Connect with us

Slalom

Ardian Pradana, Dari Balik Lensa Menuju Objek Lensa

Ardian Pradana fotografer balap yang akhirnya turun balap di Kejurnas Slalom 2022
Ardian Pradana fotografer balap yang akhirnya turun balap di Kejurnas Slalom 2022

JAKARTA – Daya tarik balap slalom memang bisa mampu membius siapa saja, tidak hanya dirasakan oleh pembalap yang akhirnya mencicipi kompetisi dengan catatan waktu di bawah satu menit ini, tetapi, pelaku industri motorsport, seperti fotografer, juga ikut terbius dengan ajang balap tersebut.

Hal ini yang dirasakan oleh fotografer motorsport yang sudah cukup punya nama di Indonesia, Ardian ‘Ucup’ Pradana. Jika biasanya ia lebih banyak menghabiskan waktu di balik tembok sirkuit untuk mengabadikan momen balap, kali ini ia justru berada di dalam arena.

Hal ini dikarenakan ia tercatat sebagai salah satu peserta Kejurnas Slalom 2022 yang berlangsung di Edutown Arena, BSD. Dalam keikutsertaanya tersebut, ia dipastikan bakal turun bersama Whooosah Tuning Management di bawah naungan Arce Meyer sebagai nahkoda tim.

Saat berbincang dengan FastnLow, Ardian Pradana atau yang akrab disapa Ucup, menjelaskan salah satu hal yang membuatnya tertarik untuk ikut dalam ajang balap slalom adalah rasa penasaran terhadap ajang balap tersebut.

“Alasannya pertama karena penasaran, dan slalom ini adalah cabang olahraga yang kompetitif banget serta benar-benar tergantung sama pembalapnya,” ujar Ucup saat berbincang dengan kami.

Ardian Pradana fotografer balap yang akhirnya turun balap di Kejurnas Slalom 2022

Ardian Pradana dan Arce Meyer

Adapun hal lain yang juga memengaruhi akhirnya ia tercebur di ajang balap ini adalah racun yang terus diberikan oleh Demas Agil, pembalap Toyota Gazoo Racing Indonesia divisi Touring.

Menurut pengakuan pria berkacamata ini, dari apa yang dipaparkan oleh Demas Agil, pembalap dengan gelar 9 kali Juara Nasional, slalom jadi sebuah ajang balap yang memang harus diikuti oleh mereka yang tertarik dengan balap mobil.

“Sangat menyenangkan sekali dan seru banget. Dan satu lagi alasannya akhirnya ikut, kompornya Demas Agil sukses buat saya. Karena menurut dia, slalom itu kalau menurut dia sangat cocok dan memang basic banget di mana semua orang bisa ikut dan balapannya sangat kompetitif sekali,” beber Ucup.

Saat ditemui beberapa waktu lalu ketika latihan bersama Whooosah Tuning Management, Ucup, terlihat begitu antusias untuk menghafal soal dan memperhatikan bagaimana cara peslalom lain dalam mengantisipasi pergerakan mobil saat melewati kun yang menjadi handicap pada ajang balap ini.

“Ya sempat muterin soal tiga kali, supaya bisa lebih dapat feelnya,” tandas Ucup.

Untuk bisa tampil kompetitif, Ucup, harus melewati beberapa peslalom pemula yang terbilang sudah mumpuni. Sebut saja dua nama seperi Nicolas Meyer, Rayhan Feno, dan Keizha Venda Salsabilla, mereka merupakan peslalom pemula yang juga tengah naik daun dan berhasil memperlihatkan kemampuannya pada setiap Kejurnas Slalom. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect