BOGOR – Pembalap Toyota Gazoo Racing Indonesia divisi Touring, Demas Agil, akhirnya kembali menikmati manisnya podium dalam gelaran Kejurnas ITCR Max yang digelar Minggu (7/8/2022).
Perburuan gelar juara tersebut tercapai pasca lawan utama Demas Agil, yakni Abraham Franklin, mengalami gagal mesin saat balapan menyisakkan tiga putaran. Menurut Demas, ia tidak bermasalah ketika ada ucapan kemenangannya disebabkan oleh keberuntungan.
“Engga apa-apa (dibilang kemenangan beruntung). Memang keberuntungan kan salah satu faktor kemenangan juga,” buka Demas, saat berbincang dengan Fastnlow.

Namun, Demas menegaskan sepanjang balapan yang memakan 12 putaran, ia tidak berserah diri. Ia menejelaskan persaingan yang ketat sudah tercipta sejak lampu start dipadamkan. Tidak hanya dengan Abraham, namun Avan Abdullah pembalap Dellta Garage Racing Team, juga menjadi satu rintangan yang harus Demas lewati sebelum mendekati Abraham.
“Kita terus menekan sejak lap-lap awal. Dia fight sama Avan, terus Avan-nya out. Kalau dilihat dari waktu latihan dan waktu kualifikasi, memang saya kan ngga pernah lebih kenceng dari Avan dan Abraham. Jadi memang kita tidak punya pace yang lebih baik dari mereka dari kemaren. Kita terus menekan. Push terus. Dan ketika mobil Abraham rusak pun, jarak saya dengan dia tidak terlalu jauh,” beber Demas.
Bicara mengenai performa mobil Toyota Yaris GR Sport yang dikendarai Demas Agil, memang terlihat ada ketimpangan. Pasalnya, Toyota Vios yang digeber Abraham, memang terlihat lebih mumpuni. Terlebih saat berada di lintasan lurus, Demas, mengaku performa yang dihasilkan lebih mumpuni mobil rivalnya.

“Kalau itu sih banyak faktor ya, dalam artian kalau trek lurus pun, menurut saya masih kencengan mobilnya Abraham. Mobil dia dan mobilnya Avan, saat lintasan lurus kenceng banget. Rem memang masih menangan kita. Mungkin karena settingan suspensi dan rem kita juga bagus. Jadi kita ngerem juga bisa lebih deket. Jadi ya dengan segala keterbatasan itu kita fight aja. Fight dengan apa yang kita bisa,” imbuhnya.
Sementara terkait penyesuaian yang dilakukan tim mekanik terhadap Toyota Yaris GR Sport, Demas, memberikan apresiasi. Menurutnya, jika dibandingkan dengan putaran kedua lalu, saat digeber pada putaran ketiga, ia merasakan ada settingan yang bisa menopang performa ia sepanjang balapan berlangsung.
“Iya kita melihat seri kemaren, walaupun kemaren kita kalahnya kendala teknis pada seri kedua. Tapi kita lihat ada beberapa sektor yang kita memang kurang. Di sini coba disempurnakan lagi, cuma memang ada hal yang perlu disempurnakan lagi juga. Keseluruhan, masih blm oke, tapi sudah jauh lebih baik. Cuma ada hal-hal yang masih bisa kita tingkatkan. Saya rasa selalu masih ada celah,” beber Demas yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya.

Selama berjibaku, Demas Agil, bukannya tidak memiliki peluang untuk mengovertake Abraham. Namun, menurut putera Agus Djohansyah ini, peluang yang tercipta sepanjang balapan belum terbuka lebar.
“Jadi itu kan bagian dari strategi juga ya, kapan kita mau menyerang dan kita mau liat peluangnya. Saya melihat peluangnya ada, tapi belum terbuka lebar. Jadi saya memilih untuk ngga ambil resiko. Lebih bersabar aja karena peluangnya ada, tapi ya blm begitu besar. Persentasenya 50:50, jadi saya tidak mau mengambil. Tapi kalau 70:30 itu saya ambil,” tandasnya. (*)

