JAKARTA – Putaran keempat Kejurnas Slalom 2025 yang berlangsung di area GOR Satrio, Purwokerto, Jawa Tengah, akhir pekan lalu (18/10), sukses ditutup oleh Whooosah Motorsport dengan meraih podium pertama di Kelas F (Modifikasi) yang torehkan oleh Adrian Septianto.
Meskipun jalannya kompetisi di luar ekspektasi lantaran beberapa hal, perolehan podium tersebut dirasa menjadi pengobat pilu bagi pemilik tim, Arce Meyer. Terlebih pada seri tersebut, kondisi aspal yang baru ditambah cuaca yang hujan pada malam hari, turut menjadi handicap yang harus ditaklukan oleh tim.
“Bagi saya, hasilnya masih oke karena masih bisa menjadi yang terbaik, terutama di Kelas F dan Kelas A1. Ya kalau kita bicara kemarin itu, seluruh tim tidak tampil dalam kondisi yang prima ya,” ungkap Arce.

Whooosah Motorsport berhasil tampil impresif di Purwokerto (Foto: Whooosah Motorsport)
Dengan kondisi aspal yang baru, ditambah dengan cuaca hujan, memang membuat tim balap harus mengatur strategi untuk mengantisipasinya.
“Aspal dan hujan ya. Dari dulu itu, enggak pernah ada yang namanya hujan itu lebih grip. Dan kemarin itu aspalnya ada yang grip ada yang tidak ada grip sama sekali. Permasalahannya adalah lintasan yang tricky dengan aspal baru plus ditambah basah air hujan. Tapi dengan susah payah akhirnya kemarin dengan effort yang lebih kita bisa tampil lebih baik,” tambahnya.
Selain pencapaian di Kelas F yang membuat Arce lebih happy untuk menutup rangkaian Purwokerto, ada hal lain yang menurutnya juga membuat tim Whooosah Motorsport bernafas lega. Hal ini dikarenakan performa dari para peslalom pemula yang bernaung, mampu memberikan improvement meskipun balapan berjalan di luar kondisi yang seperti biasa.

Selebrasi kemenangan Whooosah Motorsport di Kelas F (Foto: Whooosah Motorsport)
“Yang bikin saya positif adalah pemula yang ada di Whooosah Motorsport, 80 persennya berhasil dapat poin. Hasil tersebut yang juga membuat saya senang bila dibandingkan seri Jogja. Memang kalau dibilang sudah sesuai target, masih belum. Namun, mereka sudah membuktikan bahwa mereka bisa menunjukkan sebuah progres yang baik,” tukas Arce.
Bicara keberhasilan Adrian Septianto, pada Kelas F, dia berhasil menjadi yang tercepat dengan perolehan waktu 45.463 yang kemudian diikuti oleh peslalom Banteng Motorsport, Alief Rendy Renaldy yang mencatatkan wakktu 45.657 detik serta ditutup oleh Anjasara Wahyu dari Toyota Gazoo Racing Indonesia di peringkat ketiga dengan membukukan waktu 45.753 detik. (*)

