki jenjang yang lebih tinggi.

Dan dalam mengikuti balap karting membutuhkan biaya cukup tinggi, yah..paling tidak sekitar 25 juta untuk setiap putarannya. Tapi itu belum termasuk perlengkapan balap seperti helm, baju balap, sepatu, sarung tangan, helm dan lainnya yang membutuhkan biaya diatas 20 juta. Dan jangan lupa, kalau ingin beli karting harus merogoh kocek lebih dari 100 jutaan. Bisa juga nyewa sih. Eh, ada biaya lagi untuk berlatih. Masa langsung balapan tanpa latihan sih. Iya kan…

Rental Karting

Tenang, sekarang sudah ada sistem yang lebih murah dan aman bagi pemula. Cukup bayar 15 juta untuk dua hari (sabtu dan minggu). Biaya tersebut sudah termasuk biaya sewa selama dua hari, mekanik, ban gokart yang harganya bisa mencapai 3 jutaan. Jadi bisa langsung balapan, cukup membawa perlengkapan balap sendiri.

Untuk putaran pertama, peserta  tersebut akan bersaing dalam kelas Interepid. Dan peserta yang mengikuti memang terlihat wajah para pembalap gaek seperti Alex Asmasoebrata dan lainnya. Dengan sasis internasional buatan Italia dan mendapat pelindung seperti layaknya karting di tempat rental, persaingan seluruh pembalap cukup seru. Bahkan beberapa kali para pembalap saling bersentuhan atau tergelincir.

Mengejar Poin

Kembali ke balapan, persaingan perebutan poin memang telah memanas sejak Heat 1 dimulai. Kemampuan dan kejelian hasil latihan hingga adaptasi pada lintasan sangat dibutuhkan. Terlebih mesin yang digunakan memiliki kesamaan sesuai regulasi yakni mesin ROK. Untuk adaptasi lintasan, pembalap yang baru merasakan akan sedikit kesulitan. Hal ini Gue dapatin informasi dari ayahanda dari Taiyo Vliesen (Thailand) yang baru pertama kali berlaga di Sentul International Karting Circuit.

Taiyo yang memastikan akan mengikuti seluruh rangkaian dari ROK Cup Asia Zone 2020, memang berhasil meraih juara pertama untuk kelas MINI ROK Rising Star. Tetapi sang Ayah mengatakan butuh perjuangan berat yang dilakukan Taiyo agar meraih prestasi seperti putaran kedua ini. Dan pastinya, Taiyo akan hadir kembali jika balapan di Indonesia.

Sedangkan hasil balapan secara keseluruhan yang telah tayang di FASTNLOW.NET, namun khusus di kelas yang dianggap paling bergengsi yakni Expert ROK. Gelar juara berhasil direbut oleh Zahir Ali yang memang sudah mendominasi sejak Heat 1 hingga Final. Sedangkan Haridarma Manoppo yang mengusung tim REHOBAT C&C harus puas diurutan kedua dan diikuti Eris Mahpud.

Dan mendung yang sempat hadir, akhirnya urung menurunkan hujan hingga seluruh kelas di gelar dan pembagian podium juara. Selamat Gue plus seluruh tim fastnlow buat para juara di ajang pembuka musim balap 2020 ini.

 

Bonus Foto:

  

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect