JAKARTA – Kejurnas Indonesia Touring Car Race (ITCR) Max 1.600 musim 2022 berlangsung penuh dengan aura yang begitu kompetitif. Kehadiran tim privateer pada musim ini, tidak hanya menjadi ‘penonton’ atas kedigdayaan Toyota Gazoo Racing Indonesia, tetapi tim tersebut turut menjadi pesaing serius.
Hal ini tentu menjadi sebuah pencapaian baru setelah kejuaraan tersebut kerap dimenangkan oleh salah satu tim pabrikan. Kini, setelah Honda memilih untuk absen pada kompetisi tersebut, pembalap Abraham Nadeak dari Siantarman Racing Team, tampil mencuri perhatian pada Kejurnas ITCR Max 1.600.
Perjuangan pembalap berbadan gempal ini akhirnya mampu menembus barrier dan membuktikan bahwa saat ini tim privateer tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan, keberadaan tim privateer tersebut saat ini tidak lagi sekedar mengisi slot kosong kekurangan pembalap di kejurnas tersebut. Hal ini terbukti pada putaran kedua, di mana Demas Agil harus mengakui kemenangan lawannya yang berhasil menyentuh garis finish terlebih dahulu.
Kejayaan yang ditorehkan oleh Abi (sapaan akrab Abraham) bukan hasil dari sistem kebut semalam. Namun ia telah melewati beberapa fase kelam di mana performa mobilnya mampu improve banyak dan berhak atas podium pertama di kejuaraan bergengsi tersebut.
“Saya enggak melihat dengan frame yang musim ini aja, tapi kan saya melihatnya dari awal saya main di kelas Max, mulai dari pakai Jazz OMR, pakai Vios yang lama punya om Indra saksono, dan Vios yang sekarang. Jadi menurut saya, ini adalah sebuah proses, dan dengan apa yang telah saya lalui selama di ITCR Max membuat sebuah new achievement unlocked buat saya,” ucap Abi, saat dihubungi Fastnlow.

Toyota Vios berhasil memberikan perlawan sengit untuk Toyota Gazoo Racing Indonesia
Lebih lanjut Abi membeberkan setelah adanya perubahan regulasi pada musim ini, hal tersebut berdampak positif atas persaingan di atas lintasan. Sebab, regulasi yang diterapkan membuat kompetisi menjadi lebih sengit lantaran penggunaan ban yang bisa menggunakan ban import namun dengan batas treadware yang dibatasi.
Di samping itu, penggunaan bahan bakar juga telah mengalami pembatasan. Untuk musim balap 2022, Kejurnas ITCR Max 1.600 mengharuskan setiap tim hanya boleh menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi RON 98.
“Kalau melihat dua regulasi yang diperbarui, penggunaan ban dan bensin dengan RON 98 sangat oke. Jadi kalau menurut saya, yang menolong privateer itu bukan sekedar penggunaan ban saja, tetapi dengan pembatasan bahan bakar juga membantu banget,” tambahnya.
Kendati demikian, faktor penggunaan bahan bakar menjadi hal yang menurut Abi sangat krusial. Meskipun ditopang dengan ban yang lebih kompetitif dibandingkan GT Radial Champiro SX2 karena dapat menghasilkan catatan waktu lebih baik sekitar 1,5 detik sampai 2 detik, tapi hal tersebut terbentur dengan limitasi.

Abraham Nadeak sukses mengunci podium pertama pada seri kedua Kejurnas ITCR Max 2022
“Kenapa dampaknya lebih besar bensin dibandingkan ban? Karena kalau ban kan ada limitasinya, meskipun saya pakai (Yokohama) Neova atau Pirelli, itu kan tetap aja ada batasannya dan ada usia pakainya. Tapi kalau bensin, ini sudah ngomongin tangan dingin mekanik masing-masing, dan itu yang saya lihat,” beber Abi.
Pada putaran ketiga pun Abi kembali memberikan shock therapy kepada Demas Agil dan timnya. Namun sayang, saat berduel secara sehat di atas lintasan, Toyota Vios yang dikemudikan Abi mengalami kendala teknis. Akibatnya, ia tidak bisa melanjutkan perebutan podium pertama dengan Rockstar dari Cipinang.
“Nyeseknya itu di seri 3, di mana balapan tinggal dua lap lagi, mesin rusak. Dan bisa dibilang saat itu adalah titik terendah saya, karena kan ada pepatah ‘kalau kita mau menang, kita harus siap kalah’,” imbuhnya.
Namun sayang, peribahasa ‘untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak’ harus dirasakan oleh Abi. Pada putaran keempat, kelima dan keenam, pria ini harus menuntaskan perjuangan dengan antiklimaks. Meski demikian, di penghujung musim ia sukses bertengger di klasmen kedua untuk pembalap di kelas Rising Star dan peringkat kelima di klasemen umum Kejurnas ITCR Max 1600.
Next season, he will be stronger!

