YOGYAKARTA – “YES!!,” teriak Anjasara Wahyu, peslalom Toyota Gazoo Racing Indonesia, usai menorehkan waktu tercepat dalam heat final Kejurnas Slalom 2023 yang berlangsung di area Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (11/03/2023) malam.
Suami dari Felicia Ivana ini sukses melengserkan lawan-lawan terdekatnya dengan torehan waktu tercepat 46.539 detik. Hasil tersebut menjadi yang tercepat, di mana ia unggul dari rekan satu timnya, Adrianza Yunial yang mencatatkan waktu 46.587 detik.
Melihat persaingan yang terjadi sepanjang balapan, peslalom berkacamata ini menjelaskan bahwa seri pembuka mampu menghadirkan persaingan yang begitu kompetitif.

Toyota Agya GR Sport jadi andalan TGRI di Kejurnas Slalom 2023
“Kalau bicara persaingan di 2023 ini pastinya lebih seru, karena Toyota Gazoo Racing Indonesia ini jadi benchmark orang-orang, pasti para pesaing kita sudah mempersiapkan gimana caranya untuk bisa bersaing dengan kita,” buka Anjasara Wahyu.
Sepanjang balapan yang berlangsung sejak pagi hari hingga malam hari, waktu yang dikemas oleh masing-masing peslalom terus menajam di penghujung malam. Hal ini yang menurut Anjasara Wahyu menjadi salah satu sisi kompetitifnya pada seri perdana Kejurnas Slalom 2023.
“Kemarin kita bisa lihat di Kelas A dan Kelas F waktunya sudah sangat mepet-mepet, jadi enggak ada waktu yang signifikan dan semua punya kesempatan bisa jadi pemenang,” tambah Anjasara Wahyu.
Sementara itu, ketika disinggung perihal resep keberhasilannya dalam balapan tersebut, putera Petrus Aviantoro ini menjelaskan Toyota Gazoo Racing yang dipimpin oleh Dimitri Fitra Ditama, telah miliki data yang mumpuni terkait settingan mobil untuk meningkatkan performanya di atas lintasan.

Si mungil namun beringas jadi andalan TGRI di ajang balap nasional
“Kalau di kelas F, keunggulannya kenapa kita bisa menang karena kita memang punya data yang cukup banyak. Sementara untuk setingan mobil, kemudian pembalap-pembalap sudah kenal dengan karakter mobil, itu yang bisa dibilang mobil dan pembalap sudah setangan baik saya, anza dan diko sehingga kalau unggul ya jadi mobil dan pembalap itu sudah nyetel banget,” bebernya.
Selain ditopang lewat kemampuan yang mumpuni, Anjasara, juga dibekali dengan settingan terbaik yang diberikan oleh tim mekanik.
“Setup mobil dr tim juga luar biasa, kita punya kekurangan di heat kedua kita kalah 0,3 dan 0,6 dari fastest, cuma kita melakukan setup lagi dan alhasil bisa tercepat di final F,” tandasnya. (*)

