Connect with us

Slalom

Honda Racing Indonesia Hadapi Berbagai Faktor di Kejurnas Slalom Putaran 2

Kedua pembalap dari tim Honda Racing Indonesia (HRI) menghadapi tantangan yang berbeda di Kejuaraan Nasional Slalom Putaran 2. Canya Prasetyo dan Anandyo Dwiki dihadapkan oleh keadaan sirkuit yang sangat dipengaruhi oleh alam khas dataran tinggi.

Keadaan aspal yang digunakan disebut cukup jahat bagi para pembalap dan mobilnya. Pihak tim Honda Racing Indonesia turut menambahkan pendapatnya soal permukaan aspal yang punya beberapa spot licin. Keadaan sekitar Lanud Gading Wonosari memang jauh berbeda dengan Stadion Mandala Krida yang tak jauh dari bangunan rumah. Di landasan pacu yang terbuka ini ternyata mampu membuat grip antara ban depan dan belakang tidak proporsional, hasilnya ban depan cenderung kurang mendapat grip yang berujung ke understeer. Apalagi terlihat di beberapa bagian sirkuit masih ada genangan air yang siap mengganggu laju pembalap yang menginjaknya.

Berbicara masalah setup mobil terutama suspensi, sebenarnya sejak selesai Heat 1 sudah dilakukan penyesuaian ulang untuk Heat 2 tetapi meski sudah dirasa lebih oke memang ternyata waktu yang dihasilkan masih belum bisa menorehkan catatan terbaiknya.

Untuk performanya di putaran kali ini, Canya Prasetyo mengaku cukup percaya diri. Saking terlalu percaya dirinya, Canya akui ia sampai tak sadar telah menjatuhkan satu cone di sesi Final Kelas A yang berlangsung di malam hari.

Berpindah ke Anandyo Dwiki, ternyata dirinya punya kendala tersendiri di Heat 1 yang berlangsung di pagi hari. Ada momen dimana dirinya salah dalam memutar roda kemudi sehingga jarinya terpentok stir bagian dalam yang menyebabkan catatan waktu yang diperoleh kurang sesuai harapan.

Terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi oleh tim Honda Racing Indonesia, kedua pembalap HRI sudah berusaha semaksimal mungkin untuk putara kedua kali ini. Pihak Manajemen HRI di tempat menambahkan bahwa dirinya masih senang melihat kedua pembalapya telah memberikan percobaan terbaiknya, apabila memang ada kekurangan atau kesalahan harapannya bisa menjadi pengalaman serta pembejaran agar bisa tampil lebih baik lagi di kedepannya.

 

Memang tidak sebanyak putaran pertama, tetapi Honda Racing Indonesia masih bersyukur mendapat prestasi berupa Piala Juara 4 Kategori Wanita yang diberikan oleh Canya Prasetyo.

 

 

 

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect